Home Liputan Utama SERPONG-BALARAJA BAKAL MERAJA, Arah Perkembangan Wilayah

SERPONG-BALARAJA BAKAL MERAJA, Arah Perkembangan Wilayah

142
3
Perkembangan Wilayah

Dengan semakin berkembangnya wilayah Serpong, membuat kawasan ini sudah menjadi kawasan ‘mahal’ dengan kenaikan harga tanah yang sudah semakin tinggi. Wilayah perkembangan pun semakin melebar.

Perkembangan wilayah terus melebar ke arah barat ada yang secara alamiah menyusuri Jalan Raya Serpong ke arah Parung dan Cisauk, ada
yang mengikuti tren penggunaan kereta api komuter, dan ada juga yang mengikuti perkembangan tol termasuk perkembangan terkini mengenai dampak Tol Serpong-Balaraja yang menjawab kemudahan akses ke arah barat Serpong.

Baca juga, Komitmen TEKA Dukung Produk Lantai yang Sustainability

Pelebaran Wilayah ke Arah Parung

Tingginya harga rumah di wilayah Serpong membuat perkembangan pun terus melebar ke arah Parung melewati jalur Puspitek. Sebagian lagi
melebar sedikit ke utara ke arah Cisauk. Namun perkembangan ke arah Parung ternyata lebih menjadi primadona bagi para pengembang. Harga rumah di wilayah Serpong saat ini sudah mulai menyentuh Rp 500jutaan yang paling murah.

Untuk calon konsumen yang mempunyai daya beli di bawah itu tentunya akan terus mencari melebar ke arah barat. Dan segmen harga itulah yang kemudian dibangun banyak pengembang di wilayah ini. Hampir semua proyek menyasar rumah di kisaran harga sampai Rp 400 jutaan saat itu. Sasaran utamanya adalah calon konsumen dari Jakarta yang mencari rumah tidak jauh dari Serpong namun dengan harga yang relatif masih terjangkau. Semakin lama proyek perumahan pun semakin banyak dibangun. Harga rumah di wilayah ini pun beranjak naik dan mendekati batasan psikologis calon konsumen secara umum. Selain harga yang sudah tinggi, calon konsumen juga sudah terlalu jauh untuk tinggal di sini, bila masih bekerja di Jakarta. Karena perkembangan tidak terus melebar dan terbatas sampai sekitaran Parung Panjang.

Dengan semakin jauhnya lokasi perumahan, waktu tempuhnya pun menjadi semakin lama. Semakin banyak calon konsumen yang berpikir dua kali, apalagi mereka masih bekerja di seputaran Jakarta. Dengan kendaraan pribadi agaknya agak memakan waktu dan biaya yang cukup membebani. Mulailah berkembang proyek-proyek perumahan yang mendekatkan diri dengan stasiunstasiun kereta api. Masyarakat dari Jakarta melalui stasiun Tanah Abang dapat lebih cepat menggunakan kereta api sampai di stasiun Cisauk, Cicayur, dan Parung Panjang. Proyek-proyek lama yang sudah ada sejak dulu mulai berbenah seiring dengan perubahan manajemen kereta api Indonesia menjadikan kereta api sebagai jaringan commuter line yang nyaman.

Arah Perkembangan ke Maja

Perkembangan yang sedikit melambat di sekitar Parung, mendadak bergairah lagi ketika Ciputra Group pada 2015 turut mulai pengembangkan Kota Baru Terpadu Citra Maja Raya dengan luas pengembangan 2.600 HA. Pastinya dengan mengusung proyek perumahan dengan konsep transit oriented development (TOD) dengan memanfaatkan jaringan kereta api. Perkembangan wilayah di sekitar Parung langsung ‘meloncat’ ke arah Maja dengan melewati beberapa stasiun yaitu Daru, Tenjo, Tigaraksa, dan Cikoya. Meskipun sebenarnya sudah ada beberapa proyek perumahan lama di sekitar stasiun-stasiun tersebut, namun pamor wilayah-wilayah ini semakin naik ketika Citra Maja Raya hadir dengan menjual rumah-rumah kelas menengah sampai bawah. Maja menjadi pusat pertumbuhan baru yang melebar ke wilayah sekitarnya.

Arah Perkembangan Melalui Tol

Perkembangan wilayah yang memanfaatkan akses tol sudah dimulai oleh Ciputra Group pada tahun 1994 dengan proyek CitraRaya Tangerang seluas 2,760 hektar di Cikupa, Tangerang. Di saat wilayah Serpong masih bertumbuh seiring dengan Lippo Karawaci dan Gading Serpong di
Kelapa Dua, Ciputra Group sudah memperkirakan arah perkembangan akan terus bergeser ke arah barat. CitraRaya pun menjadi pusat pertumbuhan baru di barat Serpong. Para konsumen menggunakan akses tol sebagai akses utama untuk mencapai perumahan tersebut. Tidak lama berselang, Talaga Bestari seluas 270 hektar pun mengembangkan perumahan memanfaatkan akses tol Jakarta-Merak di exit Balaraja Timur. Perkembangan di jalur tol sedikit melambat sejak itu. Baru kemudian pada tahun 2012, Suvarna Sutera seluas 2.600 hektar di Tangerang dan Lavon Swan City mulai kembali meramaikan proyek-proyek perumahan yang memanfaatkan akses tol dengan exit Cikupa.

Loncatnya’ perkembangan ke arah Cikupa membuat wilayah diantara Cikupa dan Serpong seakan ‘kosong’ dari pengembang perumahan, meskipun masih terbatas proyek-proyek perumahan kecil namun belum sepenuhnya berkembang.

Kehadiran Tol Balaraja-Serpong ini menjadi arah perkembangan berikut yang diperkirakan akan membuat jalur perlintasan ini semakin ramai. Bahkan rencana ini pun sudah dinantikan oleh beberapa proyek di sekitarnya. Salah satu pengembang properti yang melihat peluang positif akan kehadiran tol Serpong-Balaraja yaitu Agung Podomoro dengan mengembangkan proyek Kota Podomoro Tenjo yang berjarak hanya 2 km dari rencana ruas tol baru SerpongBalaraja (exit Tol Cileles dan Jambe).

Selain itu, di tahun 2021, Paramount Petals diluncurkan di atas lahan seluas 300 ha di Tangerang Utara dengan memanfaatkan akses exit Tol
Bitung. Meskipun tidak persis berada di jalur Tol Serpong-Balaraja, namun diperkirakan pembangunan tol ini akan memberikan dampak image wilayah yang lebih baik dengan akses yang semakin terbuka ke proyek ini.

Segitiga Emas Serpong-BalarajaParung Panjang

Masuknya pengembang-pengembang besar di jalur perlintasan Tol SerpongBalaraja akan membuat perkembangan pasar perumahan di wilayah sekitar diperkirakan akan semakin ramai. Bila diperhatikan jalur perlintasan Tol Serpong-Balaraja akan membuat sebuah wilayah yang diperkirakan yang meningkat cukup tajam. Segitiga Serpong-Balaraja-Parung Panjang akan menjadi sebuah wilayah yang terkoneksi dengan akses yang semakin mudah, tidak hanya akses tol tapi juga akses kereta api.

Tol Serpong-Balaraja yang dimulai di sisi barat BSD City pun akan menjadikan tahapan pengembangan BSD City ke arah barat semakin terbuka lebar dengan akses yang memadai. Sementara itu di sisi barat, pusat pertumbuhan di CitraRaya, Suvarna Sutera, Lavon, Telaga Bestari telah siap untuk terus bertumbuh dan membuat wilayah segitiga ini menjadi lebih berkembang. Di sisi selatan, bertumbuhnya proyek-proyek perumahan kecil sampai menengah membuat pasokan perumahan di wilayah ini semakin bervariasi. Apakah benar segitiga emas ini akan terjadi? Kita lihat perkembangan selanjutnya.•

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here