BTN Salurkan SSB untuk 146.000 Unit Rumah

Dengan asumsi sebanyak 146.000 unit rumah, maka total kredit yang dapat disalurkan BTN mencapai sekitar Rp22 triliun dan ini sudah cukup bagi korporasi pada saat ini.

0
304
backlog perumahan di tengah pandemi corona dan kpr bank btn melalui ssb dan aplikasi sikumbang
Perumahan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah./ dok. PUPR

Propertyandthecity.com, Jakarta – Angin segar bagi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau bank BTN di tengah pandemi Covid-19 yang memukul berbagai sektor ekonomi. Pasalnya, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat dan Kementerian Keuangan mengalirkan Subsidi Selisih Bunga (SSB) untuk mendorong pembiayaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah.

Direktur Utama BTN Pahala N Mansury mengatakan, SSB tersebut merupakan bagian dari stimulus pemerintah paket kedua dan BTN siap menyalurkannya. Dengan SSB tersebut diproyeksi dapat dipakai untuk mendukung 146.000 unit rumah yang akan disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca: Di Tengah Pandemi Covid-19, Kinerja BTN On Track

“Pada saat seperti ini memang dibutuhkan bantuan dari pemerintah untuk tetap memutar roda perekonomian. Kami berterimakasih kepada pemerintah yang tetap berkomitmen mendukung sektor pembiayaan perumahan bagi rakyat dengan mengucurkan SSB dan mempercayakan kepada Bank BTN untuk menyalurkannya,” ujar Pahala di Jakarta, Rabu (14/5/2020).

Dengan asumsi 146.000 unit maka total kredit yang dapat disalurkan BTN menurut Pahala mencapai sekitar Rp22 triliun dan ini sudah cukup bagi korporasi pada saat ini. Menurutnya ini sudah sangat membantu dan likuiditas BTN sangat mendukung apalagi dengan penurunan Giro Wajib Mininum (GWM) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan sampai dengan Maret tahun 2020 tumbuh.

Likuiditas BTN, dijelaskan oleh Pahala cukup aman dan terjaga. Sementara rasio Aset Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) terjaga di atas 80%, jauh di atas regulasi yang dipatok 50%.

Baca: Reklamasi Berlanjut, IPW: 20% Harus Untuk Hunian Menengah Bawah

“SSB dapat menggairahkan sektor properti yang saat ini terpukul pandemi Covid-19, karena dapat mendorong permintaan dan bisa menggerakkan pengembang properti dan 172 sektor turunan properti lainnya,” ungkapnya.

Sejak tahun lalu, BTN telah melakukan perbaikan proses bisnis berbasis risiko dengan fokus pada segmen berisiko rendah. Ini menunjukkan bahwa perseroan telah melakukan kehati-hatian dalam setiap proses bisnis. Dengan demikian perseroan akan sangat aman untuk mendorong dengan cepat SSB ini untuk segera tersalur kepada masyarakat walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19.

Dalam tiga bulan pertama tahun 2020, penyaluran KPR Subsidi Bank BTN (konvensional dan syariah) mencapai Rp3,68 triliun dengan jumlah rumah sebanyak 27.224 unit.

Baca: Tuti Mugiastuti: Penjualan Rumah Subsidi Turun Lebih dari 60 Persen

“SSB kita harapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan perumahan yang terjangkau sekaligus untuk mendukung Program Sejuta Rumah yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo sejak 2015,” lanjut Pahala.