Top 5 This Week

Related Posts

Groundbreaking Rusun Subsidi Meikarta, Proyek Rp16 Triliun Siap Bangun 141 Ribu Unit

Jakarta, Propertyandthecity.com – Pemerintah memulai pembangunan proyek rumah susun (rusun) subsidi berskala besar di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi. Proyek ini menjadi salah satu pengembangan hunian vertikal terbesar yang digagas dalam rangka mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah. Digagas melalui kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pembiayaan, proyek ini menghadirkan hunian terjangkau bagi masyarakat.

Peletakan batu pertama proyek tersebut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, serta pendiri Lippo Group Mochtar Riady.

Turut hadir Ketua Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) James Riady, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, dan Wali Kota Depok Supian Suri.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi Lippo Group dan Danantara Indonesia yang telah mempersiapkan proyek tersebut hingga dapat memasuki tahap pembangunan selama kurang lebih dua bulan hingga tahap peletakan batu pertama.

“Kami mengapresiasi kerja keras tim dari Lippo Group dan Danantara serta tim PKP yang dalam waktu sekitar dua bulan mempersiapkan proyek ini hingga dapat dimulai hari ini. Kami juga berterima kasih kepada pendiri Lippo Group, Bapak Mochtar Riady, atas dukungan dan kontribusinya bagi pembangunan perumahan rakyat,” ujar Maruarar.

Maruarar menjelaskan, sebelum proyek dimulai pemerintah telah memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dengan berkonsultasi langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang akan membeli hunian, perbankan, maupun para pengembang.

“Saya datang langsung ke KPK untuk memastikan semuanya clear and clean sehingga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang akan membeli, bagi perbankan, serta bagi para pengembang,” jelasnya.

Proyek rusun subsidi di Meikarta dirancang dalam skala besar dengan pemanfaatan lahan yang lebih efisien melalui pembangunan vertikal. Dari total lahan sekitar 30 hektare, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 141.000 unit hunian.

Menurut Maruarar, jika pembangunan dilakukan dalam bentuk rumah tapak, jumlah unit tersebut diperkirakan membutuhkan lahan hingga sekitar 1.200 hektare. Oleh karena itu, konsep hunian vertikal dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan kapasitas penyediaan rumah di tengah keterbatasan lahan.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyatakan komitmen penuh dalam mendukung pembiayaan proyek tersebut.

“Dari sisi pembiayaan, Danantara akan mendukung penuh proyek ini karena kami melihat ini sebagai proyek yang sangat baik dan memiliki dampak besar. Selain itu, BUMN karya juga dapat berkolaborasi bersama kontraktor swasta dalam pembangunan,” kata Rosan.

Rosan menjelaskan, pembangunan tahap awal akan dilakukan di atas lahan sekitar 12,8 hektare dengan rencana pembangunan 18 tower rumah susun setinggi sekitar 32 lantai. Nilai investasi yang disiapkan untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp14 triliun hingga Rp16 triliun.

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menilai proyek ini dapat menjadi contoh model pembangunan hunian dalam Program 3 Juta Rumah karena melibatkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga. Menurutnya, sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas karena berkaitan dengan banyak sektor usaha lainnya.

“Industri perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Dampaknya bisa 1,5 hingga 5 kali terhadap pertumbuhan ekonomi karena ada sekitar 185 sektor usaha yang terkait dengan bisnis properti, konstruksi, dan perumahan,” ujar Hashim.

Ke depan, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan proyek serupa di Kota Depok. Lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) seluas sekitar 45 hektare telah diidentifikasi dan berpotensi dikembangkan menjadi sekitar 170.000 unit hunian.

Pemerintah berharap proyek rusun subsidi di Meikarta dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam mempercepat penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles