Home Berita Properti Lukas Bong: Properti Sekunder Turun Lebih dari 50 Persen

Lukas Bong: Properti Sekunder Turun Lebih dari 50 Persen

Broker properti harus bisa mengubah cara bertransaksi juga strategi, lebih memanfaatkan teknologi untuk tetap bertahan dalam kondisi ini. Selain itu jangan lupa untuk stay safe dan stay update.

687
0
Rumah tipe Angsana di Perumahan Talaga Bestari juga pasar properti sekunder dan pandemi
Rumah tipe Angsana di klaster The Forest, Perumahan Talaga Bestari, Cikupa, Tangerang yang dijual mulai Rp800 Jutaan./ Foto: Intiland

Propertyandthecity.com, Jakarta – Industri properti Indonesia nampaknya harus lebih menahan napas panjang untuk tumbuh. Pasalnya, pertumbuhan yang sudah terlihat sejak awal tahun ini kembali merosot akibat wabah Corona yang belum juga berakhir.

Lukas Bong, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (DPP AREBI) mengatakan, penurunan penjualan telah terjadi, baik pasar properti sekunder maupun primer. Padahal, sejak Januari hingga Februari telah terjadi peningkatan penjualan.

Baca: AREBI CARE Berikan Donasi ke Sejumlah Rumah Sakit

“Jika dilihat secara umum pada kuartal pertama 2020 sebenarnya pasar properti Indonesia masih memerlihatkan kondisi yang cukup bagus,” ujar Lukas Bong ketika dihubungi.

Kata dia, pergerakan properti sudah mulai membaik dengan indikator suku bunga bank stabil, daya beli masyarakat meningkat dan IHSG membaik karena faktor politik dan ekonomi secara makro sangat menunjang.

“Bahkan di beberapa tempat ada kenaikan penjualan sekitar 10% hingga 20%,” sebut Lukas.

Namun, jika dirincikan, pertumbuhan pada Maret sendiri sudah mengalami penurunan sejak pemerintah mengumumkan adanya Covid-19 di Indonesia. Padahal, di kantor-kantor broker properti sudah menunjukkan adanya peningkatan sejak Januari hingga Februari.

Baca: Pengembang Menghadapi Ancaman Gulung Tikar

“Khususnya pada bulan April sejak adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penurunan mulai lebih terasa karena customer juga stay at home,” ungkap Lukas.

Bahkan, menurut Lukas, penjualan pasar sekunder turun sekitar 40 – 50 persen di beberapa tempat. Bahkan ada yang lebih dari itu.

“Tapi ada sebagian kantor yang lain justru tumbuh lumayan karena mereka memiliki data base yang masih bisa diolah di bulan sebelumnya dan terjadi transaksi pada bulan ini,” sebut Lukas.

Lebih lanjut Lukas bilang, untuk menghadapi situasi saat ini, maka kantor-kantor broker properti harus bisa merubah cara bertransaksi hingga strategi untuk lebih menggunakan media digital.

Baca: Hadapi Corona, ERA Indonesia Keluarkan Sejumlah Langkah Penting

“Saat ini, kuncinya adalah bagaimana kantor broker properti dapat menghemat pengeluaran jika pandemi ini berlangsung cukup lama dan bagaimana kantor broker bisa memanfaatkan teknologi untuk tetap bertahan dalam kondisi ini. Selain itu juga jangan lupa untuk stay safe dan stay update,” pungkasnya.

Previous articleAREBI CARE Berikan Donasi ke Sejumlah Rumah Sakit
Next articleAKI Group Jual Rumah Dekat Stasiun, Mulai Rp300 Jutaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here