Top 5 This Week

Related Posts

PERUBAHAN IKLIM DAN TANTANGANNYA

Principal PT Quadratura Indonesia Ar. Doti Windajani, IAI, AA., menyoroti perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan. World Meteorological Organization (WMO) mencatat bahwa Juli 2023 menjadi bulan heatwave sepanjang sejarah. Misal di wilayah Sardinia,
Italia suhunya mencapai 48 °C, Rhodes, Yunani 49 °C, dan Maroko serta Afrika Utara suhunya mencapai > 47 °C. Lalu di Amerika Serikat tercatat mencapai suhu maksimal 53 °C, dan di Bolivia saat winter di Agustus suhunya mencapai 45°C.

baca juga, Jangan Panik, Berikut Prosedur Urus Sertifikat Tanah yang Hilang atau Rusak

Sedangkan di Indonesia menurut BMKG di bulan Juni hingga Oktober suhunya mencapai 38 °C. Penyebabnya adalah 60% luas area Indonesia yang lautan dengan atmosfer relatif lembap, sehingga menjadi penyangga kenaikan temperatur.

Berdasarkan catatan BMKG dari periode tahun 1981 hingga 2023 di Indonesia, tahun 2016 adalah tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0,6 C, sedang pada tahun 2023 menempati urutan ke-2 tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0,5 C.

Itu semua merupakan akibat dari perbuatan manusia yang kemudian diperparah dengan El Niño. El Niño adalah peristiwa alam ketika suhu permukaan air yang lebih hangat di Samudera Pasifik Timur melepaskan panas ke atmosfer.

Bagi Doti, inilah menjadi tantangan para perancang hunian, terutama di wilayah perkotaan. Sebab di sisi lain, masyarakat secara umum juga kesadaran akan penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan itu masih minim dibanding dengan kepositian mereka terhadap teknologi hijaunya. Misal, orang lebih mempertimbangkan rumah-rumah yang didukung smart home system daripada perencanaan berkelanjutan (misal sisi material building).

Pemanfaatan bahan bangunan alami tentu sangat berdampak pada keselamatan bumi. Bayangkan, jika keseluruhan fasad bangunan ditutupi dengan rumput dan pepohonan yang tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga mampu mengurangi panas ke dalam bangunan. Juga aneka tanaman berperan sebagai penghalang suara, memberikan kesan teduh, membersihkan udara sekitar, dan juga suplai oksigen di kawasan. Dengan konsep ini, penggunaan pendingin udara/AC di dalam bangunan bisa lebih berkurang. Menurut Doti, perubahan iklim itu bisa ditanggulangi, manakala semua stakeholders berperan menjadi agen perubahan. Misalnya perubahan iklim itu bisa diatasi melalui keberpihakan regulator, developer, masyarakat, industry material, dan para pelaku profesi terkait, misal designer dan architect.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles