Home Kawasan IKN, Konsep Kota 10 Menit

IKN, Konsep Kota 10 Menit

74
0
Kota 10 Menit

Nantinya, IKN akan mengusung konsep Kota 10 Menit. Maksud dari konsep ini adalah penduduk yang tinggal di IKN hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk menempuh satu tujuan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Bambang Susantono. “Kita juga mempunyai konsep kota 10 menit atau ten minute cities. Apa itu ten minute cities? Jadi dalam 10 menit orang itu sudah bisa mencapai beberapa tempat yang memang menjadi bagian dari kehidupan,” kata Bambang secara virtual dalam acara Tanoto Scholars Gathering, medio Juli 2022 lalu.

baca juga, IKN, Lahan Jadi Soal

Dia menambahkan, “Misalnya dalam 10 menit itu mereka bisa ke tempat satu point of transite dan bisa ditransportasikan ke tempat lain. Jadi dalam 10 menit berjalan mereka sudah sampai di sana ataupun dalam 10 menit mereka dapat ke fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas sehari-hari,” ujar Bambang. Dia berharap, para penduduk di IKN yang berada di Kalimantan Timur nanti, meminimalisir penggunaan
kendaraan dengan konsep Kota 10 Menit tersebut. “Ini satu ekosistem atau hunian yang dalam 10 menit kita harapkan seseorang tidak perlu menggunakan kendaraan, cukup berjalan kaki saja untuk mencapai tujuan yang atau kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

Sebelumnya, Bambang Susantono juga menggambarkan IKN akan menjadi kota cerdas atau smart city nantinya. Smart city IKN Nusantara nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas yang membuat penduduknya betah. Mulai dari fasilitas tol bawah laut, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga Disney Park. Fasilitas tersebut nanti akan dibangun pada luas lahan total IKN sebesar 324.332 hektar, terdiri atas 256.142 hektar wilayah daratan dan 68.188 hektar wilayah perairan.

Gaet Jepang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam membangun Ibu Kota Nusantara (IKN). JICA akan bertindak sebagai konsultan pengawas pembangunan ibu kota baru tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dalam konferensi pers usai penyerahan hadiah kepada pemenang sayembara konsep rancangan dan bangunan gedung IKN di Jakarta, pertengahan Juli 2022 lalu. “JICA akan bergabung dengan kita, JICA ini nanti akan menjadi nanti konsultan mengawasi, pengawas untuk seluruh bangunan dan juga untuk kontrol,” jelasnya.

Menurut Diana, digandengnya JICA karena mempunyai pengalaman dalam membangun kawasan perkotaan. Dengan bergabungnya JICA, kualitas bangunan di IKN yang berlandaskan konsep smart dan green city dapat tercapai. “Artinya, melakukan quality insurance seperti apa. Karena, kami, Kementerian PUPR belum mmpunya pengalaman membangun suatu kota,” sambung Diana.

Sebelumnya diberitakan, JICA telah menyampaikan hasil studi terkait pembangunan IKN Nusantara dalam pertemuan dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Rabu (13/7/2022). JICA menyebutkan, ada empat tantangan dalam menjamin mutu pembangunan IKN. Pertama, diperlukan integrasi berdasarkan kondisi dasar di mana semua desain dan pembangunan harus sesuai kondisi topografi dan geologi saat ini.

“Kemudian land grading dan semua rencana infrastruktur harus merujuk ke rencana drainase untuk mencegah bencana banjir,” ujar Chief Representative JICA Takehiro Yasui dalam keterangan tertulis, Rabu (13/7/2022).

Kedua, diperlukan koordinasi infrastruktur bawah tanah. Salah satunya yaitu, pengamanan luasan ruang bebas/ right-of-way (ROW), terutama untuk lubang got dan struktur yang lebih besar seperti pompa pengangkat saluran pembuangan.

Ketiga, perlu disiapkan ruang untuk menjamin aksesibilitas perluasan di masa depan. Salah satunya kebutuhan lahan untuk layanan transportasi umum seperti halte dan utilitas jalan seperti lampu dan CCTV. “Keempat, jaminan mutu konstruksi,” tutup Takehiro.•

[Andrian Saputri]


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here