Home Property Tips IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN LIMPASAN AIR HUJAN DALAM KONSEP DESAIN BANGUNAN YANG ...

IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN LIMPASAN AIR HUJAN DALAM KONSEP DESAIN BANGUNAN YANG BERKELANJUTAN

92
0
limpasan air hujan

Komponen lanskap merupakan salah satu esensi penting dari suatu pengalaman ruang dan bukanlah hanya sekedar berfungsi sebagai tambahan aksesori belaka pada ruang tersebut. Terkait pada perencanaan desain bangunan yang berkelanjutan, peranan penting komponen lanskap ini tercermin dari besarnya persentase penilaian terhadap komponen lanskap yang mencapai 17% pada sistem penilaian Greenship yang digunakan oleh Konsil Bangunan Hijau Indonesia (Green Building Council Indonesia / GBCI) untuk mengkaji dan menilai implementasi praktek-praktek desain bangunan yang ramah terhadap lingkungan.

baca juga, SULTAN GROUND DI YOGYAKARTA TIDAK SEJALAN DENGAN UUPA?

Salah satu hal penting yang sangat berpengaruh dalam sistem penilaian komponen lanskap ini adalah implementasi sistem manajemen limpasan air hujan yang bertujuan untuk menghilangkan, atau paling tidak mengurangi besarnya debit limpasan air hujan dari suatu
area pembangunan ke saluran kota dengan cara penerapan teknologi konstruksi lanskap tertentu.

Salah satu contoh penerapan teknologi konstruksi lanskap ini dapat kita temukan pada desain objek lanskap di kompleks perkantoran taman yang terletak di Summarecon Serpong yang saat ini dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi Greenship dari GBCI. Kompleks perkantoran
taman ini menempati lahan seluas kurang lebih 7 hektar yang terdiri dari enam buah bangunan dengan total lantai bangunan seluas hampir 53.000 m2. Hanya 18% dari area lahan akan terbangun sedangkan sisa 82% akan didesain menjadi ruang terbuka.

Empat buah danau buatan yang saling terintegrasi dan terletak di antara bangunan-bangunan yang dikelompokkan di atas tiga buah pulau buatan menjadi fokus komponen lanskap di ruang terbuka tersebut. Danau-danau ini berfungsi sebagai tempat penampungan akhir limpasan
air hujan. Pada tahap pertama akan dibangun kurang lebih setengah dari luas lahan yang terdiri dari dua buah gedung dan dua buah danau.

Prinsip teknologi konstruksi lanskap yang diterapkan pada desain tahap pertama ini terdiri dari kombinasi penggunaan ditch (saluran beton) yang menerima limpasan air hujan dari sekeliling bangunan dan penggunaan bioswale (sengkedan/parit) yang menerima limpasan air hujan dari area jalan dan tempat parkir. Penggunaan bio-swale ini memungkinkan limpasan air hujan untuk melewati proses filtrasi dan sedimentasi awal. Limpasan air hujan ini kemudian dialirkan ke dalam rain garden untuk melewati proses filtrasi lanjutan dan purifikasi.

Setelah itu, limpasan air hujan tersebut akan dialirkan menuju wetland untuk melewati proses sedimentasi dan filtrasi akhir. Limpasan air hujan yang telah melewati beberapa proses itu diharapkan dapat terbebas dari sampah dan kotoran sebelum pada akhirnya dapat dialirkan ke dalam danau buatan yang menjadi tempat penampungan akhir dan dapat digunakan kembali untuk aktifitas penyiraman.

Proses filtrasi, purifikasi dan sedimentasi pada sistem ini didukung secara alami oleh penggunaan tanaman yang tahan hidup dalam kondisi kering maupun tergenang air pada saat-saat tertentu seperti Bacopa caroliniana (Lemon Bacopa), Carex indica (Sedge), Cyperus papyrus (Papirus), Eleocharis dulcis (Chinese Water Chestnut), Lepironia articulate (Blue Rush), Nymphaea lotus (Teratai Kecil), Phragmites australis (Common Reed) dan Typha angustifolia (Cat Tail).

Secara garis besar, penerapan sistem manajemen limpasan air hujan pada tahap pertama ini diharapkan dapat mengurangi kurang lebih 50% dari total limpasan air hujan ke saluran kota. Hal ini tentunya berdampak sangat positif pada pengurangan beban sistem drainase kota yang pada akhirnya dapat juga mengurangi resiko terjadinya bencana banjir. •

1. Master Plan kompleks perkantoran taman yang terdiri dari enam bangunan dengan
empat danau buatan yang saling terintegrasi sebagai fokus komponen lanskap
2. Sistem manajemen limpasan air hujan pada tahap pertama
3. Pilihan tanaman yang menunjang sistem manajemen limpasan air hujan


+ posts
Previous articleWILAYAH PRIMADONA PENCARIAN PROPERTI SEKUNDER SEPANJANG Q3/22
Next articleSmart Soundbar PHT 250 /SB, DILENGKAPI 10 SPEAKER DAN TEKNOLOGI SPATIAL AUDIO KEKINIAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here