Geliat pembangunan industri properti kembali menguat, yang akhirnya berimabas pada industri material bangunan dalam memasuki fase pemulihan yang lebih stabil. Permintaan dari sektor perumahan, komersial, hingga proyek-proyek pembangunan kembali menjadi penopang utama pasar. Kondisi inilah yang dibaca secara optimistis oleh PT Inti Jaya Indonesia, produsen material uPVC dengan merek Inti Jaya uPVC.
Baca juga, AHY Dorong Tata Ruang Adaptif Iklim demi Pembangunan Inklusif
Menurut Reynaldo, Supervisor Project PT Inti Jaya Indonesia, arah bisnis material bangunan menuju 2026 menunjukkan sinyal yang cukup positif. “Kami melihat perkembangan cukup baik karena banyaknya pembangunan,” ujarnya dengan nada pasti saat redaksi Majalah Synergy Indonesia mewawancarainya, Jakarta, (15/12/2025).
Menurutnya, aktivitas konstruksi yang kembali bergerak menjadi faktor utama yang mendorong permintaan material pintu dan jendela, terutama di segmen hunian dan bangunan komersial.
Selain itu, perubahan standar bangunan turut memengaruhi kebutuhan pasar. Dalam hal ini. Inti Jaya meresponsnya melalui inovasi produk uPVC yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan performa teknis. Sistem penguncian multipoint locking menjadi salah satu keunggulan utama, meningkatkan tingkat keamanan sekaligus membantu meredam kebisingan dari luar ruang.
“Inovasi material kami berteknologi dengan penguncian multipoint, sehingga tingkat safety lebih tinggi dan juga mampu meredam suara,” jelas Reynaldo. Karakteristik ini membuat produk uPVC semakin relevan untuk hunian perkotaan yang membutuhkan perlindungan, privasi, dan kenyamanan akustik.
Tekanan dan Peluang
Meski prospek ke depan dinilai positif, perjalanan tahun 2025 tidak sepenuhnya mulus. Reynaldo mengakui adanya tekanan akibat isu resesi global yang berdampak pada kinerja penjualan. “Di bulan April hingga Juni, omzet kami sempat mengalami penurunan,” curhatnya.
Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Memasuki semester kedua, performa bisnis kembali membaik. Periode Juli hingga Desember menunjukkan tren yang lebih stabil, seiring membaiknya sentimen pasar dan kembalinya aktivitas pembangunan. Stabilitas ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menyusun strategi lanjutan.
Dari situlah, Reynaldo melihat peluang besar bagi industri material nasional untuk naik kelas. Salah satu kuncinya adalah penguatan produksi dalam negeri. “Dengan adanya pembangunan pabrik lokal dan saat ini sudah ada beberapa uPVC produksi dalam negeri,” ujarnya, produsen Indonesia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada produk impor.
Produksi lokal membuka ruang efisiensi biaya, konsistensi pasokan, serta adaptasi produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar domestik. Dalam jangka panjang, fondasi ini juga menjadi pintu masuk menuju pasar regional.
Menangkap Kebutuhan Pasar
Menghadapi 2026, PT Inti Jaya Indonesia memilih fokus pada ekspansi. Namun ekspansi yang dimaksud bukan hanya penambahan volume, melainkan perluasan lini produk. Perusahaan akan bergerak di bidang aksesori pintu dan jendela melalui merek GoldenKey, yang difokuskan untuk kebutuhan doors & windows.
Hal ini lantaran “Kami melihat kebutuhan pasar meningkat,” kata Reynaldo. Langkah ini menunjukkan strategi perusahaan dalam menangkap permintaan yang semakin spesifik, bukan hanya material utama, tetapi juga komponen pendukung yang menentukan kualitas akhir sebuah bangunan.
Dengan kombinasi inovasi teknis, produksi lokal, dan strategi ekspansi yang terukur, Inti Jaya Indonesia yang bergerak dari pemulihan menuju penguatan di tahun 2026 ini memposisikan diri sebagai bagian dari evolusi industri material bangunan nasional. l [anwar syueb]
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin





















