Top 5 This Week

Related Posts

Iriska Dewayani E | SELALU INGIN DO THE BEST

Target Meningkat

Untuk tahun ini, BTN tetap melangkah dengan penuh optimis. Keyakinan itu tumbuh lantaran adanya grafik pertumbuhan pembiayaan perumahan yang terus naik, terutama sejak akhir tahun 2021 lalu. Selain itu, data penjualan perumahan oleh para developer mitra BTN juga menunjukkan kenaikan signifikan di awal tahun ini sebagai akibat dari tertundanya penjualan di tahun sebelumnya.

“Terlepas dari merebaknya COVID-19 varian Omicron, dimana kita juga belum tahu seberapa besar dampaknya. Tetapi bisnis BTN juga tetap jalan dengan beragam inovasi dan terobosan melalui program-program kami,” kata Iriska Dewayani E.

Sebagai gambaran, penyaluran kredit konsumer non subsidi Bank BTN pada tahun 2021 lalu melampaui target yang ditentukan, yakni mencapai Rp17,779 triliun. Sementara untuk tahun 2022 ini, Bank BTN menargetkan pertumbuhan sebesar 26,5% atau mencapai Rp22,5
triliun dari pencapaian 2021 lalu.

Bahkan di akhir Januari 2022 lalu, penyaluran kredit nonsubsidi BTN telah mencapai Rp878.24 miliar, tumbuh 56.8% dari pencapaian di periode yang sama tahun lalu.

“Kami sangat optimis mencapai target tersebut. Tentunya kami juga harus banyak mendengarkan dan melibatkan para developer dan stakeholder terkait, karena tidak mungkin kami bergerak sendiri,” ujarnya.

Keyakinan tersebut, lanjut Iriska, juga didasari oleh beberapa hal lain, seperti kebutuhan masyarakat akan perumahan yang terus bertumbuh seiring bertambahnya jumlah penduduk, bertumbuhnya jumlah keluarga baru, termasuk para milenial.

“Generasi milenial inilah yang justru saat ini menjadi pangsa terbesar kami. Rata-rata mereka mengincar hunian dengan harga Rp300-500 jutaan,” ungkapnya.

Selain itu, adanya stimulus properti dari pemerintah serta kemudahan pelayanan dari perbankan, juga semakin menambah keyakinan Iriska. “Tetapi intinya balik lagi pada kecepatan proses. Kalau soal bunga, masih bersaing dengan bank lainnya,” tegasnya.

Beberapa wilayah dengan potensi tertinggi realisasi KPR non-subsidi BTN, yakni Jakarta, Banten (Kanwil I), kemudian Jawa Barat (Kanwil II), disusul Kanwil III, khususnya Jawa Timur. Sementara di luar Pulau Jawa, menyusul Makassar dan sekitarnya (Kanwil V), kemudian
Sumatera dan sekitarnya, Jawa Tengah dan wilayah lainnya.

Program yang Memudahkan

Bagi masyarakat yang masih kesulitan mengakses pelayanan kredit properti di perbankan, BTN membuka akses sebesar-besarnya, baik secara online (www.btnproperti.co.id) maupun offline (kantor-kantor cabang). Di samping itu, developer mitra BTN juga tengah memberikan kemudahan akses bagi calon konsumennya, sehingga beragam kemudahan tersebut kemudian ‘dikawinkan’ untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada calon nasabah/konsumen properti.

“Kemudahan ini juga didukung lagi dengan adanya kegiatan pameran secara virtual. Melalui pameran tersebut kami akan memberikan beragam program yang memudahkan calon nasabah, terutama para milenial,” jelas Iriska Dewayani E.

Bagi nasabah yang terkendala uang muka (DP) BTN juga memberikan akses lebih yang memungkinkan tanpa uang muka, namun dikhususkan pada nasabah payroll. Kemudian untuk nasabah collective non-payroll bisa sampai 2 persenan, dan untuk masyarakat umum bisa mencapai minimal 5 persen, serta dengan masa cicilan KPR yang panjang hingga 30 tahun.

Beberapa program unggulan BTN, sebut saja KPR HUT 72 yang dihadirkan dalam rangka ulang tahun ke-72 BTN, dengan bunga hanya 3,72 persen fix 1 tahun pertama. Program ini hanya berlangsung sebulan, yakni sejak awal hingga akhir Februari 2022. Kemudian ada KPR BTN Gaess untuk milenial yang dihadirkan dengan beberapa fitur, salah satunya adalah Graduated Payment Mortgage (GPM).

Tidak hanya itu, BTN juga meluncurkan produk ‘pengganti’ KPR Sejahtera FLPP yang disebut KPR BTN Harapan. Produk ini memberikan pilihan bunga rendah dan dengan rentang harga rumah maksimal Rp300 jutaan.

Sebagai informasi, penyaluran KPR Sejahtera FLPP di BTN masih mengambil porsi terbesar yakni 55-60 persen, dibandingkan dengan non-subsidi. Namun terbatasnya kuota rumah subsidi masih menjadi penyebab tingginya backlog perumahan di masyarakat. Belum lagi seabrek persoalan yang mengitari pengembangan rumah subsidi, mulai dari perizinan, hingga teranyar adalah persoalan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pengganti Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Sehingga dengan adanya program KPR BTN Harapan memberikan pilihan kepada konsumen yang tidak kebagian rumah subsidi,”
kata Iriska Dewayani E.

Strategi pertumbuhan juga Bank BTN lakukan dengan mengoptimalkan penyaluran kredit kepada nasabahnya sendiri melalui skema Isi Ulang disertai berbagai kemudahan dan biaya serta suku bunga yang lebih ringan, dalam rangka menjaga dan meningkatkan portofolio kredit.

Selain Bank BTN memikirkan sahabat keluarga Indonesia yang ingin memiliki rumah idaman, Bank BTN juga menyediakan fasilitas untuk meringankan keluarga Indonesia yang sudah memiliki KPR di bank lain, dibantu untuk menjadi murah lagi cicilannya, sehingga tidak terus merasa menjadi ‘Tahanan KPR’. •[Pius Klobor]







+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles