Beranda Liputan Utama PENTINGNYA LANSKAP PERKOTAAN DENGAN PENDEKATAN HIJAU

PENTINGNYA LANSKAP PERKOTAAN DENGAN PENDEKATAN HIJAU

Langkah-langkah yang perlu diambil dalam mempertahankan konsep pembangunan kota berkelanjutan itu antara lain pemilihan tanaman yang tepat, pengelolaan air yang berkelanjutan, melakukan daur ulang dan pengelolaan limbah, dan pemeliharaan yang teratur

0
lanskap perkotaa

Lanskap adalah suatu lahan atau tata ruang luar dengan elemen alami dan elemen buatan yang dapat dinikmati oleh indera manusia. Sedang
lanskap perkotaan merujuk pada ruang yang berada dilingkungan perkotaan.

baca juga, Millenials-Gen Z, Ayo Manfaatkan Kemudahan Beli Rumah dari Pengembang

Menurut Dr. Ir. Daisy Radnawati, M.Si selaku Dosen Program Studi Arsitektur Lanskap ISTN yang aktif juga sebagai Arsitek Lanskap Profesional menuturkan bahwa lanskap perkotaan itu adalah tata ruang dan elemen-elemen alam dan buatan yang terdapat di dalam kawasan perkotaan, yang mencakup segala sesuatu mulai dari taman kota, taman bermain, jalur pejalan kaki, hingga bangunan dan infrastruktur perkotaan.

Sedangkan lanskap perkotaan dengan pendekatan hijau berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang menyehatkan dan inspiratif bagi manusia, serta mendukung upaya global untuk melindungi planet ini bagi generasi mendatang. Lanskap perkotaan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan bagi penduduk perkotaan.

Secara konsep, lanskap perkotaan dengan pendekatan hijau adalah terintegrasinya prinsipprinsip keberlanjutan lingkungan, seperti enggunaan
tanaman endemik, pemanfaatan bahan ramah lingkungan, pengelolaan air yang berkelanjutan, dan menggunakan transportasi hijau. Pendekatan hijau dalam desain lanskap juga mempertimbangkan efek sosial dan ekonomi dari setiap keputusan desain dengan tujuan menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi penduduknya.

Pendekatan hijau dalam desain lanskap ini sangat penting, sebab: Memiliki signifikansi yang besar dalam konteks membangun kota-kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan; tidak hanya memperhitungkan aspek estetika, tetapi juga memprioritaskan keseimbangan ekologi, pelestarian sumber daya alam, dan kesejahteraan masyarakat; penggunaan praktikpraktik ramah lingkungan, seperti penanaman pohon, penggunaan bahan ramah lingkungan, pengelolaan air yang berkelanjutan, dan menggunakan transportasi publik; dan tak hanya membantu mengurangi jejak karbon dan polusi, tetapi juga menciptakan ruang terbuka hijau yang memperbaiki kualitas udara, menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati, dan memberikan tempat rekreasi serta interaksi sosial bagi penduduk perkotaan.

Pendekatan hijau dalam desain lanskap sangatlah penting, sebab secara prinsip terkait hal-hal berikut:

Konservasi Sumber Daya Alam: Memprioritaskan penggunaan sumber daya yang dapat diperbaharui.

Penggunaan Tanaman Lokal: Memanfaatkan spesies tanaman lokal atau endemik yang sesuai dengan iklim dan kondisi lingkungan setempat untuk meningkatkan keanekaragaman hayati dan memperkuat ekosistem.

Efisiensi Energi: Menerapkan strategi desain yang meminimalkan konsumsi energi, seperti memanfaatkan pencahayaan alami, ventilasi silang,
dan bahan bangunan yang dapat mengurangi kebutuhan pemanasan atau pendinginan. Pengurangan Limbah: Mengurangi pembuangan limbahmelalui praktik-praktik seperti daur ulang, kompos, dan penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan.

Pengelolaan Air yang Berkelanjutan: Memperhatikan siklus air alami, mengurangi genangan air, dan memanfaatkan teknologi hijau seperti pengumpulan air hujan dan pengolahan limbah air.

Peningkatan Kualitas Udara: Mengurangi polusi udara melalui penanaman pohon, pemanfaatan vegetasi, dan penggunaan teknologi ramah lingkungan dalamtransportasi.

Memperkuat Koneksi Ekologis: Membangun koridor ekologis dan menjaga koneksi antara habitat alami untuk mendukung migrasi dan kelangsungan hidup satwa liar.

Partisipasi Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan untuk memastikan pemahaman dan
dukungan terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan dan kesejahteraan lingkungan.

Adapun beberapa taman kota ini bisa menjadi inspirasi untuk desain lanskap hijau. Sebab taman kota ini memiliki desain yang unik dan menawarkan berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan dapat menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat, berkelanjutan, dan menyenangkan untuk dinikmati oleh semua orang.

Taman kota itu adalah Central Park, New York City, Amerika Serikat. Taman ini memiliki berbagai fasilitas, termasuk area bermain, kolam, dan jalan setapak yang ramah pejalan kaki. Juga menawarkan ruang terbuka hijau yang luas di tengah kesibukan kota New York.

Selanjutnya taman Hyde Park, London. Hyde Park adalah salah satu taman kota tertua dan terbesar di London. Taman ini sangat dikenal dengan pemandangan alam yang indah, taman ini memiliki danau, taman bermain, serta ruang terbuka untuk piknik dan rekreasi.

Juga taman Kurpark, Baden-Baden, Jerman. Kurpark merupakan taman kota yang terkenal dengan keindahan arsitektur dan taman bergaya Eropa. Taman ini memiliki berbagaitanaman hijau, kolam air panas, dan jalan setapak yang mempesona. Begitupun dengan taman Kirstenbosch National Botanical Garden, Cape Town, Afrika Selatan.

Taman yang terletak di kaki Tafelberg, Kirstenbosch menjadi taman botani nasional yang menampilkan keanekaragaman flora Afrika Selatan. Taman ini menawarkan pemandangan alam yang spektakuler dan jalur hiking yang menarik.

Terakhir, menurutDaisyyang menjadi PN Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), bahwa langkah-langkah berikut ini sangat penting dalam mempertahankan Kota Keberlanjutan berkonsep hijau itu. “Langkahlangkah yang perlu diambil dalam mempertahankan konsep pembangunan kota berkelanjutan itu antara lain: Pemilihan tanaman yang tepat, pengelolaan air yang berkelanjutan, melakukan daur ulang dan pengelolaan limbah, dan pemeliharaan yang teratur,” tegasnya. l

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini