Beranda Berita Properti Program Padat Karya Bedah Rumah PUPR Capai 93,46 Persen

Program Padat Karya Bedah Rumah PUPR Capai 93,46 Persen

Terdapat empat tower rusun yang dibangun Kementerian PUPR di Provinsi D.I Yogyakarta yakni di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), Rusun Santri Ponpes Ali Maksum dan Rusun ASN Kementerian PUPR.

518
0
Program Padat Karya Bedah Rumah PUPR Capai 93,46 Persen
Kegiatan bedah rumah MBR melalui Program BSPS oleh Kementerian PUPR dilaksanakan dengan metode Padat Karya Tunai. (dok. PUPR)

Propertyandthecity.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih terus fokus menyalurkan bantuan hunian layak melalui Program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya). Hingga 26 November 2020, realisasi BSPS yang diadakan melalui metode padat karya tunai (PKT) tersebut sudah mencapai 93,46% atau senilai Rp4,47 triliun, dengan jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 287.006 orang.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, Program BSPS ini dilakukan dengan metode padat karya tunai bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.

Baca: Tol Yogyakarta-Bawen Siap Dibangun

“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk menghuni rumah yang layak, sekaligus membuka lapangan pekerjaan sebagai tukang untuk rehabilitasi rumah. Saya harap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Menteri Basuki.

Di Provinsi Yogyakarta, Kementerian PUPR mengalokasikan penerima bantuan Program BSPS sebanyak 5.000 rumah tidak layak huni. Dari angka tersebut, sekitar 3.555 unit rumah sudah selesai dibangun.

“Kami terus berupaya melaksanakan pembangunan perumahan untuk masyarakat di Provinsi D.I Yogyakarta dengan baik sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan,” ujar Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Mochammad Mulya Permana.

Ia menyatakan, masih ada 1.445 unit rumah di D.I Yogyakarta yang masih dalam proses penyelesaian pembangunan. “Tapi kami optimis dengan dukungan masyarakat yang bergotong royong serta pendampingan dari Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) pembangunan rumah tersebut bisa selesai tepat waktu,” tutur Mulya.

Baca: Kementerian PUPR Bangun 4 Rusunawa Mahasiswa di Jawa Tengah

Mulya menambahkan, BP2P Wilayah Jawa III akan menerjunkan petugas dari Satuan Kerja serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan. Apalagi saat ini pekerjaan fisik untuk pembangunan berjalan efektif tersisa sekitar satu bulan saja.

Selain itu, pihaknya juga meminta para tukang bangunan untuk mempercepat pembangunan rumah swadaya agar tidak terhambat dengan kendala cuaca seperti turunnya hujan serta hal lain yang bersifat teknis. Sedangkan untuk mempercepat konstruksi Rusun, para kontraktor dan pekerja serta mandor dan Manajemen Konstruksi untuk bekerja dengan baik di lapangan.

“Pekerjaan fisik pembangunan sebisa mungkin harus sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Namun yang harus diperhatikan adalah para pekerja juga harus tetap melaksanakan protokol kesehatan guna menghindari terjangkit Covid-19,” harapnya.

Bentuk bantuan BSPS yang diberikan tidak berupa uang tunai melainkan bahan bangunan yang digunakan untuk membangun. Adapun rincian biaya yang dikeluarkan untuk peningkatan kualitas adalah Rp15 juta untuk material bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Sehingga total biaya yang untuk peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS) satu unit hunian adalah sebesar Rp17,5 juta.

Selain BSPS, Mulya mengungkapkan terdapat empat tower rusun yang dibangun Kementerian PUPR di Provinsi D.I Yogyakarta yakni di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), Rusun Santri Ponpes Ali Maksum dan Rusun ASN Kementerian PUPR.

Baca: Sinar Mas Land dan Mitsubishi Corporation Hadirkan Rumah Canggih Bergaya Jepang

“Dari empat Rusun yang ada masih ada dua Rusun yang masih dalam tahap proses penyelesaian akhir,” tandasnya.