Beranda Berita Properti Conwood Luncurkan Wajah Baru Website, Apa Keuntungannya?

Conwood Luncurkan Wajah Baru Website, Apa Keuntungannya?

0
Peluncuran Website Conwood Indonesia, www.conwood.com, Kamis (18/1).

PropertyandtheCity.com, Jakarta – PT Conwood Indonesia, produsen papan fiber cement asal Thailand, resmi mengumumkan layanan daring terbarunya melalui peluncuran wajah baru situs web untuk terus meningkatkan branding perusahaan serta menjaga reputasi kepercayaan masyarakat, pada Kamis (18/1).

Dengan menghadirkan fitur baru yang dirancang sebagai wadah untuk meningkatkan aksesibilitas informasi dan layanan bagi masyarakat, situs web baru Conwood Indonesia bisa diakses melalui www.conwood.com. Situs web dengan semangat melayani dan mengusung tema Forwarding Nature Centric Living, Conwood Indonesia memiliki wajah baru yang lebih dinamis dan interaktif. 

Commercial Director Conwood Indonesia, Isti Wayang, mengatakan, peluncuran facelift situs web Conwood Indonesia ini merupakan bentuk penyegaran dan penguatan branding perusahaan, untuk mempertegas posisinya sebagai perusahaan subtitusi kayu (concrete wood) terkemuka di Indonesia sesuai dengan visi perusahaan.

“Conwood Group usianya sudah lebih dari 10 dekade. Wajah baru website perusahaan kami adalah salah satu upaya grand rejuvenation, sesuai visi perusahaan kami yaitu tidak hanya mempercantik bangunan rumah, tetapi kami juga turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan berupa kampanye konsep green melalui media website, dengan tujuan upaya edukasi sampai ke palaku proyek hingga home owner,” ujarnya kepada media di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Kampanye ‘hijau’ menjadi penting lantaran isu tersebut sejalan dengan produk Conwood yang terbuat dari fiber cement ramah lingkungan musabab diproduksi menggunakan teknologi mesin ramah lingkungan dari Swiss. Bahannya dari campuran semen dan serat selulosa, material non asbestos yang aman dipakai. Supaya tidak terkesan terlalu kaku, sebagai produk fiber cement diproduksi dengan finishing mirip kayu baik warna maupun teksturnya. Fungsinya pun sudah bermacam-macam, tidak hanya sebagai lisplang.

“Raw material, proses produknya hingga wasted management di pabrik kami sangat green concept. Ini sejalan dengan tujuan Conwood Indonesia, yaitu selain eksis di dunia solution building sebagai unsur dekoratif, kami juga ingin menjaga lingkungan dan menyelamatkan bumi karena tidak ada aktifitas penebangan pohon secara langsung,” ungkap Isti.

Penyegaran website juga merupakan wujud respon terhadap kecanggihan teknologi serta banyaknya jalur komunikasi perusahaan dengan konsumen. Melalui website ini, Conwood Group menyatukan segala informasi antara Conwood Indonesia dan Conwood Thailand. Konsumen bisa mendapatkan referensi desain, renovasi, info produk dan tips-tips dekorasi di laman website tersebut. 

“Fitur terbaru adalah tersedianya kanal informasi untuk tiga kategori visitor, yaitu home owner, arsitek dan kontraktor. Ada juga fitur kalkulator  yang bisa dimanfaatkan konsumen untuk perhitungan dan simulator produk, serta informasi lokasi dealer Conwood. Jadi  tinggal cek lokasi penjualan produk Conwood terdekat sesuai lokasi mereka tinggal,” jelas Marketing Manager Conwood Indonesia, Ferri Firdaus.

Terlibat di IKN

Conwood Company merupakan anak usaha Siam City Cement (Holcim Group-Swiss) dengan pabrik di Thailand. Masuk ke Indonesia tahun 2012, saat ini Conwood memiliki distributor di beberapa kota besar di Jawa, Bali, dan Sumatera. Conwood juga membangun pabrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Conwood tersedia dalam belasan tipe untuk aplikasi lisplang, lantai, plin lantai, pelapis dinding dekoratif (sebagai aksen), penahan sinar matahari, plafon, tangga, dan pagar. Model tekstur dan ukurannya beragam sesuai aplikasi. Bisa dipakai di dalam dan luar bangunan. Ketebalan 0,8 (elemen pelapis) sampai 3 cm (tangga) dengan panjang dan lebar papan 5 x 3 sampai 20 x 3 m. Pemasangan cukup dipaku pada rangka kayu atau disekrup pada rangka besi. Produk bisa dilapisi cat air atau minyak. Untuk pemakaian normal Conwood diklaim mampu bertahan hingga 10 tahun.

Perubahan gaya hidup masyarakat yang mulai konsen terhadap masalah lingkungan di tengah kondisi pemanasan global, memberikan peluang besar bagi Conwood Indonesia dalam memasarkan produk concrete wood mereka.

Presiden Joko Widodo tengah meninjau pembangunan Sumbu Kebangsaan di proyek IKN, yang decking area nya menggunakan produk Conwood.

Sepanjang tahun 2023, Conwood Indonesia berhasil mengerjakan sedikitnya 1.856 proyek besar di Indonesia, terutama di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Terbanyak adalah proyek-proyek residensial bekerja sama dengan sejumlah developer ternama Tanah Air, mulai dari Summarecon, Paramount Land, Duta Putra Land, Sinar Mas Land, dan lain sebagainya. “Angka tersebut hanya proyek besar saja, kalau yang (proyek) kecil-kecil jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” sebut Isti.

Untuk diketahui, selama ini basic project 80-90% masih mendominasi penjualan produk Conwood Indonesia, sedangkan modern ritel hanya 10-15%. Isti optimis, tahun ini pihaknya melihat banyak peluang untuk mendongkrak kinerja perusahaan ke depan. Bebagai proyek pun tengah dikerjakan, seperti proyek ibu kota negara (IKN).

Tahun lalu, pihaknya mendapatkan tiga kontrak pekerjaan dekoratif pada pekerjaan pembangunan IKN, yaitu Rumah Tapak Jabatan Menteri, Sumbu Kebangsaan tahap 1 dan kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) tahap 1. “Kami mengerjakan area decking cukup luas di sana,” imbuhnya.

Produk Conwood sudah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di angka 67 persen dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sehingga banyak masuk ke proyek pemerintahan.Meski bahan baku concrete wood yang dikembangkan tidak menggunakan material kayu, namun bentuk strukturnya tetap menyerupai kayu dan disebut tahan api, gempa bumi dan anti rayap. Selain itu, material ini juga diklaim workability, dalam arti dapat dengan mudah dimodifikasi sesuai dengan keinginan. 

“Bahan baku semen membuat produk kami high-durable, sedangkan unsur fiber selulosanya tidak menggunakan pasir silika berbahaya untuk mengejar sisi workability. Hal ini untuk mengakomodir arsitek-arsitek kita yang memiliki kreatifitas tanpa batas, juga home owner yang seleranya banyak sekali. Produk kami profilnya bermacam-macam, termasuk pilihan warna dan grooving,” papar Isti.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini