Jababeka Residence: Berkah Infrastruktur dan Mimpi Silicon Valley

Akhir Juli 2020, Jababeka Residence merilis Cluster Rotterdam, rumah compact dengan kisaran harga Rp300 jutaan - Rp500 jutaan.

0
172
jababeka residence
Kawasan Jababeka Residence di Cikarang, Bekasi. (dok. Jababeka)

Propertyandthecity.com, Cikarang – Dipicu pembangunan infrastruktur yang sangat masif, kawasan Timur Jakarta terus bersolek mengundang minat konsumen dan investor properti untuk datang. Termasuk Kota Jababeka yang terus berbenah, menambah fasilitas publik.

Salah satu pengejawantahan Jababeka dalam menyambut terhubungnya infrastruktur dan sarana transportasi publik di kawasan tersebut adalah mengembangkan sistem transit oriented development yang tersentraliasi, yakni TOD City.

Baca: Pengembang Koridor Timur Menjawab Defisit Air Baku

Suteja Sidarta Darmono, President Director Jababeka Residence menjelaskan, TOD City Jababeka merupakan pengembangan sebuah konektivitas dan integrasi moda-moda transportasi dan infrastruktur yang masuk ke Kabupaten Bekasi pada umumnya dan Jababeka pada khususnya, seperti MRT (mass rapid transit), LRT (light rail transit), kereta api commuter line, dan kereta cepat.

“Itu semua akan kita integrasikan di satu titik dan dikoneksikan, baik dengan monorail maupun APM dan shuttle bus. Jadi akan ada konektivitas besar yang akan menghubungkan semua moda tersebut, sehingga disebut TOD City,” jelas Suteja.

Selain itu, imbuhnya, di setiap cluster perumahan dan fasilitas (fasum) di Jababeka akan disediakan shuttle yang akan terhubung dengan pusat TOD ini.

Terkait rencana pembangunan infrastruktur monorel di kawasan tersebut, Suteja menerangkan, hal tersebut merupakan proyek APM (automated people mover) yang menurut rencana akan dikerjakan Japan International Cooperation Agent (JICA). Monorel ini akan menghubungkan beberapa proyek besar di Cikarang, seperti Jababeka, Lippo Cikarang, Deltamas, dan MM2100.

Baca: Jababeka Residence Luncurkan Cluster Rotterdam, Mulai Rp370 Juta

“Saat ini study-nya yang belum selesai. Setelah hal itu rampung, kita baru bisa tahu kapan proyek ini bisa dimulai,” ujarnya.

Mimpi Silicon Valley

Saat disinggung mengenai mimpinya menyulap Jababeka menjadi seperti Silicon Valley, Suteja mengatakan dirinya belum bisa berbicara banyak mengenai hal tersebut. Dia hanya mengatakan, Jababeka cuma memanfaatkan potensi infrastruktur yang ada dalam perencanaan Pemerintah.

“Kami cuma menggunakan infrastruktur yang telah dan tengah dikembangkan Pemerintah kemudian meng-improve dan mengintegrasikannya dengan perencanaan kota Jababeka. Salah satunya TOD City ini. Kami berharap, dengan semua fasilitas ini, Jababeka akan jadi yang terlengkap di Timur Jakarta,” tuturnya.

Lebih dari itu, dia membayangkan kawasan Timur Jakarta bakal seperti Shenzhen, China. Dahulu, Shenzhen adalah kota nelayan yang sepi penduduk, sekarang bisa menjadi kota terbesar ketiga di China. Semua itu disebabkan Shenzhen diberkahi infrastruktur yang baik dan menjadi pusat perekonomian baru.

Baca: Rolling Hills, Proyek Terbaru KJIE di Koridor Timur Jakarta

“Di Timur Jakarta ini, pembangunan infrastruktur dilakukan besar-besaran. Sementara, kawasan industri yang menjadi basis ekonomi di sini juga masih terus berkembang. Bila sekarang masih 3.0, nanti jika bicara Silicon Valley, kita sudah harus bicara 4.0,” katanya.

Cluster Rotterdam

Akhir Juli 2020, Jababeka Residence merilis Cluster Rotterdam, rumah compact dengan kisaran harga Rp300 jutaan – Rp500 jutaan. Suteja mengatakan, penjualan cluster teranyar ini sangat bagus, karena menjawab tantangan dan kebutuhan konsumen properti di saat pandemi COVID-19 seperti saat ini.

“Kita harus akui, market sedang terkoreksi. Daya beli memang turun, tetapi pasar masih ada. Untuk itu, kami sesuaikan produk yang diluncurkan, dan tanggapannya baik. Selain itu, peluncuran cluster ini juga merupakan bukti kontribusi kami dari sisi sosial yang ingin membantu generasi milenial memiliki hunian yang layak di lokasi yang matang dan memiliki fasilitas lengkap,” paparnya.

Menurutnya, konsumen Rotterdam didominasi end user. Suteja menargetkan 70 unit yang dipasarkan di tahap pertama bisa terserap pasar di akhir Agustus. Namun, angka tersebut baru bisa dilihat saat pemilihan unit

Baca: Pasca Pandemi, Koridor Timur Jakarta Bangkit Paling Cepat

“Rotterdam merupakan cluster pertama Jababeka Residence sejak pandemi. Kami masih terus melihat perkembangan market, dan kami akan luncurkan produk sesuai kebutuhan,” kata Suteja yang mengatakan Jababeka masih cukup agresif meski dalam kondisi pandemi.