Signify Hadirkan Lampu Meja Desinfeksi UV-C, Ampuh Lumpuhkan Virus dan Bakteri

Saat dunia sedang menyesuaikan diri dengan tantangan dan ‘adaptasi kebiasaan baru’ karena COVID19, Signify berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan disinfeksi yang semakin meningkat.

0
109
lampu meja desinfeksi Signify
Philips UV-C Disinfection Desk Lamp, ketika digunakan dalam kamar tidur. (dok. Signify)

Propertyandthecity.com, Jakarta – Pertengahan tahun ini, Signify, pemimpin dunia di bidang pencahayaan, memperkenalkan portofolio UV-C bagi konsumen. Berada di garis depan inovasi UV-C profesional, lampu meja desinfeksi (Philips UV-C Disinfection Desk Lamp), kini hadir untuk membantu konsumen mendesinfeksi rumah mereka dari virus dan bakteri secara efektif.

Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia mengatakan, saat dunia sedang menyesuaikan diri dengan tantangan dan ‘adaptasi kebiasaan baru’ karena COVID19, Signify berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan desinfeksi yang semakin meningkat.

Baca: Ampuh Lumpuhkan Virus, Penjualan Produk “Teknologi Plasmacluster” Sharp Naik Hingga 5 Kali Lipat

“Kami memperkenalkan produk UV-C. Lampu meja baru ini dapat membuat perbedaan dengan membantu menonaktifkan virus, termasuk SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, serta bakteri, jamur, dan spora, untuk membantu menjaga rumah kita tetap bersih dari mikro-organisme berbahaya,” ujar Rami dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2020).

Lampu meja desinfeksi UV-C adalah cara yang paling efektif dan terbukti ampuh menetralkan virus dan bakteri yang menempel pada benda-benda dan permukaan di rumah.

Lampu meja desinfeksi UV-C mudah digunakan, dengan panel kontrol ringkas dan dilengkapi panduan suara internal.

Mengingat paparan sinar UV-C dapat berbahaya untuk mata dan kulit, panduan suara bawaan pada lampu tidak hanya meminta pengguna untuk meninggalkan ruangan sebelum lampu menyala, namun Signify juga menambahkan perlindungan ekstra pada lampu meja tersebut dengan sensor terintegrasi yang mendeteksi gerakan dari manusia, dan langsung mematikan lampu jika terdeteksi adanya gerakan.

Baca: Corona Melanda, Justru Sekarang Waktu yang Tepat Beli Rumah

Cara pengoperasiannya pun sangat mudah:

  1. Setelah dihubungkan dengan listrik, panduan suara akan segera memberikan instruksi untuk menekan tombol. Ikuti dengan menekan tombol power sekira 3 detik untuk membuka kunci.
  2. Kemudian diikuti dengan menekan tombol pengatur waktu untuk memilih durasi waktu disinfeski yang diinginkan. Terdapat tiga pilihan waktu, yakni 15 menit (kamar kecil/mandi: 13 m2 dengan jarak 2 m), 30 menit (kamar tidur: 20 m2 dengan jarak 2,5 m), 45 menit (ruang keluarga: 28 m2 dengan jarak 3 m).
  3. Selanjutnya Anda diarahkan untuk kembali menekan tombol power untuk memulai pengerjaan. Panduan suara akan menginstruksikan untuk segera meninggalkan ruangan dan tutup pintu. Setelah 30 detik, saat sensor tidak mendeteksi adanya gerak manusia atau hewan, maka perangkat pun mulai mendesinfeski ruangan tersebut.
  4. Pengerjaan akan berhenti dan kembali dalam keadaan terkunci saat durasi pengerjaan yang dipilih telah selesai.
  5. Matikan tombol power saat pengerjaan selesai.

Catatan:
#. Sensor dapat mendeteksi gerakan manusia dan hewan dalam radius 5 meter. Jika terdeteksi adanya gerakan, perangkat UV-C akan mati secara otomatis dan kembali dalam keadaan terkunci.
#. Disinfeksi ruangan bergantung pada waktu disinfeksi, luas ruangan dan jarak paparan.

Philips UV-C Disinfection Desk Lamp tersedia dalam dua pilihan warna, yakni rose gold dan silver. Lampu disinfeksi memiliki daya 24 watt dengan dimensi 120 x 120 x 247 mm, dan bisa digunakan dengan masa pakai hingga 9.000 jam.

Signify Indonesia telah menghadirkan Philips UV-C Disinfection Desk Lamp di pasar Indonesia mulai pertengahan tahun ini yang tersedia di toko ritel dan platform e-commerce tertentu, serta melalui www.lighting.philips.co.id/id/consumer/uv-c-lighting. Harganya pun terjangkau, Rp1,2 hingga 1,5 jutaan per unit.

Philips UV-C Disinfection Desk Lamp
Philips UV-C Disinfection Desk Lamp di ruang keluarga. (dok. Signify)

Hasil Uji Laboratorium

Signify bersama Laboratorium Nasional untuk Penyakit Infeksi Emerging (NEIDL) di Universitas Boston, Amerika Serikat, telah melakukan penelitian yang memvalidasi efektivitas lampu UV-C milik Signify dalam menonaktifkan SARSCOV-2, virus penyebab COVID-19.

Sejak awal mula pandemi SARS-COV-2, Dr. Anthony Griffiths, Profesor Rekanan Mikrobiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Boston, beserta timnya terus bekerja mengembangkan alat untuk mendukung kemajuan ilmiah di bidang ini.

Selama masa penelitian, mereka telah mengujicoba material yang diinokulasi dengan radiasi UV-C dari lampu Signify dalam dosis berbeda, kemudian dinilai kapasitas inaktivasinya dalam berbagai kondisi.

Baca: Samsung Rilis Lifestyle TV Luar Ruangan Terbaru, The Terrace

Tim menerapkan dosis 5mJ/cm2, menghasilkan pengurangan virus SARS-CoV-2 sebesar 99% dalam 6 detik. Berdasarkan data, ditetapkan bahwa dosis 22mJ/cm2 akan menghasilkan pengurangan 99,9999% dalam 25 detik.

“Hasil tes kami menunjukkan bahwa radiasi UV-C di atas dosis spesifik dapat melumpuhkan virus secara menyeluruh. Hanya dalam hitungan detik, kami sudah tidak lagi dapat mendeteksi adanya virus. Kami berharap temuan kami dapat mempercepat pengembangan produk yang dapat membantu membatasi penyebaran COVID-19,” kata Dr. Anthony Griffiths.

Untuk diketahui, Signify sudah berpengalaman 35 tahun dalam pencahayaan UV-C.