Jakarta, Propertyandthecity.com – Pemerintah Kota Surakarta mendorong pengembangan hunian vertikal dan penyediaan rumah subsidi untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat di kawasan Solo Raya.
Salah satu rencana yang diusulkan adalah pembangunan tahap kedua Rumah Susun (Rusun) Mojo, menyusul tingginya harga lahan dan keterbatasan tanah di Kota Surakarta.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait mengatakan, penataan kawasan kumuh perlu dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, perbaikan tidak cukup hanya menyasar kondisi fisik bangunan, tetapi juga harus memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat agar kawasan yang sudah ditata tidak kembali kumuh.
“Pertemuan kali ini membahas sinergi program perumahan di kedua daerah, mulai dari Program Bedah Rumah, peningkatan kualitas hunian dan penataan kawasan kumuh, pembangunan hunian vertikal, hingga pemanfaatan pembiayaan kreatif untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat,” ujar Maruarar saat pertemuan bersama Wali Kota Surakarta,Respati Achmad Ardianto dan Wali Kota Padang Fadly Amran di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Selain itu, Maruarar mendorong pemerintah daerah memanfaatkan skema pembiayaan kreatif atau creative financing untuk mendukung penyediaan rumah. Salah satunya melalui Kredit Program Perumahan (KPP), yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha sektor perumahan maupun masyarakat.
“Penataan kawasan kumuh harus dilakukan secara utuh dan komprehensif. Jangan hanya memperbaiki fisiknya, tetapi setelah itu kawasan kembali kumuh. Kita juga harus memikirkan bagaimana ekonomi masyarakatnya, bagaimana mereka bisa berkembang, sehingga penataan yang dilakukan benar-benar memberikan perubahan bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Melalui KPP, pembiayaan dapat digunakan untuk mendukung usaha penyediaan bahan bangunan, pembangunan dan renovasi rumah, serta berbagai kebutuhan lain yang berkaitan dengan perumahan sesuai ketentuan program.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta juga mengusulkan pembangunan tahap kedua Rumah Susun Mojo. Sebelumnya, rusun tahap pertama telah dibangun pada 2024 dengan kapasitas 108 unit. Pengembangan hunian vertikal dinilai menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat, mengingat keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah di Surakarta.
Sementara untuk rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Surakarta belum memiliki alokasi pembangunan di dalam wilayah kota. Meski begitu, penyediaan rumah subsidi tetap didorong di kawasan Solo Raya. Dari target sekitar 5.000 unit, realisasinya telah mencapai 2.667 unit.
Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto menyebut, pemerintah kota akan terus mendorong penanganan kawasan kumuh dan pengembangan hunian vertikal.
“Ke depan, kami akan terus mendorong penanganan kawasan kumuh dan pengembangan hunian vertikal. Kami juga ingin memanfaatkan berbagai skema pembiayaan kreatif, termasuk KPP, agar kebutuhan perumahan masyarakat di Solo Raya dapat terpenuhi,” tutup Respati.





















