Harga properti di Singapura telah naik dengan cepat dalam dua tahun terakhir dan diperkirakan terus naik, meskipun ada upaya pemerintah untuk mendinginkan pasar.
baca juga, Tawarkan 6 Konsep, Berikut Keunggulan Cluster Mahakam The Signature di Jakarta Garden City
Menurut kepala penelitian di agen real estat Knight Frank Singapore Leonard Tay, harga hunian pribadi bisa naik antara 1% hingga 3% pada 2022. Konsultan properti JLL Singapore memperkirakan harga naik sekitar 2%-4% tahun ini.
Direktur Senior Riset dan Konsultasi JLL Ong Teck Hui mengatakan, kenaikan itu jauh lebih lambat daripada lonjakan harga tahun lalu. Pada 2021 harga rumah pribadi melonjak 10,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Harga rumah susun umum di pasar penjualan kembali juga naik12,7% tahun lalu, data dari Dewan Perumahan dan Pengembangan menunjukkan. Dalam upaya untuk mendinginkan pasar properti perumahan swasta dan publik yang sedang panas, pemerintah Singapura memperkenalkan langkah-langkah kebijakan baru pada pertengahan Desember 2021.
Bea materai pembeli tambahan (ABSD) untuk orang asing dinaikkan menjadi 30% dari sebelumnya 20%. ABSD adalah pajak yang dikenakan pada pembeli properti residensial Singapura. Ini dihitung berdasarkan status tempat tinggal seseorang, kewarganegaraan, dan jumlah property tempat tinggal yang dimiliki orang tersebut di Singapura. Entitas seperti pengembang property juga perlu membayar ABSD saat mereka membeli properti residensial, yang dinaikkan menjadi 35% berdasarkan aturan baru. Ong dari JLL mengatakan volume transaksi di pasar perumahan pribadi turun 20% pada paruh kedua Desember 2021 setelah langkah-langkah pendinginan diperkenalkan, dibandingkan dengan paruh pertama bulan itu.
#harga properti di Singapura





















