PropertyandTheCity.com, Jakarta- Perusahaan pengembang perumahan di sejumlah kawasan penyangga Jakarta, Daun Karya Property, menggelar talkshow konstruktif “Wealth Talk: Economic Outlook 2026” di Marketing Gallery Avani Breeze Residence, Tangerang pada Minggu, (25/02).
Agenda ini bertujuan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya generasi muda dalam memahami perencanaan keuangan dan investasi jangka panjang.
Konsultan Investasi Reinhard Suryanaga hadir sebagai pembicara utama yang membahas arah ekonomi global dan domestik serta strategi investasi menghadapi tahun 2026.
Baca Juga: Bukan Miliaran, Dekat Serpong Masih Ada Rumah Rp400 Jutaan
Sebutnya, berdasarkan proyeksi lembaga internasional seperti IMF dan World Bank, pertumbuhan ekonomi global 2026–2027 diperkirakan berada pada level moderat. The Federal Reserve diperkirakan melanjutkan kebijakan penurunan suku bunga, dengan proyeksi US rate berada di kisaran 3%–3,25%.
“Tekanan di pasar tenaga kerja Amerika Serikat mulai terlihat melemah, yang turut menjadi faktor pendorong kebijakan moneter yang lebih longgar. Di tengah kondisi tersebut, risiko global seperti ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, dan dinamika pasar obligasi masih menjadi faktor yang perlu diantisipasi investor,” ungkapnya dalam siaran pers, Selasa (27/1).

Untuk Indonesia, ia memproyeksikan kondisi ekonomi yang relatif stabil pada 2026. Inflasi nasional diperkirakan tetap berada dalam rentang target, dengan BI Rate di kisaran 4,25%–4,5%. Kepercayaan konsumen mulai menunjukkan perbaikan, khususnya dalam pembelian barang bernilai besar, meskipun daya beli secara umum masih mengalami pemulihan secara bertahap.
Sejumlah instrumen investasi yang dinilai potensial pada 2026, antara lain emas, ekuitas, dan properti. Properti dinilai tetap relevan sebagai instrumen jangka menengah hingga panjang, seiring stabilitas suku bunga dan kebutuhan hunian yang terus meningkat.
Sementara itu Kharolina Lesli, Founder Daun Karya Property, meyakini bahwa hunian bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan yang sehat.
“Melalui Wealth Talk ini, kami ingin mendorong generasi muda khususnya Gen Z untuk mulai mengambil keputusan finansial yang lebih aman dan terencana sejak dini, di bawah strategi #MulaiAmanDariMuda yang terus kami kampanyekan sejak tahun 2025,” ujarnya.
Inflasi Terkendali
Tren edukasi ekonomi dan investasi kini semakin relevan di tengah dinamika ekonomi global, sehingga masyarakat dapat lebih siap dalam memilih instrumen investasi, termasuk properti. Reinhard mengklaim, ekonomi 2026 diproyeksikan lebih baik dibandingkan 2025, meskipun masih dibayangi oleh berbagai tantangan global seperti dinamika geopolitik, fluktuasi harga energi, serta ketidakpastian kebijakan moneter.
“Tahun 2026 membuka peluang pertumbuhan yang lebih baik, seiring inflasi yang mulai terkendali dan potensi dimulainya siklus penurunan suku bunga. Namun, investasi tetap perlu dilakukan secara selektif, dengan investasi properti sebagai salah satu pilihan yang strategis,” paparnya.
Selain paparan economic outlook, Daun Karya turut memeriahkan acara dengan pemberian door prizes serta diskon khusus potongan harga pembelian unit Avani Breeze Residence dengan total ratusan juta Rupiah, hingga hadiah eksklusif bagi para pemenang kontes scrapbook yang telah digelar melalui platform digital.
Daun Karya Propertindo sendiri telah membangun 11 proyek perumahan yang tersebar di berbagai wilayah khususnya Tangerang, Bogor, Depok, dan Karawang.





















