Beranda Liputan Utama SUSTAINABILITY DAN PEMBANGUNAN SUPER DI JMA

SUSTAINABILITY DAN PEMBANGUNAN SUPER DI JMA

0
PEMBANGUNAN SUPER

“Super Development and Sustainability of Society”, tema yang dipaparkan Regina Suryadjaja S.T., M.T. di Talkshow Green Development pada acara Synergy Green Building Festival, di IDD, PIK 2, Jakarta, (10/03/2023), mengetengahkan terkait pembangunan yang super, dalam artian pembangunan kota secara besar-besaran untuk tujuan bisnis.

baca juga, BP Tapera Beri Klarifikasi Soal Potongan Gaji untuk Tabungan Perumahan

Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Untar ini menyontohkan pembangunan super di Jakarta. Jakarta Metropolitan Area (JMA) atau
Kawasan Metropolitan Jakarta sudah terbentuk oleh pembangunan super yang tersebar dihampir semua daerah.

Setidaknya telah dikembangkan 30 kota baru dan 15 kota industri di JMA, dengan izin perolehan tanah total sekitar 85.000 Ha (1.3 kali luas wilayah Jakarta). Pelaku utama pengembang kota baru itu adalah perusahaan swasta nasional yang memiliki izin pengembangan lahan antara 500 ha hingga 6.000 ha (kecuali Jonggol – 30.000 ha). Dan jenis pengembangan didominasi oleh rumah tapak yang bercampur (mengikuti Panduan untuk Pengembangan Perumahan Bercampur Proporsional) dan dilengkapi dengan fasilitas perkotaan standar internasional (pusat komersial, sekolah, bangunan keagamaan, CBD) dan kemitraan dengan investor global.

Sedangkan di wilayah PIK, dengan totoal luas wilayah 4.224 Ha: PIK1, 1.160 Ha dan PIK2 + Ext, 2.650 Ha. Ditambah dengan Golf Island 303 Ha dan Riverwalk Island 111 Ha.

Pantai Indah Kapuk merupakan lokasi utama bagi muaranya dari 9 sungai, pintu masuk ke Kepulauan Seribu, rumah bagi hutan mangrove, dan di sana terdapat 2.531 nelayan, terutama di Desa Tanjung Pasir.

Lebih lanjut Regina memaparkan sustainability yang menyangkut empat aspek utama, seperti: Green Society, Green Ecosystem, Green Estate
Management, dan Green Building.

Green Society (Masyarakat Hijau): Hal ini mengacu pada upaya untuk menciptakan masyarakat yang sadar akan lingkungan dan berkomitmen untuk mengadopsi perilaku yang ramah lingkungan. Masyarakat hijau akan memperhatikan dampak aktivitas mereka terhadap lingkungan, serta berusaha untuk mengurangi jejak ekologis mereka. Mereka mungkin terlibat dalam praktik seperti daur ulang, penghematan energi, transportasi berkelanjutan, dan gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Green Ecosystem (Ekosistem Hijau): Ini mencakup pelestarian dan pemulihan ekosistem alami yang penting untuk keseimbangan lingkungan
dan kesejahteraan manusia. Ini termasuk upaya untuk melindungi hutan, lahan basah, dan ekosistem lainnya yang berperan dalam menjaga
keanekaragaman hayati, menyediakan sumber daya alam yang penting, serta mengatur pola cuaca dan mitigasi perubahan iklim.

Green Estate Management (Manajemen Kawasan Hijau): Merujuk pada praktik-praktik yang digunakan untuk mengelola properti atau
kawasan dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ini termasuk desain pengembangan yang memperhatikan pelestarian lingkungan, penerapan teknologi hijau untuk efisiensi energi dan air, serta pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Green Building (Bangunan Hijau): Konsep ini melibatkan desain, konstruksi, dan operasi bangunan yang memperhitungkan dampak lingkungan dan kesejahteraan manusia. Bangunan hijau biasanya dirancang untuk menggunakan sumber daya yang lebih sedikit, menghasilkan limbah yang lebih sedikit, meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, dan menyediakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi penghuninya. Ini
dapat mencakup fitur-fitur seperti penggunaan material ramah lingkungan, penggunaan energi terbarukan, sistem pengelolaan air, dan desain
yang memaksimalkan pencahayaan alami dan ventilasi udara.

Jadi, “Kota harus inklusif secara sosial, produktif secara ekonomi, berkelanjutan secara lingkungan, aman, dan tangguh terhadap perubahan iklim dan risiko lainnya. Termasuk juga manajemen ekosistem yang ada dan penciptaan ekosistem baru, lanskap alami, dan ruang hijau perkotaan, sangat penting untuk memenuhi berbagai tujuan masa depan kota yang berkelanjutan,” tegas Regina.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini