HALO ! KAMI BUTUH KUOTA TAMBAHAN

0
635
37 bank salurkan kpr flpp dan penyaluran dana flpp
Rumah murah bagi MBR. (Foto: Pius Klobor)

RUMAH SUBSIDI FLPP

Tingginya permintaan rumah subsidi olehmasyarakat membuat bank-bank kehabisan kuota FLPP. Apa yang membuat kuota FLPPhabis tahun ini?

Pemerintahboleh bergembira kuota untuk rumah subsidi lewat FLPP (FasilitasLikuiditas Pembiayaan Perumahan) nyarishabis. Bahkan, beberapa bank plat merah terang-terangan meminta tambahan kuotaFLPP karena kuota yang dimilikinya sudah habis. Ini membuktikan rumah subsidilewat FLPP permintaannya melonjak tinggi tahun ini.

Untukdiketahui, penyaluran dana subsidi dilakukan melalui sejumlah program yangsudah berjalan seperti KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),Subsidi Selisih Bunga Kredit Perumahan (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM)dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Kementerian PUPR yang melaksanakan penyaluran FLPPmenyebut dari hasil evaluasi triwulan II tahun 2019, danaFLPP yang telah disalurkan kepada masyarakat sebanyak 46.174 unit atau sekitar67 persen dari target 68.858 unit.

Pemerintahtelah menunjuk 39 bank sebagai Bank Pelaksana penyalur danaFLPP pada tahun 2019 ini. Sebanyak  9 bankdi antaranya adalah  Bank Umum Nasional dan 30 BankPembangunan Daerah (BPD). Dari hasil evaluasiKementerian PUPR terungkap sebanyak 18 Bank Pelaksana yang mampumelakukan penyaluran KPR FLPP lebih dari 50 persen dari kuota yang diberikanberdasarkan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO).

Besarnyaserapan rumah subsidi lewat FLPP tidak lepas dari bank-bank besar BUMN ikutmasuk ke rumah subsidi. Sadar pasar properti segmen atas sedang lesu, bank-bankyang semula tidak melirik rumah subsidi, kini ikut membiayai rumah subsidi. Inijuga tidak lepas dari pengembang-pengembang yang juga ramai-ramai masuk kerumah subsidi yang dinilai tidak mempan kondisi ekonomi saat ini.  “Segmenrumah subsidi tidak terpengaruh kondisi ekonomi saat ini. Rumah Subsidi masihsangat potensial dan demand-nya naikluar biasa,” ujar Ignatius Susatyo Wijoyo, Executive Vice President Consumer LoansGroup PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,

Menurut Hermita,General Manager Consumer SalesDistribution Division Bank BNI,  mengapa FLPP habis karena dulu tidak banyakbank yang masuk ke rumah FLPP. Sekarang dengan banyaknya akad massal, ituartinya bank-bank BUMN lainnya juga sudah masuk ke FLPP. Begitu juga parapengembang anggota REI yang awalnya hanya ke BTN. Sekarang mulaike bank-bank lain karena peminat rumah FLPP juga banyak. “Sekarang trennya yang larismanis adalah rumah FLPP,” ujar Hermita.

Ditambahlagi saat ini berbagai instansi pemerintah baik di kementerian maupun BUMNberlomba-lomba untuk memberikan fasilitas perumahan kepada karyawannya.  Ini mendorong pengembang berbondong-bondongmembangun rumah subsidi lewat FLPP. Akhirnya kuota rumah subsidi pun habis. “Biasanyabulan September pemerintah berteriak-teriak pakai kuota rumah subsidi. Sekarangbank yang teriak-teriak kuotanya habis. Bulan Juni saja sudah berteriak-teriakkuota habis,” ujar  ujar ibu, dua putri dan satu putra ini.

Bank BNIsendiri tahun 2019 ini meminta 10 ribu unit rumah subsidi, tetapi kuota yangdiberikan hanya 7500 unit. Sama seperti tahun 2018 kuota yang diberikan ke BNIhanya 7500 unit. Tahun ini dengan kuota yang dimiliki Bank BNI hanya 7500 unitsudah habis. “Kami sedang berusaha meminta tambahan, samadengan bank-bank lain sedang meminta tambahan kuota,” ujar Hermita

Begitujuga dengan bank plat merah lainnya, Bank BRI saat ini sedang menunggu tambahankuota  FLPP karena target tahun ini sudahterpenuhi. Menurut Kepala Divisi Kredit Konsumer Bank BRIPrimartono Gunawan, BRItelah berhasil memenuhi kuota FLPP yang ditetapkan oleh Kemenpupera selamatahun 2019, yaitu sebesar 1.387 unit dengan total realisasi sebesar Rp134,35 miliar. Saatini BRI sedang dalam proses penambahan kuota ke Kemenpupera.

Secara keseluruhan BRI sendiri punya targetpenyaluran KPR tahun 2019 sebesar Rp10.42 Triliun. sedangkan target penyaluran KPRtahun 2018 sebesar Rp9,57 Triliun, yang berarti BRI menargetkan untukpenyaluran (realisasi) ditingkatkan sebesar8,78 persen. “BRI punya program-program yang menarik ditahun 2019 ini seperti KPR Hoki, KPR Lebaran, dan yangberlaku saat ini adalah KPR Merdeka untuk merayakan hari KemerdekaanIndonesia,” ujar Primartono.

Darisemua bank BUMN penyalur rumah subsidi, Bank BTN masih jawaranya. BTNmasih terus mendominasi penyaluran kredit rumah subsidi hingga pertengahantahun 2019. Hingga 30 Juni 2019realisasi penyaluran kredit perumahan BTN telah diberikan untuk 424.863 unitrumah atau senilai Rp36,42 triliun. Khusussegmen rumah subsidi, perseroan telah menyalurkan kredit perumahan untuk328.192 unit rumah senilai Rp19,7 triliun.Direktur Utama Bank BTN Maryono mengakui kuota FLPP yang sudah diberikan olehpemerintah kepada BTN hampir habis. Langkah berikutnya yang dilakukan oleh BTNadalah menunggu hasil evaluasi secara nasional oleh pemerintah , bank-bank manasaja yang sudah diberikan kuota FLPP. “Kita tunggu dari Kementerian PUPR danBTN siap berpartisipasi apabila ada kuota yang belum direalisasikan akandirealisasikan oleh BTN,” ujar Maryono. (PiusKlobor, Hendaru)