Crown Group Resmi Rilis Proyek Perdananya di Melbourne, “ARTIS”

Dalam lima tahun terakhir kota-kota di Melbourne mengalami kekurangan pasokan apartemen di kisaran 18.000 unit. Sementara suplainya masih jauh di bawah itu.

0
45
apartemen artis
ARTIS, apartemen mewah Crown Group di Southbank, Australia. (dok. Crown Group)

Propertyandthecity.com, Jakarta – November mendatang, Indonesia akan menjadi negara pertama peluncuran proyek perdana Crown Group di Melbourne, Australia. Apartemen mewah yang dikenalkan dengan nama “ARTIS” tersebut menampilkan jumlah unit yang sangat terbatas.

Indonesia hanya mendapatkan jatah sebanyak 20 unit atau sekitar 15 juta dolar Australia, setara dengan Rp158 miliar.

Setelah Indonesia, peluncuran akan dilanjutkan di Tiongkok dan Asia Tenggara, selanjutnya di Australia pada Tahun Baru mendatang.

Baca: Eastlakes Live by Crown Group, Proyek Rp10 Triliun Masuki Topping Off

“Sudah bertahun-tahun kami cari lokasi di Melbourne dan sejak tiga tahun lalu kami dapatkan lokasi proyeknya, dan sekarang kami sudah siapkan untuk diluncurkan. Luar biasanya adalah proyek ini kami luncurkan di tengah-tengah Covid-19,” ujar Komisaris dan CEO Crown Group Iwan Sunito kepada media, Selasa (13/10/2020).

Kehadiran ARTIS kian menambah keyakinan Crown Group bakal melampaui target penjualan Rp2 triliun pada tahun 2020 ini.

“Saya tidak akan kaget jika pencapaian penjualan kami akan melebihi target Rp2 triliun. Saya melihat banyak bisnis yang tetap tumbuh di masa Covid-19 ini,” ungkap Iwan.

Sementara pada Juli lalu, Crown Group mampu melakukan penjualan sebesar 10 juta dolar Australia atau sekitar Rp100 miliar lebih.

“Penjualan kami di Kota Sydney pada Oktober ini saja berpotensi mencapai 30 juta dolar Australia atau sekitar Rp300 miliar lebih. Bahkan okupansi hotel kami juga sudah mulai naik sampai 80-90 persen,” ungkap Iwan.

ARTIS di Kawasan Southbank, merupakan bagian dari rencana Crown Group untuk menciptakan pipeline pengembangan senilai Rp30 triliun di Melbourne.

Iwan yakin akan suksesnya proyek tersebut, pasalnya didukung oleh fundamental pasar utama. Mulai dari lokasi yang sangat strategis dan paling diincar di luar wilayah CBD Melbourne; kemudian adanya permintaan yang kuat untuk pengembangan hunian berkonsep butik dengan desain unik.

Pernyataan Iwan diperkuat oleh temuan Colliers International yang menyatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, telah terjadi penurunan suplai apartemen di Southbank sementara permintaan masih tinggi.

Direktur Colliers, International Residential Melbourne, Robert Papaleo mengatakan, sejak 2020-2020 telah terjadi penurunan suplai apartemen yang cukup signifikan.

Baca: Penuhi Janji, PLI Serah Terima Apartemen Majestic Point Serpong

“Pembangunan baru di kawasan Southbank tidak banyak, sehingga ini menjadi kesempatan baik bagi ARTIS,” kata Robert.

Mengingat kondisi ekonomi global yang kurang baik imbas Covid-19, tahun 2022-2024, Melbourne dihadapkan pada kekurangan suplai apartemen, sehingga kondisi ini menyebabkan kebutuhan tetap ada akan hunian, namun konsumen tidak punya banyak pilihan.

Lebih jelas Robert mengatakan, dalam lima tahun terakhir kota-kota di Melbourne mengalami kekurangan pasokan apartemen di kisaran 18.000 unit. Sementara suplai hanya sebanyak 15.000-16.000 unit.

Bahkan diperkirakan setelah 2022, suplai apartemen akan semakin drop mendekati kisaran 6.000-7.000 unit per tahun yang bisa dibangun di kota Melbourne. Sementara pertumbuhan jumlah penduduk Melbourne semakin pesat.

“Saya yakin, proyek ARTIS dari Crown Group ini akan terserap sangat baik oleh pasar,” terang Robert.

Robert melanjutkan, pemerintah Melbourne kini semakin terbuka akan pengembangan apartemen. Awalnya hanya mengizinkan apartemen low rise, namun kini memperbolehkan pembangunan apartemen di atas 100 lantai.

“Proyek yang diluncurkan oleh Crown Group ini lebih menggambarkan pada kebutuhan yang lebih dewasa dari masyarakat Melbourne atas hunian yang lebih modern,” kata Robert.

Peremajaan kawasan Southbank terus berlanjut dengan transformasi daerah tepi sungai dan jalan-jalan utama agar sesuai dengan daya tarik jalan raya St Kilda Road yang terkenal.

Lokasi ini akan ditingkatkan lagi dengan dibukanya Stasiun Metro Anzac baru pada tahun 2025, sekitar 600 meter dari lokasi, dekat sudut Park Street dan St Kilda Road.

Menurut Robert, pasar apartemen kontemporer Melbourne telah menikmati kelahiran kembali melalui beberapa proyek di sekitar kawasan Southbank sejak 30 tahun yang lalu. Sekarang terus berkembang seiring dengan peningkatan status Melbourne sebagai kota global.

“ARTIS akan berada di garis depan generasi berikutnya dari kebutuhan akan apartemen canggih di Melbourne,” katanya.

Mulai Rp4,2 Miliar

ARTIS hanya akan menampilkan 153 unit apartemen eksklusif juga penthouse, yang didesain unik oleh arsitek Koichi Takada.

Pembangunan apartemen mewah ini juga turut menggandeng developer lokal terkenal di Melbourne, G3 Projects, yang dipimpin oleh Bobby Iskandar Lim, juga berdarah Indonesia.

Bangunan landmark ini akan mengubah wajah Kawasan Southbank melalui keindahan efek façade pita putihnya yang mencerminkan pergerakan Art in Motion.

Terletak di area sudut seluas 2070 meter persegi di 175 Sturt Street, bangunan ini akan menghadirkan hunian 1 bedroom, 2 bedroom, dan 3 bedroom yang mewah.

Apartemen mewah tersebut dipasarkan mulai 400.000-500.000 dolar Australia atau setara sekitar Rp4,2-5,3 miliar untuk tipe 1 bedroom. Sementara untuk tipe 2 bedroom (70 m2) dijual sekitar 700.000 dolar Australia atau sekitar Rp7,4 miliar.

Baca: Gandeng Bank Mandiri, LRT City Bekasi Tawarkan Promo Khusus

Para penghuni akan memiliki akses ke fasilitas bergaya resor khas Crown Group, yang mencakup lounge atap dengan taman yang indah dan area bermain anak-anak, gym di lantai satu, serta kolam renang indoor dan jacuzzi yang spektakuler.

Ruang seni komunitas dan kafe akan menyediakan ruang bagi seniman lokal untuk mengelar pameran.