DUTA PUTRA LAND DARI NOL HINGGA PULUHAN PROYEK PROPERTI

0
506

Duta Putra Land akan terus melakukan konsolidasi, terus berkembang dan beradaptasi mengikuti situasi di luar, step by step.“Saya masuk sebagai developer mulai dari nol. Kalau orang lain mungkin ada yang dari orang tuanya,” demikian dikatakan Herman Soedarsono, Founder dan Chairman Duta Putra Land dalam sebuah kesempatan wawancara bersama Property and The City.

Pernyataan tersebut kian mempertegas perjuangan para pelopor Duta Putra Land yang
secara bersama-sama mendirikan dan mengembangkan perusahaan tersebut pada tahun
1983 silam. Selain Herman, dua pelopor lainnya, yakni James Kurniady dan Isaaq Quenda
(almarhum).

Cikal bakal perusahaan ini bermula dari sebuah usaha kontraktor yang dimotori Herman,
selepas empat tahun bekerja di perusahaan Bangun Cipta Kontraktor. Perusahaan pertama yang didirikan saat itu, yakni Putra Mahkota yang kemudian berubah menjadi Duta Putra Land, seiring bergabungnya dua rekanan Herman.

Sebagai developer pemula, saat itu, proyek pertama garapan Duta Putra pada tahun 1983 adalah lahan seluas 15 hektar. Proyek landed itu pun berjalan sukses dan terus berkembang di berbagai lokasi dan segmen, memperluas landbank-nya hingga ratusan
hektar. Lepas sukses di proyek perumahan tapak, Duta Putra Land kemudian memperluas segmen proyeknya dengan menggarap proyek konsorsium kota baru (
new town), superblok yang merangkum hunian jangkung (apartemen), perkantoran, dan proyek komersial lainnya.

Hingga kini, 38 tahun sudah Duta Putra Land berkecimpung di lini bisnis properti. Sebanyak 35 proyek telah dibangun dan dikembangkan di berbagai wilayah, terutama di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Beberapa proyek perumahan yang sudah
dan sedang dikembangkan tersebut, yakni Perumahan Grand Bukit Dago, Bukit Golf, dan Pondok Ungu. Kemudian untuk perkantoran, seperti Dea Tower di Mega Kuningan dan Talavera di TB Simatupang. Untuk proyek apartemen terbaru adalah La Vie All Suites Apartment di Kuningan dan
re-launching Bintaro Park View di Bintaro. Sementara proyek new town terbaru Duta Putra Land adalah Grand Duta City Bekasi dan Grand Duta City Selatan Jakarta.

Selain itu, ada juga beberapa proyek yang dikembangkan secara konsorsium dengan beberapa perusahaan pengembang properti lain, seperti new town Harvest City dan Grand Wisata. Selanjutnya adalah proyek superblok Cibis 9 dan West One, yang juga dikembangkan secara konsorsium. Ali Munanda Soedarsono, Managing Director PT
Duta Putra Mahkota
berujar, prinsip utama yang ditanamkan dalam kerja sama tersebut adalah saling menghormati, keterbukaan dan transparansi, serta selalu do the best for the buyers and company.

“Jadi kita kerja bersama untuk menghasilkan proyek yang terbaik. Kami sudah lama melakukan kemitraan dengan berbagai pihak yang menghasilkan win-win solution” terang Ali.

Dari sebanyak 35 proyek Duta Putra Land, ada beberapa proyek yang menurut Ali, sebagai leader dari Duta Putra Land generasi baru, paling berkesan dalam proses pengembangannya. Pertama adalah La Vie Apartment di Jakarta. La Vie Apartment, kini bisa dikatakan sebagai one of the best apartments di Jakarta, dimana dari sisi desain,
pembangunan hingga marketing, semua harus dilakukan dengan metode dan kualitas yang berbeda dan terbaik. Selanjutnya proyek Grand Duta City Bekasi juga cukup mengesankan lantaran dimulai pada saat pandemi Covid-19. Banyak perubahan dan penyesuaian yang harus dilakukan, mulai dari cara berpikir, design, hingga proses pemasarannya. “Kami harus bisa membuat perumahan yang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi nyaman bagi konsumen untuk bekerja dan beraktivitas di satu lokasi dengan terus menjaga keamanan dan kesehatan,” ungkap Ali.

Duta putra Land
Ali Munanda Soedarsono (tengah), bersama dengan Lily Kurniady (kiri) dan Reisa Munanda Soedarsono (kanan),
adalah tim kepala generasi baru Duta Putra Land

Komitmen

Bertahan hingga 38 tahun tentu bukan perkara mudah. Berbagai tantangan dan gejolak pernah dilewati, sebut saja krisis moneter tahun 1998, kemudian 2008 dan 2018, serta bertahan di tengah merebaknya badai pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu. Duta Putra Land
punya prinsip
build with commitment dan tanggung jawab terhadap janji dan desain kepada para konsumen. Dengan team yang kuat, selalu berkomitmen terhadap konsistensi kualitas produk, dimana pengembang tidak pernah menduakan kualitas dan selalu berusaha semampu mungkin untuk memberikan apa yang telah dijanjikan kepada konsumennya.

Setiap tantangan yang dihadapi, dengan cepat pengembang melakukan konsolidasi dan mengantisipasi ke depannya, memikirkan selangkah lebih maju, baik dari sisi business dan design, serta berbagai hal lainnya. Setiap langkah yang diambil, sebut Ali, cukup terukur
dan mengantisipasi banyak hal sebelumnya, sehingga berbagai permasalahan tersebut bisa dilewati dengan baik. “Kami selalu belajar, melakukan survei dan
improve team, work as a team. Jadi kita bersyukur,” imbuhnya.

Belajar dari berbagai persoalan yang telah dihadapi dan dilewati, maka Duta Putra Land pun telah mempersiapkan berbagai hal untuk mengantisipasi sekaligus sebagai solusi, setidaknya dalam rencana perusahaan 1-5 tahun ke depan. Duta Putra Land akan terus
melakukan konsolidasi, terus berkembang dan beradaptasi mengikuti situasi di luar,
step by step. Sementara dari sisi internal, pengembang juga melakukan perombakan sistem dari sistem lama ke sistem baru yang lebih advanced dan modern dalam urusan pekerjaan sehari-hari, administrasi sampai dengan marketing. Harapannya, dalam 2-3 tahun ke depan, semua sistem sudah terintegrasi secara digital sehingga segala pekerjaan menjadi lebih efisien.

Beberapa proyek yang akan menjadi fokus Duta Putra Land dalam rencana strategis perusahaan tersebut, yakni Grand Duta City di Bekasi, Grand Duta City Selatan Jakarta, Telaga Kahuripan di Selatan Jakarta, Cibis 9 di Jakarta Selatan dan Harvest City di Bekasi-Bogor.