Top 5 This Week

Related Posts

6 dari 10 Gen Z di Jakarta Ingin Pindah Hunian, Ini Alasannya!

Jakarta, propertyandthecity.com — Sebanyak 6 dari 10 generasi Z (Gen Z) di Jakarta mempertimbangkan untuk pindah hunian ke yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan mobilitas kini menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan tempat tinggal di kawasan perkotaan.

Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, mengatakan kebutuhan akan hunian yang mendukung efisiensi mobilitas semakin relevan di tengah tingginya tingkat kemacetan di Jakarta. “Sebanyak 6 dari 10 Gen Z di Jakarta mempertimbangkan untuk pindah hunian semata demi mengurangi durasi perjalanan harian mereka,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, (23/04/2026).

Jarak dan Harga Jadi Pertimbangan Utama

Survei tersebut juga menunjukkan dua faktor utama yang memengaruhi keputusan Gen Z dalam memilih hunian yang mengurangi waktu perjalanan harian ke tempat kerja, belanja, hiburan, dan yang llainnya. Adapun faktor utama itu adalah jarak ke tempat kerja sebesar 40 persen dan keterjangkauan harga sebesar 38 persen.

Selain itu, sebanyak 47 persen responden menilai waktu tempuh ideal menuju tempat kerja berada pada kisaran 15 hingga 30 menit. Namun, kondisi ini dinilai sulit dicapai di tengah kemacetan, kebijakan ganjil genap, serta kenaikan biaya transportasi.

Situasi tersebut mendorong Gen Z untuk mencari hunian yang lebih dekat dengan pusat aktivitas atau akses transportasi umum guna menghemat waktu dan biaya perjalanan.

Cove Palacio, Kebon Jeruk – 7 Menit ke Halte Transjakarta

Hunian Dekat Transportasi Umum Semakin Diminati

Kedekatan dengan transportasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pilihan hunian. Hunian yang berada di dekat KRL, MRT, LRT, maupun Transjakarta dinilai mampu memberikan waktu tempuh yang lebih stabil dan terprediksi.

Survei juga mencatat bahwa minat terhadap hunian akan meningkat jika lokasinya berada dalam radius kurang dari 500 meter dari akses transportasi umum. Sebaliknya, minat akan menurun jika jarak melebihi 1 kilometer.

Baca Juga: KAI Pasang Plang di Lahan Sengketa Tanah Abang, Klaim Negara vs Hercules Masih Bergulir

Dampak ke Harga dan Okupansi Properti

Dari sisi industri properti, tren ini turut mendorong peningkatan nilai sewa, khususnya pada hunian co-living. Cove mencatat harga sewa dapat meningkat sekitar 5 hingga 10 persen untuk hunian yang dekat dengan transportasi umum, bahkan bisa mencapai 20 persen dalam kondisi tertentu.

Selain itu, properti dengan akses transportasi yang baik juga mencatat tingkat hunian (okupansi) yang tinggi. Hunian dengan jarak kurang dari 15 menit berjalan kaki ke transportasi umum memiliki tingkat okupansi di atas 80 persen, dengan mayoritas penghuni berasal dari kalangan pekerja dan pelajar Gen Z. (*)

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles