Top 5 This Week

Related Posts

Songsong 23 Tahun, Pintu Baja Fortress Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

PropertyandTheCity.com, Tangerang– Memasuki usia ke-23, PT Jaya Bersama Saputra Perkasa (JBS Perkasa), pabrikan pintu baja FORTRESS, FORTRESS Smart Lock, dan MEVVAH Wall Panel, memperkuat ekspansi bisnis melalui pengembangan manufacturing dalam negeri.

Namanya, FORTRESS MFG. Fasilitas produksi pintu baja jenama Fortress ini di kawasan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Pabrik baru tersebut dibangun di atas lahan seluas 10.700 meter persegi dengan investasi tahap awal sekitar Rp50 miliar. Investasi itu mencakup pembelian lahan, pembangunan fasilitas pabrik, pengadaan mesin produksi, serta bahan baku.

BACA JUGA: Fortress Raih Penghargaan Prestisius Indonesia Property Record by Indonesia Property Watch

Founder sekaligus CEO PT Jaya Bersama Saputra Perkasa, Joni Effendi, mengatakan fasilitas tersebut dipersiapkan untuk memperkuat kemampuan manufacturing perusahaan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi pintu baja FORTRESS.

“Tahap pertama investasi yang diperlukan sekitar Rp50 miliar. Nanti setelah perjalanan kita akan kembangkan lagi untuk layanan-layanan produksi yang baru, mungkin di tahun depan,” kata Joni saat ditemui wartawan dalam kunjungan ke pabrik FORTRESS di Tangerang, Selasa (1/9/2026).

Saat ini, bangunan fisik pabrik telah siap digunakan. JBS Perkasa masih menunggu pengiriman mesin produksi dari China yang diperkirakan tiba pada pertengahan September 2026.

“Setelah mesin tiba, proses commissioning ditargetkan mulai dilakukan pada kuartal IV 2026. Mesin akan datang beberapa hari lagi. Kita akan mulai commissioning di kuartal IV 2026,” imbuh Joni.

Target Produksi 15 Ribu Pintu Baja per Bulan

Deretan pintu baja Fortress dalam kardus yang siap disalurkan di 18 cabang Fortress di seluruh wilayah Indonesia. [Foto: Andr. Putri]

Kehadiran FORTRESS MFG ditargetkan mampu memperkuat kapasitas produksi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar pintu baja di Indonesia. JBS Perkasa menargetkan fasilitas tersebut dapat memproduksi sekitar 15 ribu unit pintu baja per bulan.

National Sales Director PT Jaya Bersama Saputra Perkasa, Hens Sumarauw, mengatakan angka tersebut sejalan dengan rata-rata penyerapan pasar terhadap produk pintu baja FORTRESS dalam beberapa tahun terakhir.

“Jadi 15 ribu kalau dikali 12 bulan kemudian dikali 5 tahun kurang lebih sudah 750 ribu unit selama 5 tahun terakhir. Itu penyerapan untuk semua kalangan,” tutur Hens.

BACA JUGA: Perkuat Rantai Pasok Material Perumahan, Fortress dan HIMPERRA Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah

Menurutnya, produk FORTRESS menyasar berbagai segmen pasar, mulai dari kelas ekonomis, menengah bawah, hingga premium. Rentang harga produk juga beragam, mulai di bawah Rp1 juta hingga sekitar Rp57 juta per unit.

Joni mengatakan perusahaan memiliki visi agar produk pintu baja FORTRESS dapat semakin banyak diproduksi di dalam negeri. Ia memiliki impian agar ke depan FORTRESS dapat menghadirkan pintu baja yang diproduksi di dalam negeri. 

“FORTRESS MFG merupakan bagian dari perjalanan menuju impian tersebut. Bagi kami, ini bukan hanya mengenai membangun fasilitas produksi, tetapi bagaimana kita dapat membangun kemampuan industri dari Indonesia untuk Indonesia,” ungkap Joni.

Selama 23 tahun perjalanan bisnisnya, JBS Perkasa juga terus memperluas ekosistem usaha dari building material ke sejumlah bidang terkait hunian.

Ekosistem tersebut mencakup aspek keamanan melalui FORTRESS Pintu Baja, teknologi melalui FORTRESS Smart Lock, serta interior melalui MEVVAH Wall Panel. Ke depan, perusahaan mengarahkan pengembangan bisnis menuju konsep Integrated Home & Building Solution.

Kontribusi Nyata Untuk Negeri

Memasuki usia ke-23, JBS Perkasa menjadikan momentum tersebut sebagai titik untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. JBS Perkasa berkomitmen gencar melakukan ekspansi bisnis, inovasi produk, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi industri sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan.

(kiri-kanan) Mike Latuwael, HC & Legal Manager JBS Perkasa, Fanny Tanuraharja Brand & BTL Manager JBS Perkasa, Joni Effendi Founder & CEO JBS Perkasa, Hens Sumarauw National Sales Director JBS Perkasa, dan Erwin Widjaja PMO Manager JBS Perkasa.

“Perjalanan 23 tahun membuat kami semakin percaya bahwa perusahaan tidak bisa bertumbuh sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan developer, asosiasi, pemerintah, partner, konsumen, dan tentunya seluruh tim kami. Harapannya, apa yang sedang kami bangun hari ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi industri dan bagi pembangunan hunian Indonesia ke depan,” kata Joni.

BACA JUGA: Konstruksi Hampir Rampung, Tahun ini Pabrik Pintu Baja Fortress Siap Produksi Massal

Sementara itu, Vice President of People & Culture JBS Perkasa, Sylvia Tina Tan, menuturkan, pengembangan FORTRESS MFG dan perluasan kolaborasi dengan asosiasi developer, diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan dalam industri building material sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan sektor perumahan di Indonesia.

“Langkah pembangunan pabrik dalam negeri ini menjadi bukti upaya JBS Perkasa melalui pintu baja Fortress dalam memberikan kontribusi lebih besar terhadap penyediaan hunian yang aman, berkualitas, efisien, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles