Usung Konsep Campus Residence, Double Great Mulai Serah Terima 2022

Double Great Residence dijual mulai Rp460 jutaan. Proyek senilai Rp3 triliun ini akan terdiri dari 9 menara sebanyak 9000-an unit. Tahap awal tiga menara yang ditargetkan rampung di 2022.

0
546
double great residence
Fransiskus Adikara, Direktur Kampus Universitas Esa Unggul (kiri); Zainudin Samaludin, Direktur Bank MNC International (tengah); dan Marcellus Chandra, Direktur PT Prioritas Gading Indonesia (kanan), memberikan keterangan kepada media di Marketing Gallery Double Great Residence, Serpong, Tangerang, Selasa (3/3/2020)/ Foto: Pius Klobor

Propertyandthecity.com – Serpong dipilih sebagai lokasi kampus beberapa perguruan tinggi ternama tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, di kawasan ini telah bermukim banyak masyarakat kelas menengah atas. Salah satu universitas yang sudah dan akan memperluas garapannya adalah Universitas Esa Unggul. Sebelumnya, Esa Unggul sudah membuka program kelas internasional di Apartemen Majestic Point Serpong (MPS) dan kini akan hadir di Double Great Residence (DGR).

Double Great Residence (DGR) yang sebelumnya dikenal dengan K2 Park dikembangkan oleh PT Prioritas Gading Indonesia (PGI) bersama pengembang Tiongkok. Proyek yang direncanakan 9 menara ini dibangun di lahan seluas 3 hektar dengan total nilai investasi sekitar Rp3 triliun.

Baca: Komitmen PLI Serah Terima Apartemen Majestic Point Serpong Mulai Mei 2020

Awalnya, proyek ini dipasarkan tahun 2014 dan pembangunan pondasi dimulai pada 2015. Saat itu pembangunan K2 Park sempat terhenti di 2016. Tahun 2018 pengembang menyepakati kerjasama dengan investor Tiongkok, Nantong Double Great Group yang merupakan kontraktor BUMN berasal dari China, Gezhouba Group Company (CGGC). Tahun 2019, K2 Park resmi berganti nama menjadi Double Great Residence. Adapun mayoritas saham oleh Nantong Double Great Group (51%) dan sisanya pemegang saham lokal.

Double Great Residence merupakan hunian yang terintegrasi langsung dengan kampus perguruan tinggi. Serupa dengan Apartemen MPS, Double Great Residence juga sudah menjalin kerjasama dengan Universitas Esa Unggul yang diestimasi akan menampung sebanyak 7.000 mahasiswa. Tidak hanya itu, Stema College dari Stella Maris International juga telah dipastikan bergabung.

“Konsepnya hampir sama dengan Majsetic Point Serpong, yakni campus residence. Tapi di sini skalanya jauh lebih besar, dimana total luas area pendidikan lebih dari 15.000 meter persegi dan bisa menampung sampai 10.000 mahasiswa,” ungkap Marcellus Chandra, Direktur PGI di Marketing Gallery Double Great Residence, Tangerang, Banten, Selasa (3/3/2020).

Proyek di kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan tersebut menyasar segmen menengah atas. Marcellus menambahkan, apartemen ini akan memiliki sebanyak 9 tower dengan total hunian mencapai 9.000 unit. Pada tahap awal akan dikembangkan sebanyak 3 tower hunian, yaitu Tower Arkose, Moraine dan Mia dengan investasi sekitar Rp900 miliar. Tahap ini ditargetkan selesai dan mulai serah terima pada pertengahan 2022.

“Pondasi untuk 9 tower sudah selesai dengan bor pile sebanyak 2.500 titik dengan diameter 1 meter dan kedalaman 24 meter. Saat ini sedang pengerjaan basement. Proyek kami juga dilengkapi dengan CCTV, sehingga konsumen atau marketing dapat memantau progres pembangunan proyek ini,” terang Marcellus.

Tahap pertama Double Great Residence terdiri dari tiga pilihan tipe, yakni studio (23 m2), 1 bedroom (34 m2) dan 2 bedroom (60,75 m2) dengan total sebanyak 2.800 unit. Untuk Tower Arkose dan Moraine hanya menyediakan tipe studio. Meski demikian, pengembang membuka opsi 2 bedroom pada kedua tower tersebut. Tower Arkose dan Moraine kini telah terjual sebanyak 50 persen, sedangkan Mia baru mulai dipasarkan. Sementara harga terkini berkisar 21 juta per meter persegi, naik dari harga awal Rp12 juta per meter persegi.

Baca: Usung Konsep TOD, Serpong Garden Apartment Gelar Topping Off Dua Tower

“Untuk konsumen pembeli kami yang lama, kami sudah membuat perjanjian dengan mereka. Kami berikan mereka kompensasi denda juga furniture di unit mereka,” tegas Marcellus.

Selain hunian dan kampus, DGR juga akan dilengkapi dengan area komersial, kolam renang, jogging track, gym dan lainnya. Bahkan, fasilitas lift parking juga akan disediakan di kawasan hunian ini yang diperkirakan dapat menampung hingga 2.500 mobil.

DGR berada di kawasan strategis dengan akses mudah, hanya 5 menit menuju pintu Tol Jakarta dan Merak, dan 15 menit menuju pintu Tol JORR Jakarta – Serpong. Dikelilingi oleh beberapa universitas dan sekolah ternama, seperti Universitas Pelita Harapan Karawaci, Swiss German University, Jakarta Nanyang School, Universitas Bina Nusantara, Prasetya Mulya, Stella Maris International School dan Sekolah Tarakanita. Beberapa fasilitas kesehatan juga ada di sekitar apartemen, seperti RS Siloam.

Marcellus yakin, DGR juga akan menjadi pilihan terbaik bagi investor melihat potensi besar penyewaan apartemen dari para mahasiswa maupun pekerja di sekitar Serpong. Untuk ini, pengembang menawarkan cara bayar yang sangat mudah, yaitu bebas uang muka atau DP 0% dan dengan angsuran cukup Rp2,5 juta per bulan selama 1 tahun dan sisanya langsung KPA bank.

Sementara bagi konsumen yang hendak melakukan pembayaran langsung ke pengembang, bisa bayar setengah di awal dan sisanya dilunasi pada saat serah terima unit.

Baca: Investasi Sektor Properti Semakin Cerah, Pancakarya Lampaui Target Penjualan

“Harganya juga masih sangat terjangkau, mulai Rp460 jutaan, sementara KPA bank paling sekitar Rp3-4 jutaan. Inilah kesempatan bagi konsumen juga investor untuk mendapatkan keuntungan investasi dari sewa di Double Great Residence,” pungkasnya.