Jakarta, Propertyandthecity.com – Schneider Electric meluncurkan Electrician Academy 2026 di Jakarta, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional, untuk memperkuat kompetensi teknisi listrik dan retailer. Melalui kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian ESDM, program ini membuka akses sertifikasi kompetensi bagi teknisi di bidang pemeliharaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah.
Pertumbuhan kebutuhan listrik perlu diimbangi tenaga profesional yang mampu menjaga keselamatan instalasi. PT PLN (Persero) mencatat penjualan listrik sebesar 162,26 terawatt hour (TWh) pada Semester I 2026, naik 4,26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menyebutkan 741 dari 1.467 kebakaran atau 50,51% sepanjang 1 Januari hingga 30 September 2026 diduga disebabkan oleh faktor listrik.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto, mengapresiasi Electrician Academy sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dan industri untuk memperluas akses peningkatan kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.
“Ditjen Gatrik mendukung pelaksanaan sertifikasi kompetensi hingga Level 3 bagi teknisi di bidang pemeliharaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah. Kami mendorong teknisi memperkuat pengalaman lapangan dengan pembelajaran dan uji kompetensi agar memperoleh pengakuan profesional, bekerja sesuai kompetensinya, dan menerapkan standar keselamatan secara konsisten,” ungkap Eri, dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (28/10).
Dukungan Ditjen Gatrik dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi melengkapi pembelajaran digital dan webinar yang disediakan Schneider Electric melalui Electrician Academy. Kolaborasi ini membuka jalur bagi teknisi untuk memperkuat pengetahuan sekaligus mempersiapkan diri mengikuti uji kompetensi sesuai bidang pekerjaannya.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengatakan pertumbuhan kebutuhan listrik di Indonesia perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga profesional dan upaya menjaga keselamatan masyarakat. Ia menyatakan Schneider Electric berkomitmen untuk turut mewujudkan hal tersebut.
“Melalui Electrician Academy dan kolaborasi dengan Ditjen Gatrik, kami memperluas kesempatan teknisi untuk mengembangkan keahlian dan memperoleh pengakuan kompetensi profesional. Kami ingin pengalaman lapangan mereka diperkuat melalui pembelajaran berkelanjutan dan sertifikasi yang relevan dengan pekerjaannya,” terangnya.
Electrician Academy melanjutkan komitmen kampanye Gerakan Listrik Aman yang pada 2025 menjangkau lebih dari 7.800 instalatur di 10 wilayah dan mencetak rekor MURI dengan predikat “Pelatihan Instalatur Listrik Dengan Peserta Terbanyak”.
Program yang berjalan sejak Juli 2026 ini menargetkan 9.500 peserta, terdiri atas 8.000 teknisi listrik dan 1.500 retailer, untuk mengakses seluruh modul pembelajaran. Visi “Dari Tukang Listrik jadi Ahli Listrik” menempatkan pembelajaran dan uji kompetensi sebagai jalur untuk memperkuat keahlian serta memperoleh pengakuan profesional.
Rangkaian program Electrician Academy mencakup beberapa tahapan berikut.
- Pendaftaran dan akses pembelajaran
Peserta mendaftar melalui aplikasi MySchneider, memilih profil Electrician atau Retailer, lalu mengakses banner Electrician Academy. Materi juga tersedia melalui portal desktop dengan fitur pemantauan progres belajar.
- Pembelajaran sesuai peran
Untuk teknisi, modul digital dan webinar mencakup dasar kelistrikan, pemilihan kabel, keselamatan instalasi, serta fungsi Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS).
Sementara itu, materi untuk retailer mencakup dasar kelistrikan, pembumian, dan perangkat proteksi untuk mendukung edukasi pelanggan. Pembelajaran kedua kelompok dilengkapi sesi pelatihan dan praktik pada peluncuran program.
- Penyelesaian pelatihan
Peserta ditargetkan menuntaskan seluruh modul paling lambat Maret 2027. Program menyediakan sertifikat partisipasi pelatihan sesuai ketentuan.
- Dukungan sertifikasi kompetensi
Ditjen Gatrik mendukung pelaksanaan sertifikasi untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK) hingga Level 3 di bidang pemeliharaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah. Dukungan ini menargetkan ratusan teknisi untuk mengikuti proses sertifikasi.
Teknisi yang menuntaskan seluruh modul dan memenuhi ketentuan program dapat mengikuti proses tersebut. Sertifikat diperoleh setelah peserta memenuhi persyaratan dan dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi sesuai mekanisme yang berlaku.





















