Kamis, November 5, 2026
Beranda Lifestyle IKN Dibuka untuk Publik Saat Libur Lebaran 2026, OIKN Siagakan Pramuwisata

IKN Dibuka untuk Publik Saat Libur Lebaran 2026, OIKN Siagakan Pramuwisata

0
102
IKN Dibuka untuk Publik Saat Libur Lebaran 2026, OIKN Siagakan Pramuwisata
IKN Dibuka untuk Publik Saat Libur Lebaran 2026, OIKN Siagakan Pramuwisata. (Foto: lanskap gedung inti IKN./antaranews)

Nusantara, Propertyandthecity.com — Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai diposisikan bukan hanya sebagai pusat pemerintahan masa depan, tetapi juga sebagai ruang publik yang dapat diakses masyarakat.

Memasuki musim libur Lebaran 2026, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyiagakan 25 pramuwisata untuk melayani pengunjung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), seiring meningkatnya minat masyarakat untuk melihat langsung perkembangan ibu kota baru tersebut.

Juru Bicara Kepala OIKN, Troy Pantouw, menjelaskan bahwa para pemandu wisata ini berasal dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat lokal yang telah dibina oleh Otorita IKN.

“Para pramuwisata ini sudah melalui pelatihan dan program pemagangan selama satu tahun untuk mendukung pelayanan kunjungan di KIPP Nusantara,” ujarnya kepada media.

Dari total tersebut, 20 orang telah mengantongi sertifikasi resmi dari BNSP, menunjukkan bahwa pengelolaan kunjungan di IKN mulai diarahkan secara profesional dan terstandarisasi.

Dari Kawasan Pemerintahan ke Destinasi Publik

Langkah OIKN membuka akses kunjungan ke KIPP menandai pergeseran penting dalam positioning IKN—dari proyek pembangunan nasional menjadi ruang publik yang inklusif dan edukatif.

Dalam konteks properti dan urban development, hal ini menarik. Kawasan yang sebelumnya eksklusif sebagai pusat administrasi negara, kini mulai diperkenalkan sebagai experience-based destination.

Selama periode Lebaran, ribuan pengunjung diperkirakan akan datang setiap harinya untuk mengunjungi berbagai titik di kawasan Nusantara.

Beberapa destinasi yang dibuka antara lain:

  • Plaza Seremoni, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Taman Kusuma Bangsa, Masjid Negara, Kawasan perkantoran dan hunian, Embung MBH
  • Bendungan Sepaku Semoi, dan Glamping IKN.

Bahkan, kawasan Istana Negara juga mulai dibuka secara terbatas, dengan pengaturan kapasitas dan aturan kunjungan yang cukup ketat.

Pengunjung diwajibkan mengenakan sepatu serta berpakaian sopan atau tidak diperkenankan menggunakan sandal, celana pendek, atau pakaian tanpa lengan.

Strategi Soft Opening Kawasan

Jika dibaca lebih dalam, langkah ini bukan sekadar layanan wisata musiman. Ini adalah bentuk soft activation Kawasan, yaitu strategi yang umum digunakan dalam pengembangan kota baru.

Dengan membuka akses publik: awareness terhadap IKN meningkat, persepsi publik mulai dibentuk, dan kawasan mulai “hidup” secara sosial.

Dalam banyak kasus global, kota baru sering gagal bukan karena infrastrukturnya, tetapi karena tidak memiliki aktivitas dan keterikatan publik.

IKN tampaknya mencoba menghindari jebakan tersebut dengan memperkenalkan kawasan sejak dini kepada masyarakat.

Peran Komunitas Lokal dalam Ekosistem IKN

Menariknya, keterlibatan masyarakat lokal sebagai pramuwisata menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pemberdayaan ekosistem sosial.

Para pemandu wisata ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator kunjungan, tetapi juga menjadi bagian dari narasi pembangunan IKN itu sendiri, yang menghubungkan masyarakat dengan proyek nasional yang sedang berlangsung.

Bagi mereka, pengalaman ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga kesempatan untuk menjadi bagian dari transformasi besar kawasan. (*)

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini