Jakarta, propertyandthecity.com– Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AREBI 2026 dengan mengangkat tema “Sinergi AREBI dan Pemerintah: Akselerasi Profesionalisme Broker Properti di Era Digital,” pada 17–18 Januari 2026 di Mason Pine Hotel, Bandung, Jawa Barat. kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pengurus nasional dan daerah dalam merumuskan arah organisasi ke depan.
Rakernas AREBI 2026 diikuti oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) serta perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AREBI dari seluruh Indonesia. Forum ini difokuskan pada konsolidasi organisasi, penguatan kolaborasi internal, serta penyelarasan program kerja guna merespons dinamika industri properti nasional yang kian dipengaruhi transformasi digital.
Ketua Umum AREBI, Clement Francis, menekankan bahwa Rakernas merupakan momentum penting untuk memperkuat peran broker properti yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan regulasi serta teknologi. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah menjadi kunci dalam mendorong peningkatan kompetensi dan kepatuhan broker properti di era digital.
“Rakernas AREBI 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara AREBI dan pemerintah, sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme broker properti di era digital. Industri properti membutuhkan broker yang tidak hanya kompeten, tetapi juga patuh regulasi dan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal,” ujar Clement Francis.
Rakernas AREBI 2026 resmi dibuka oleh Pelaksana ambang Wisnubroto, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) Kementerian Perdagangan RI. Kehadiran Kementerian Perdagangan menegaskan dukungan pemerintah dalam memperkuat ekosistem perdagangan jasa, termasuk peran broker properti yang kian terintegrasi dengan pemanfaatan platform digital.
Selain agenda organisasi, Rakernas diisi dengan seminar dan talk show yang menghadirkan Ali Tranghanda selaku CEO Indonesia Property Watch, Leon selaku Founder and Owner Winfield Real Estate Agency, serta Abuy Tjia selaku Owner ERA Fiesta Group. Diskusi tersebut membahas kondisi pasar properti terkini, peluang bisnis broker di era digital, serta strategi meningkatkan daya saing dan profesionalisme agen properti seiring perubahan perilaku konsumen.
Dalam upaya meningkatkan kepatuhan regulasi, Rakernas AREBI 2026 turut menggelar sosialisasi perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang disampaikan oleh Enzelin Sariah dari Kementerian Perdagangan RI. Perubahan tersebut mencakup peralihan kode KBLI 68200 menjadi KBLI 68210 tentang Aktivitas Jasa Intermediasi Real Estat, yang mencakup layanan pembelian, penjualan, dan penyewaan properti, baik secara luring maupun daring.
Selain itu, peserta Rakernas AREBI 2026 juga mengunjungi proyek Kota Baru Parahyangan (KBP) untuk melihat secara langsung kota mandiri terencana di Bandung Barat yang dikembangkan oleh Lyman Group. “25 tahun Kota Baru Parahyangan menciptakan kota yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga madani dan selaras dengan alam. Kami percaya bahwa masa depan kota harus dibangun dengan prinsip keberlanjutan yang kuat. Sebagai pelopor kota mandiri berbasis edukasi di Indonesia, Kota Baru Parahyangan secara konsisten menerapkan berbagai inisiatif keberlanjutan dalam pengembangan kawasan,” ujar Ryan Brasali, Direktur Kota Baru Parahyangan.
Rangkaian kegiatan Rakernas juga dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke proyek Kota Baru Parahyangan di Bandung Barat, kawasan kota mandiri yang dikembangkan oleh Lyman Group. Direktur Kota Baru Parahyangan, Ryan Brasali, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan tersebut mengedepankan prinsip keberlanjutan, kemandirian ekonomi, serta keselarasan dengan alam sebagai fondasi pembangunan kota masa depan.
Clement Francis menambahkan, AREBI berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33 Tahun 2025, yang mewajibkan broker properti untuk memiliki lisensi resmi sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen dan peningkatan standar industri, melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada seluruh anggota. Sampai saat ini sudah ada 5.000 orang yang telah mendaftar sertifikasi broker properti Indonesia.
Melalui Rakernas ini, AREBI berharap seluruh anggota siap memenuhi kewajiban perizinan sesuai regulasi yang berlaku, sekaligus mendorong terbentuknya industri broker properti yang profesional, terpercaya, dan berkelanjutan. Rakernas ini juga diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antara asosiasi, pelaku industri, dan pemerintah, serta mempercepat transformasi broker properti Indonesia agar mampu bersaing di era digital dan pasar global.



