BTN Kuasai 40% Market Share KPR

KPR menawarkan berbagai promo dengan bunga menarik. Seperti KPR Work From Home dengan bunga 6% dan BTN Solusi dengan bunga 6,99% fixed 2 tahun.

0
401
junior global bond bank btn akad kredit dan kinerja btn dan kpr
Bank BTN - Istimewa

Propertyandthecity.com, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus berkomitmen sebagai bank yang fokus di industri properti, khususnya perumahan. Direktur Utama Bank BTN Pahala N Mansury mengatakan, pihaknya tetap mendukung developer untuk bisa menyalurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) atau kredit kepemilikan apartemen (KPA), baik yang bersubsidi maupun non subsidi.

Bank BTN adalah satu-satunya banyak yang fokus mendukung industri perumahan. Buktinya dapat dilihat dari pangsa pasar Bank BTN saat ini,” katanya di Jakarta, Rabu (20/5/2020) lalu.

Baca: BTN Salurkan SSB untuk 146.000 Unit Rumah

Dia menjelaskan, hingga saat ini market share BTN untuk penyaluran KPR sekitar 40-an%. Sebanyak 16% di antaranya merupakan market share untuk KPR non subsidi.

“Untuk KPR subsidi sudah pasti kita jagoannya. Bahkan sampai dengan Maret sudah hampir sepenuhnya telah disalurkan. April kita kekurangan, makanya kita mengajukan penambahan alokasi kredit bersubsidi ke Kementerian PUPR,” ungkapnya.

Untuk diketahui, hingga April 2020, penyaluran KPR Subsidi Bank BTN tercatat telah menembus 105 persen dari target atau telah terealisasi sebanyak 26.836 unit.

Pencapaian tersebut merupakan realisasi 99 persen atau sebesar Rp3,57 triliun dari dana subsidi pemerintah yang disalurkan melalui Bank BTN.

Bahkan, mulai Mei 2020 ini, Bank BTN juga sudah siap menyalurkan Subsidi Selisih Bunga (SSB) dengan target 146.000 unit atau dengan nilai Rp22 triliun.

“Kita berharap bisa tersalurkan semuanya dalam kurun waktu sekitar 7,5 bulan ke depan. Kami optimis bisa salurkan semuanya,” ujarnya.

Adapun sebagian besar penyaluran KPR Bank BTN tersebut masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yakni sebesar 61% atau sebanyak 16.265 unit.

“Bahkan dari 61% itu, sebagian besarnya berada di Jabodetabek,” katanya.

Bank BTN terus berupaya melalui beberapa program dan terobosan baru guna menggenjot peningkatan penyaluran kredit properti.

Beberapa paket program disiapkan, seperti memberikan keringanan bunga hingga 6%. Kemudian melalui program BTN Solusi dengan bunga 6,99%, fixed 2 tahun.

Baca: Hingga Mei, Program Sejuta Rumah Capai 215.662 Unit

Adapula KPR Work From Home melalui melalui website www.btnproperti.co.id atau aplikasi Mobile Apps BTN Properti. Melalui program ini, BTN menawarkan suku bunga menarik, hanya 6%.

Program ini sangat menarik bagi konsumen, sebut Pahala. Sepanjang tahun 2020 ini saja, sudah ada kurang lebih 2,7 juta visitor. Namun yang menyampaikan aplikasi belum sebanyak itu.

“Sayangnya dalam 3 bulan periode kemarin baru sekitar 8.900 yang sudah menyampaikan aplikasinya. Kita terus mengoptimalkan KPR Work From Home, sebagai salah satu bentuk komitmen kita berbisnis dalam the new normal,” terangnya.

BTN juga telah memiliki beberapa produk digital channel seperti internet banking, mobile banking, cash management, dan virtual account. Bahkan di tahun ini BTN juga sudah mendapatkan izin dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk memiliki electronic data captured (EDC).

BTN juga melakukan perbaikan bisnis proses, seperti penyederhanaan dokumen mandatory yang kini hanya 3 dokumen saja, yakni KTP, slip gaji dan rekening koran.

“Sisa dokumentasi yang non-mandatory harus disempurnakan pada saat akad kredit. Jadi untuk mendapatkan akad kredit hanya 3 dokumentasi yang menjadi wajib untuk bisa diberikan,” jelas Pahala.

Melalui berbagai kemudahan tersebut, Pahala berharap dapat memperlancar proses bisnis KPR. Dan sudah terbukti bahwa backtrack-nya semakin menurun dari 64% menjadi 36%. Kemudian ada juga penurunan plafon, dari 57% menjadi 30-an%.

Baca: Asmat Amin: Properti Lokomotif Ekonomi Nasional, Pemerintah Harus Support 100%

“Jadi kami tetap semangat menyalurkan KPR bersubsidi maupun tidak bersubsidi di BTN,” imbuhnya.

Hingga kini, Bank BTN telah bekerjasama dengan lebih dari 3.000 developer properti di seluruh Indonesia. Bank pelat merah juga memiliki jaringan bisnis yang cukup luas, yakni terdiri dari 6 kanwil, 78 kantor cabang, dengan jumlah outlet mendekati 800 outlet. BTN juga telah memiliki sebanyak 60.000 ATM Merah Putih yang tersebar di berbagai wilayah.