Top 5 This Week

Related Posts

Ada Destinasi Baru di Nuanu Creative City, ini Keunggulan Punya Hunian di Episentrum “Kota Kreatif”

PropertyandTheCity.com, Jakarta– Bali, boleh jadi dulu lebih dikenal karena destinasi wisatanya yang populer bagi pelancong dalam dan luar negeri. Tapi kini, Pulau Seribu Pura ini mulai dilirik sebagai kawasan potensial untuk mereka yang ingin terjun ke dunia investasi properti, terutama dalam bentuk vila, hotel dan resor.

Baca Juga: Jatuh Cinta Pada Bali, Duo Swedia Rancang Hunian Ala Skandinavia yang Ringan Disukai Banyak Orang

Menariknya, daerah potensial pun kini tidak hanya berpusat di kawasan-kawasan terkenal seperti Kuta, Seminyak, atau Denpasar. Munculnya banyak destinasi wisata baru ternyata juga ikut andil memunculkan kawasan baru yang diprediksi akan semakin maju pesat hingga beberapa tahun ke depan.

Beraban yang masuk ke dalam Kabupaten Tabanan ini diramalkan akan menjadi seramai Ubud dan Seminyak dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi kini sudah banyak bar, cafe, hingga vila yang dibangun di sini. Kawasan cocok dihuni siapa saja, mulai dari anak-anak hingga mereka yang akan menyambut usia senja, karena menyajikan keindahan alam eksklusif untuk menyegarkan pikiran.

Berada di kawasan pesisir pantai, wilayah Beraban juga dikelilingi oleh lahan persawahan yang luas dan hijau. Meski begitu, jalur keluar masuknya mudah diakses, serta berdekatan dengan sejumlah objek wisata populer. Sebut saja Pantai Nyanyi dan Pantai Soka yang sudah sangat terkenal.

Uniknya, alih-alih perumahan dengan nuansa tradisional Bali, beberapa waktu belakangan hunian di sini sudah banyak yang beralih ke arsitektur yang lebih modern dengan nuansa yang lebih ramah, aman, dan nyaman.

Nuanu menyediakan bus listrik untuk jelajah kawasan, dan mengandalkan energi terbarukan untuk pasokan listrik.

Nuanu Creative City (44 hektar), sebuah “kota kreatif” yang belakangan menjadi buah bibir para traveler saat berkunjung ke Bali. Bukan hanya cocok untuk berwisata, tapi konsep one stop attractions di satu tempat sekaligus yang digagas, menjadi hal baru bagi Pulau Bali sendiri sebagai tujuan berlibur, selain meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan.

Di dalamnya, ada beach club, hotel, sekolah, peternakan Alpaka (binatang menyusui asal Amerika Selatan), ruang kreatif, vila, townhouse dan apartemen. Nuanu, hadir untuk menjadi pusat hunian berkelanjutan sekaligus rekreasi terbaru di Bali bagian selatan.

“Peran kami sebagai pengembang bukan hanya membangun hunian berkualitas, tetapi juga mengkurasi sebuah ekosistem yang unggul. Dari perspektif pribadi, inilah yang disebut kualitas hidup; dari perspektif investor, inilah nilai tambah dan permintaan yang secara alami tumbuh dari sinergi dengan sektor pariwisata, investasi, dan acara-acara yang diselenggarakan di Nuanu,” ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, saat menjamu sejumlah jurnalis dalam acara Buka Puasa Bersama di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Progres Fisik dan Serapan Pasar

Meski disebut sebagai kota kreatif, hampir sebagian besar wilayah Nuanu atau sekitar 70 persennya adalah ruang hijau. Bahkan beberapa bangunan mengusung konsep open-air. Terbayang, hamparan rumput, teduhnya pepohonan dan udara sejuk di dalamnya.

Head of Corporate Communications Nuanu Real Estate, Reyni Wullur menyebut, ekosistem kehidupan berkelanjutan yang berfokus pada pelestarian ruang hijau dan lingkungan hidup menjadi ‘napas’ setiap properti yang dirancang baik untuk hunian, tempat berkreasi, maupun investasi.

“The living ecosistem-nya harus terbangun dulu dengan baik, baru masuk ke real estat,” ucap Reyni.

Foto: Andr. Putri

Di divisi Nuanu Real Estate, hingga saat ini telah diluncurkan 12 proyek hunian dan satu hotel investasi dengan skema kepemilikan hak milik (freehold) dan hak sewa (leasehold).

OXO The Pavilions kini memasuki tahap konstruksi pasca groundbreaking. Unitnya sudah habis terjual. Begitu juga Flower Estates, pembangunan vila berstatus freehold bagi WNI ini sedang berjalan dan ditargetkan serah-terima pada kuartal pertama 2027. Dipasarkan 28 unit vila berukuran 106 m2 – 135 m2 seharga Rp8,4 hingga Rp9,9 miliar. 

The Collection Vol. 1, bangunan fisik sudah mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung (fully hand over) pada kuartal pertama 2026. “Ada empat vila, tiga diantaranya sudah selesai dibangun, satu lagi masuk finishing,”  katanya.

Nuanu juga memasarkan Black Sands Oasis, vila dan studio berstatus leasehold dengan desain berlanggam desert modernism, berukuran 31-159,8 m2 yang dibanderol Rp1,8 – Rp7,9 miliar. Ada juga The Sense yang dilego dengan harga lebih tinggi, yakni berkisar Rp2,6 miliar – Rp35,2 miliar. Ini adalah hunian berbasis komunitas kreator, wirausahawan, dan profesional. Ukuran propertinya mulai dari 55,6 – 600 m2. 

Sementara itu, X Hotel, proyek hotel investasi ditargetkan serah terima pada kuartal pertama 2027. “Maksimal end off April tahun ini sudah masuk tahap arsitektural. Total kami menargetkan lebih dari 400 unit residensial dan hospitality siap diserahterimakan pada 2027,” ungkap Reyni.

Sutala, Wisata Gastronomi 

Nuanu sendiri berasal dari kata “nu-anu” yang berarti “dalam proses”. Dibangun sejak Oktober 2020, Nuanu terus berproses baik dalam pembangunannya, hingga beragam kegiatan yang dilakukan di dalamnya.

Developernya menghadirkan fasilitas baru di Nuanu yaitu Sutala. Sebuah episentrum kuliner dan gaya hidup dalam lingkungan yang walkable. Dari Sutala, pengunjung dapat menyaksikan indahnya sunset musabab letaknya persis di pinggir pantai. 

Conrad, Direktur Sutala (kiri) didampingi Head of Corporate Communications Nuanu Real Estate, Reyni Wullur (kanan), menjelaskan sejumlah update pembangunan fisik proyek hunian dan hotel di Nuanu Creative City. [Foto: Andr. Putri]

Dari luas bangunan 17.000 m2, hanya 8.000 m2 yang diplot untuk menampung 60 tenant, mulai dari restoran, artisan kafe, pop up market,hingga ruang terbuka hijau. Ukuran unit lot nya mulai dari 20m2 hingga 260 m2.

“Porsinya 70 persen area food and beverage yang terkurasi ketat, sisanya untuk berbelanja. Konsep Sutala sangat ramah untuk segala usia dan menjadi tempat yang ideal untuk bersantai dan berkumpul bersama teman dan keluarga,” jelas Conrad, Direktur Sutala.

Dalam penawaran investasi, Nuanu menggunakan sistem bagi hasil yakni 9-15 persen dari pendapatan setiap tenant. Hingga kini progres pembangunan Sutala telah mencapai 60 persen. Rencananya, Oktober tahun ini siap dibuka untuk umum.

Fasilitas baru lainnya, belum lama ini Nuanu menggandeng Genius City, platform pendidikan masa depan dan kewirausahaan berbasis AI yang terintegrasi dengan kurikulum Cambridge bagi siswa sekolah dasar dan menengah di ProEd Global School. 

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles