Ampuh Lumpuhkan Virus, Penjualan Produk “Teknologi Plasmacluster” Sharp Naik Hingga 5 Kali Lipat

Selama masa pandemi ini, Sharp menawarkan paket promo spesial untuk produk Air Purifier, khusus bagi perkantoran, sekolah, klinik dan usaha lainnya yang dinilai rawan penyebaran virus Covid-19.

0
174
Teknologi Plasmacluster di air purifier
Air Purifier, salah satu produk SHARP yang disematkan Teknologi Plasmacluster. (dok. Sharp)

Propertyandthecity.com, Jakarta – Tiga lini produk PT Sharp Electronics Indonesia tengah mengalami peningkatan permintaan. Sebabnya, dalam produk-produk tersebut telah dibenamkan teknologi Plasmacluster yang terbukti ampuh melumpuhkan berbagai macam virus dan jamur, termasuk Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) atau Covid-19.

Produk-produk tersebut, yakni AC, Air Purifier, kulkas, termasuk ion generator. Bahkan hingga kini, kulkas/lemari es Sharp masih berada di posisi teratas (market leader) di Indonesia.

“Untuk di Air Purifier, cukup luar biasa karena selain membersihkan debu melalui filter, tetapi juga melalui ion Plasmacluster,” terang Head Section Plasmacluster Product Strategi Sharp Indonesia, Yudha Eka Putra dalam webinar Sharp, Selasa (22/9/2020).

Baca: Sharp Tawarkan Teknologi yang Mampu Cegah Virus Corona

Air Purifier milik Sharp, lanjut Yudha, bekerja dengan double protection, yakni secara aktif dengan mengeluarkan ion ke seluruh ruangan, dan secara pasif, yaitu menyaring udara melalui filter.

“Hepa filter kami mampu menyaring sampai 0,3 mikron, sementara virus yang biasanya melalui droplet 2 mikron. Sehingga udara dari Air Purifier Sharp menjadi sangat bersih,” ujarnya.

Sementara untuk ion generator, bisa diaplikasikan di dalam mobil. Adapun pada kulkas berfungsi untuk menetralisir bau kurang sedap, menekan pertumbuhan jamur, juga membuat makanan menjadi tetap segar.

Sedangkan pada AC, Plasmacluster akan menekan pertumbuhan jamur yang biasanya muncul di evaporator, sehingga kualitas udara menjadi lebih jernih, segar dan sehat.

Andry Adi Utomo, National Sales Sr. General Manager PT Sharp Electronics Indonesia menambahkan, produk Sharp dengan teknologi tersebut sudah mulai dipasarkan di Indonesia sejak tahun 2000 lalu, namun respons pasar belum terlihat.

“Respons masyarakat saat itu masih sulit, karena kami menjual Plasmacluster, produk yang tidak terlihat,” ujarnya.

Namun seiring pengujian yang terus menerus dilakukan terhadap teknologi tersebut, maka teknologi yang dibenamkan dalam produk Sharp tersebut mulai diterima konsumen.

Hingga saat ini, kata Andry, penjualan produk Sharp dengan benaman teknologi Plasmacluster telah mencapai 1,5 juta unit, bahkan semakin meningkat dalam beberapa waktu belakangan ini.

“Penjualan produk dengan Plasmacluster selama pandemi ini sangat luar biasa. Dibandingkan dengan tahun lalu, terjadi pertumbuhan sekitar 3-5 kali lipat. Jadi kalau sebelumnya kami bisa jual 2.000-3.000 unit per bulan, saat ini hampir 10.000 unit per bulan. Ini baru Air Purifier saja,” kata Andry.

Meningkatnya penjualan produk Air Purifier, sebut Andry, mampu menutup turunnya penjualan pada beberapa lini produk Sharp lainnya.

Baca: Wow, Neuva Ice Ternyata Mampu Cegah Virus Corona Loh!

Demikian halnya pada penjualan AC Sharp yang dilengkapi Plasmacluster, juga mengalami lonjakan selama pandemi Covid-19.

“Kalau dulu orang bilang AC dengan Plasmacluster lebih mahal, saat ini justru mereka lebih cari AC yang dilengkapi Plasmacluster. Demikian juga dengan penjualan kulkas. Sangat luar biasa,” tegasnya.

Beberapa bulan tersisa dalam tahun ini, Sharp Indonesia menargetkan penjualan produk Air Purifier dengan teknologi Plasmacluster sebanyak 10.000 unit per bulan. “Tahun depan target kami 15.000 unit per bulan,” imbuhnya.

Selama masa pandemi ini, Sharp juga memberikan paket promo spesial, khusus bagi perkantoran, sekolah, klinik dan usaha lainnya yang akan membeli Air Purifier Sharp.

Penjualan produk-produk Sharp tersebut dilakukan melalui 600 toko resmi dan 10.000 toko yang tidak resmi.

Hingga saat ini, produk Sharp dengan teknologi Plasmacluster sudah terjual sebanyak 90 juta unit di seluruh dunia. Bahkan brand Air Purifier Sharp menempati posisi pertama di Jepang.

Ampuh Lumpuhkan Virus

Terkait ampuhnya teknologi Plasmacluster, PT Sharp Electronics Indonesia juga mengumumkan temuan terbaru terhadap kemampuan teknologi tersebut. Dimana Plasmacluster dinyatakan telah lolos uji dalam menurunkan risiko penularan Covid-19 melalui udara pertama di dunia.

“Ini merupakan kontribusi yang dapat dilakukan oleh Sharp dalam membantu menjaga kesehatan konsumen setianya di seluruh dunia,” ungkap Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia dalam kesempatan yang sama.

Teknologi Plasmacluster merupakan sebuah produk original milik Sharp yang juga sudah dipatenkan oleh Sharp. Teknologi tersebut dapat menghasilkan ion positif dan negatif melalui ion generator, yang menyebar ke seluruh ruangan, kemudian membersihkan udara dalam ruangan tersebut.

Cara kerja Plasmacluster, terang, Yudha, yakni ketika ion-ion tersebut sudah tercipta dari ion generator, maka ion negatif dan positif tersebut akan menempel pada permukaan bakteri di udara, jamur, virus, alergen, dan sejenisnya, dan memecah bagian dari bakteri tersebut sehingga menjadi tidak aktif.

“Secara keseluruhan, Plasmacluster bermanfaat untuk menonaktifkan virus, bakteri, menetralisir bau, alergen dan termasuk melembabkan kulit,” sambung Yudha.

Manfaat lain dari teknologi Plasmacluster adalah menekan pertumbuhan virus, terutama di daerah-daerah dengan kelembaban tinggi.

Sharp Corporation bersama para ahli telah melakukan penelitian mendalam di laboratorium di Jepang untuk membuktikan, apakah teknologi ini aman bagi manusia.

Pengujian tersebut dilakukan dengan memaparkan ion Plasmacluster dalam jumlah sangat besar, baik ke kulit, mata, juga pernapasan, termasuk bayi dalam kandungan. Hasilnya, tidak ditemukan efek negatif Plasmacluster tersebut.

Baca: Rilis Soundbar HW-Q950T, Samsung Hadirkan Pengalaman Audio Termutakhir

Tidak hanya di Jepang, teknologi Plasmacluster juga sudah diteliti oleh lebih dari 30 universitas maupun laboratorium penelitian di 8 negara dunia.

Teknologi Plasmacluster pada produk Sharp, sejatinya sudah ada di Indonesia sejak 2000 silam. Bahkan, keefektifan teknologi ini sudah diujicoba terhadap virus corona yang menyebar melalui kucing, anggota keluarga Coronaviridae pada 2004. Pada tahun berikutnya, 2005, kembali Sharp membuktikan keefektifannya terhadap virus asli SARS Coronavirus (SARS-CoV), yang menyebabkan wabah (2002-2003) dan secara genetik mirip dengan novel coronavirus (SARS-CoV-2).

Dan di tahun 2020 Sharp telah memastikan bahwa Ion Plasmacluster yang dimilikinya juga efektif melawan virus korona baru (SARS-CoV-2) atau Covid-19 yang mengambang di udara.