Saatnya Investasi Properti, Pilih di Lokasi Seperti Ini…

Kawasan industri merupakan salah satu pilihan terbaik sebagai lokasi investasi properti. Apalagi saat ini banyak pengembang juga tengah menawarkan ragam promo dan gimik. Salah satunya di Jababeka Residence, Cikarang melalui ruko Monaco yang sangat terbatas.

0
411
Saatnya Investasi Properti, Pilih di Lokasi Seperti Ini…
Plaza Indonesia Jababeka (dok. Jababeka)

Propertyandthecity.com, Jakarta – Properti sebagai salah satu kebutuhan utama tetap menjadi prioritas. Pertanyaannya, beli sekarang atau masih menunda. Bagi yang memiliki tabungan keuangan lebih atau yang berencana investasi properti, ada baiknya memanfaatkan peluang saat ini, dimana banyak pengembang sedang menawarkan ragam promo dan berbagai kemudahan lainnya.

Sekalipun kondisi saat ini sedang dihimpit oleh berbagai keterbatasan, namun tetap ada jalan dan peluang yang bisa dimanfaatkan. Sutedja S Darmono, President Director PT Graha Buana Cikarang (Jababeka Residence) mengatakan, infrastruktur Indonesia, terutama teknologi digital sudah sangat siap digunakan dan diaplikasikan dalam mendukung penjualan properti, termasuk disaat krisis seperti saat ini. Sehingga Covid-19 menjadi batu loncatan yang jauh lebih dahsyat untuk digital.

Baca: Jakarta Garden City Tebar “Mega Diskon”, Mulai Rp341 Juta Hingga Rp1,7 Miliar

“Investasi properti, baik di era digital maupun sebelum digital tetap bisa dilakukan. Investasi properti bersifat abadi, artinya bisa dilakukan kapan pun,” ujar Sutedja dalam acara Jababeka Executive Talk yang digelar secara daring, Senin (18/5/2020).

Eric Limansantoso, GM Corporate Marketing Jababeka Residence menambahkan, investasi properti tidak memiliki batas waktu atau bahkan batas kadaluarsa.

“Kalau kita beli hari ini dan mau jual tahun depan, 5 tahun lagi, 10 tahun atau 100 tahun kemudian, barang ini tangible dan tetap akan eksis,” kata dia.

Bahkan, lanjutnya, produk properti jugalah yang nantinya akan paling bounce step terlebih dahulu ketika ekonomi semakin membaik pasca krisis.

“Sehingga investasi properti adalah yang paling aman. Kemudian bounce-nya juga paling cepat. Dan kesempatan terbaik adalah saat ini dimana banyak developer termasuk Jababeka Residence yang sedang memberikan diskon, karena investor akan mendapatkan gain yang sangat baik,” ungkapnya.

Lantas, disaat pandemi seperti saat ini, apakah properti tetap yang terbaik sebagai instrumen investasi dibandingkan emas atau saham?

Baca: Promo Spesial PP Properti di Masa Pandemi, Bunga KPA 1,75 Persen

Clement Francis, Ketua DPD AREBI DKI Jakarta menjelaskan, kondisi apapun investasi di sektor properti tetap menarik. Dia menjelaskan, saat ini nilai properti secondary sedang turun karena selisih antara demand dan supply-nya jauh berbeda. Supply properti secondary, kata dia, saat ini sangat banyak. Kemudian jika transaksi menggunakan skema cicilan bank maka uang muka harus 20-30 persen.

“Sementara produk primary, saat ini banyak developer sedang memberikan banyak keringanan. Sehingga ini adalah waktu yang tepat untuk membeli,” tegasnya.

Sementara Sven Sylviano, Ketua DPD AREBI Jawa Barat mengatakan, investasi properti pastinya akan membawa banyak keuntungan.

“Setiap orang yang investasi properti pastinya ingin mendapatkan keuntungan dari capital gain. Kemudian juga keuntungan dari sisi sewa,” ujarnya.

Eric menambahkan, hanya ada dua hal yang memengaruhi capital gain sebuah properti. Pertama kata dia, datang dari fasilitas yang ada di dalam kawasan tersebut.

“Kedua, tinggal ikut di mana investasi infrastruktur berada. Itu pasti angkanya naik,” sebutnya.

Lokasi Menjanjikan

Bagi konsumen atau calon investor yang tertarik ingin mendapatkan keuntungan dari investasi properti Clement menerangkan, baiknya sebelum terjun, harus terlebih dahulu mencari tahu soal reputasi pengembang atau developernya, kemudian lokasi dan harga.

Baca: Begini Tanggapan Pengembang Soal Subsidi Bunga Pemerintah

“Pastikan juga, apakah properti tersebut cocok untuk investasi,” tegasnya.

Dia mengatakan, salah satu lokasi yang sangat menjanjikan sebagai lokasi investasi adalah di kawasan industri, seperti di Cikarang. Apalagi saat ini transportasi massal juga sudah terkoneksi dengan baik. Belum lagi rencana pengembangan infrastruktur lainnya. Seperti untuk LRT dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Saya ingat waktu itu teman saya beli rumah di Cikarang, harga 2 miliar dengan luas 150 meter persegi, 3 kamar. Dia bisa menyewakan dengan harga 220 juta per tahun, Jadi kurang lebih 12%. Sehingga jika investasi dilakukan di daerah-daerah yang tidak ada industri, tidak mungkin mendapatkan nilai sewa yang sebagus itu,” ungkapnya.

Kawasan Kota Jababeka juga merupakan salah satu area di timur Jakarta, persisnya Cikarang yang sangat menguntungkan untuk investasi. Dalam kawasan berpenduduk hampir 1,3 juta jiwa ini terdapat sebanyak 2.000-an perusahaan multinasional.

Berbagai fasilitas sudah lengkap di dalamnya, mulai dari hotel, fasilitas pendidikan, gaya hidup dan lainnya. Termasuk fasilitas transportasi dan aksesibilitas yang sangat mudah, baik ke Jakarta, Jawa Barat dan wilayah lainnya.

Saat ini Jababeka Residence tengah memasarkan Ruko Monaco yang akan menjadi lokasi investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Ruko ini berada dalam mega cluster sport city seluas 21 hektar. Ini merupakan kawasan mixed use dengan berbagai fasilitas lainnya.

Ruko Monaco juga diapit beberapa cluster perumahan, seperti Perumahan Graha Asri yang sudah dihuni sekitar 10.000 kepala keluarga. Juga dekat dengan Monaco Town House dan Perumahan Sevilla.

Saat ini Ruko Monaco hanya tersedia sebanyak 20 unit. Ruko dua lantai dengan tipe lebar 4 x 12 (LT/LB 80/48) dan 5 x 12 (LT/LB 100/60).

Dalam masa pandemi ini, pengembang juga mengeluarkan beberapa promo menarik. Termasuk untuk pembelian Ruko Monaco.

Ruko Monaco, menurutnya juga sangat cocok menjadi lokasi investasi jangka panjang oleh para entrepreneur muda.

“Hanya dengan Rp300.000-an per hari kita sudah bisa dapatkan 1 unit ruko untuk masa depan kita. Ini sangat cocok bagi entrepreneur muda yang akan menjalankan sebuah usaha,” sebut Eric.

Baca: Begini Mekanisme dan Simulasi Insentif Pajak Ditanggung Pemerintah di Tengah Wabah Covid-19

Sebagai gambaran keuntungan investasi, Eric menjelaskan, pada 2015 lalu Jababeka pernah meluncurkan ruko dengan harga Rp2,5 miliar. Pada 2019 lalu, ruko tersebut terjual secondary-nya dengan harga Rp4,25 miliar.

“Sehingga saya sangat yakin bahwa ketika semua sudah normal, apalagi ketika infrastruktur lain juga sudah beroperasi, tentu Ruko Monaco juga akan memberikan keuntungan capital gain yang jauh lebih menarik,” terang Eric.