Beranda Liputan Utama LAND VALUE CREATION

LAND VALUE CREATION

Hal Penting Sejalan Dengan Penerapan Sistem Tod Adalah Mengenai Meningkatnya Nilai Lahan Di SimpulSimpul Tod. Berdasarkan Data Asian Development Bank (ADB), Peningkatan Nilai Lahan Atau Land Value Capture Di Tiga Kota, Yaitu Jakarta, Bangkok, Dan Manila Menunjukkan Harga Properti Dalam Radius 700- 800 Meter Dari Stasiun MRT Bakal Tumbuh 30 Persen.

123
0
land value

Sistem transportasi umum yang nyaman dan relatif cepat menjadi kebutuhan masyarakat di kota-kota besar termasuk Jakarta. Mungkin Jakarta memang dari dulu tidak disiapkan untuk direncanakan sebagai kota dengan orientasi transportasi umum. Namun dengan perkembangan kota yang luar biasa, maka aksesibilitas yang tinggi dari masyarakat pekerja, menjadikan transportasi umum sebagai kebutuhan penting.

baca juga, Sinar Mas Land Investasikan Dana Sebesar Rp500 Miliar Untuk Memperluas DP Mall di Semarang, Jawa Tengah

Sistem transportasi yang ada saat ini di Jakarta masih dalam tahap sangat awal dan belum terciptanya sebuah sistem transportasi yang memiliki koneksitas yang baik. Prinsip transit oriented development (TOD) belum sepenuhnya diterapkan atau mungkin sedang dalam
perencanaan ke depan yang lebih baik. Ketersediaan transportasi umum yang baik di Indonesia, khususnya Jakarta masih tertinggal dengan kota-kota di negara tetangga kita seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Pilipina, dan Hongkong.

Pemerintah saat ini mensosialisasikan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan di jalan-jalan saat jam kerja. Pembatasan melalui aturan ganjil genap tidak juga dapat meredam kemacetan di Jakarta. Alih-alih menggunakan transportasi umum, sebagian masyarakat malah membeli mobil baru dengan plat nomer lain.

Permasalahnnya yang membuat masyarakat enggan untuk menggunakan transportasi umum adalah masalah kenyamanan dan keamanan. Masalah keamanan mungkin sudah lebihi teratasi, namun masalah kenyamanan mungkin masih menjadi pekerjaan rumah Pemprov DKI
Jakarta. Bayangkan dengan menggunakan transportasi umum meskipun biaya relatif lebih rendah namun waktu yang dibutuhkan bisa dua kali lipat bila menggunakan kendaraan pribadi. Selain dikarenakan jumlah angkutan yang relatif masih belum mencukupi, banyak bis-bis Trans Jakarta yang juga menumpuk di halte-halte bis karena macet. Belum lagi untuk mengganti jalur bis yang membutuhkan waktu tunggu yang lama.

Permasalahan lain adalah masalah konektivitas antara moda yang belum terintegrasi dengan baik. Pembangunan MRT Jakarta nantinya paling tidak akan membuat integrasi semakin baik khususnya dengan jalur TransJakarta. Namun hal itu juga belum cukup karena masih banyak titik-titik yang belum terlayani transportasi ini untuk kaum komuter yang menggunakan kereta api komuter.

Hal penting sejalan dengan penerapan sistem TOD adalah mengenai meningkatnya nilai lahan di simpul-simpul TOD. Berdasarkan data Asian Development Bank (ADB), peningkatan nilai lahan atau land value capture di tiga kota, yaitu Jakarta, Bangkok, dan Manila menunjukkan harga
properti dalam radius 700-800 meter dari stasiun MRT bakal tumbuh 30 persen. Dengan nilai lahan yang tinggi membuat pengembangan di simpul-simpul ini harusnya dapat menjadi semakin efektif dengan pengembangan vertikal. Bahkan Pemprov DKI Jakarta harusnya dapat
tanggap dengan memberikan insentif batasan bangunan gedung untuk dapat dibangun lebih tinggi dan lebih efisien lagi.

Di sisi lain gedung-gedung yang terkoneksi dengan simpulsimpul TOD nantinya harus memahami bahwa koneksi ini akan memberikan tingkat keuntungan yang lebih besar dibandingkan gedung yang tidak terkoneksi dengan TOD, khususnya gedung-gedung komersial. Dampak positif itu juga yang telah terjadi dengan meningkatnya tingkat hunian di sepanjang jalur TB Simatupang akibat pengoperasian MRT dan juga naiknya tingkat hunian kawasan Blok M karena jalur MRT yang terkoneksi langsung dengan mall.

Kesimpulannya dengan adanya sistem transportasi umum apalagi dengan konsep TOD pastinya akan membuat masyarakat beralih dengan tetap mempertimbangkan waktu dan biaya yang terjangkau serta keamanan dan kenyamanan. Tanpa itu masyarakat akan ‘terpaksa’ tidak mau beralih ke transportasi umum karena alih-alih ingin lebih cepat malah ternyata saat ini menggunakan transportasi umum relatif masih lebih lama. Masih butuh waktu untuk membuat sistem transportasi umum yang baik di Jakarta. Namun paling tidak sistem transportasi mulai direncanakan dengan baik mulai dengan beroperasinya MRT Jakarta Phase 1 yang dilanjutkan dengan pembangunan Phase 2. Juga sebentar lagi mulai rampungnya jalur LRT yang akan membuat sistem transportasi yang lebih baik.• [AT]


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini