Top 5 This Week

Related Posts

Jatuh Cinta Desain Mimosa, Rasa Amerika di Rumah Keluarga Muda

PropertyandTheCity.com, Tangerang [Banten]- Bisnis properti yang penuh tantangan tidak menghalangi developer real estate melansir tipe-tipe rumah baru. Tanah dan ruang terbuka yang semakin terbatas di perkotaan, harga bahan bangunan yang meningkat, daya beli yang terbatas karena ekonomi yang melesu, dan perubahan gaya hidup warga kota yang makin praktis, masih mewarnai peluncurannya.

Rumah umumnya kompak, simple dan mudah perawatannya dengan gaya desain lebih bervariasi. Township Paramount Petals (400 hektar), Curug, Bitung, Kabupaten Tangerang, misalnya, merilis rumah dua lantai tipe Lebar 8×13 (104 m2), luas bangunan 118 m2 di klaster Mimosa. Paramount Petals merupakan proyek kota baru kedua di Jabodetabek garapan Paramount Land.

Baca Juga: Rumah Skandinavia Rp400 Jutaan di Karawang Timur Laris Manis, Ini Penyebabnya

Gaya rumah seharga Rp2,4 miliar per unit ini American Modern, desainnya berkelas namun tetap simple supaya mengakomodasi gaya hidup modern target pasarnya, yakni keluarga muda yang tidak terlalu mau repot merawat rumah. Jadi, nuansa American hanya berupa profil-profil yang menghiasi tampak depan ditambah lengkungan dekorasi di ruang dalam, sedangkan elemen minimalis modern terasa dari desain jendela yang serba panjang.

“Hunian Mimosa dirancang sangat artisitik dan sudah sesuai dengan tren hunian modern sehingga sangat cocok bagi lifestyle kalangan profesional dan keluarga muda yang dinamis. Konsumen akan mendapatkan pengalaman desain yang baru dari rumah ini,” kata Henry Napitupulu, Direktur Perencanaan & Desain Paramount Land di Paramount Petals, Rabu (22/7).

Sentuhan Art Deco di American Modern

Mimosa yang berarti “Putri Malu”, dikonsep untuk menjadi hunian yang mengutamakan kualitas hidup, privasi, serta kenyamanan di dalam kawasan kota mandiri yang modern, terintegrasi, dan akan terus berkembang. Selain menawarkan lebar 8×13 m2, Mimosa juga memberi opsi kepada konsumen untuk pilihan tipe lainnya. Antara lain, tipe lebar 6×12 m2 dan 8×14 m2, seharga Rp1,7 miliar dan Rp2,53 miliar.

Rumah contoh Lebar 8 klaster Mimosa. Pintu masuk dengan profil architrave memberi aksen elegan sekaligus memperkuat nuansa Amerika-nya, sedangkan jendela-jendela kaca yang berjajar di bagian atas seketika mengingatkan kita pada rumah-rumah lawas dalam serial atau film Amerika. [Foto: Andr. Putri]

Bagi Anda yang pernah menonton serial Smallville, tentu akan langsung mengenali konsep eksterior dari klaster Mimosa. Ya, mengusung rumah gaya barn house, hunian ini memang tidak seperti rumah-rumah lain di Indonesia. Barn house identik dengan material kayu pada bagian atap bentuk mansard-nya. Penampakan desain rumah ala Amerika ini memang bukan konsep yang umum ditemukan di negara kita. Tapi justru itulah yang membuat rumah ini menjadi istimewa.

“Rumah-rumah di Mimosa memiliki daya tarik utama pada fasadnya yang berkonsep American Modern dengan sentuhan art deco pada bagian interiornya. Konsep ini belum banyak ditemui di proyek hunian lain di sekitaran. Rumah didesain dengan kombinasi bentuk-bentuk geometris lengkung,” terang Henry.

Jendela di area tangga memberikan kesan lapang, luas dan terang di lantai dua. [Foto: Andr. Putri]

Pada tampak depan, hunian di Mimosa dirancang modern dengan nuansa American style memadukan atap mansard yang khas. Atap berbahan serat fiber (bitumen) tersebut didesain limas berbingkai dengan kemiringan di semua sisi bangunan. Atap mansard adalah fitur pengenal utama dari gaya ini dan dianggap sebagai elemen yang modis dan fungsional sekaligus menciptakan ilusi optik yang membuat bangunan terlihat lebih tinggi dan megah.

Baca Juga: Mimosa, Hunian ‘Hijau’ Rp1 Miliaran di Paramount Petals

Tim desainer Paramout Petals penuh totalitas dalam mendesain rumah ini. Pintu masuk dengan profil architrave memberi aksen elegan sekaligus memperkuat nuansa Amerika-nya.  Sentuhan wall lighting menciptakan kontras yang unik, manis sekaligus elegan. Jendela-jendela kaca yang berjajar di bagian atas hingga ke bawah bangunan seketika mengingatkan kita pada rumah-rumah lawas dalam serial atau film Amerika. Garis-garis yang membingkai jendela dan area pintu masuk dengan sentuhan profil klasik itu sukses memberi kesan tak tampak polos. Selain itu, cat warna bumi seperti coklat, hijau dan abu-abu sengaja dipilih untuk menegaskan kesan klasik.

Konsep interior yang ingin diwujudkan di klaster ini yakni finishing bergaya Art Deco dan kelengkapan ruang yang memadai. [Foto: Andr. Putri]

Untuk tipe 118/104, ukuran tapaknya yang besar dan memanjang membuat ruang dalamnya cukup lapang. Lahan di bagian belakangnya bisa dimanfaatkan untuk perluasan ruang makan atau ruang duduk semi outdoor dengan menambah patio atau mini outdoor playground untuk anak-anak, tanpa mereduksi ruang terbuka hijaunya.

Konsep interior yang ingin diwujudkan di klaster ini yakni finishing bergaya Art Deco dan kelengkapan ruang yang memadai. Seluruh ruang dirancang kompak dengan tetap mempertahankan kualitas dan kenyamanan dan sedapat mungkin seluruh ruangan mendapatkan pencahayaan dan sirkulasi yang baik. “Jadi pencahayaan dan pengudaraan alami ke dalam rumah tetap baik,” lugasnya.

Privasi Terjaga

Tipe rumah ini dilengkapi 2+1 kamar tidur dan 2+1 kamar mandi serta area servis. Pada lantai satu terdapat satu ruang standar yang diplot sebagai ruang bekerja atau bisa dimanfaatkan untuk kamar tidur tambahan. Sebuah kamar mandi diletakkan di bawah tangga tepat bersisian dengan dapur kotor yang menghadap ke taman belakang seluas 3 x 6 m2.

Open Plan menjadi core dari desain interior. Foto: Andr Putri

Ruang tamu dibuat multifungsi sebagai ruang keluarga juga, berdekatan dengan ruang makan sehingga pergerakan penghuni di dalam rumah tidak perlu sirkulasi khusus. Area bawah tangga masih bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan.

Kamar tidur utama dilengkapi ensuite bathroom. [Foto: Andr. Putri]

Lantai dua hanya diisi dua kamar tidur yang terdiri dari satu kamar tidur utama dilengkapi ensuite bathroom dan kamar tidur anak berikut kamar mandi dalam. Penempatan dua kamar tidur di atas untuk menjaga privasi penghuni rumah. 

“Sebenarnya konsepnya kembali ke awal, yaitu meletakkan dua kamar tidur di atas dan satu kamar tidur di bawah untuk menjaga privasi. Kamar di bawah bisa dikhususkan untuk orang tua bila tidak diperlukan ruang bekerja,” tutur Henry.

Baca Juga: Rumah Estetik Belum Tentu Nyaman, Ini Ukuran Ideal Furnitur agar Aktivitas di Rumah Gak Bikin Pegel

Area tangga dikombinasikan dengan space void untuk menciptakan ruang yang lebih terbuka. Konsep ini membuat area tangga tidak terasa sempit dan gelap karena cahaya alami bisa masuk lebih maksimal ke tengah rumah, sehingga mengurangi kesan padat pada rumah bertingkat. Sebab itu, di depan kamar tidur anak, sisa lahan digunakan untuk ruang belajar (study room) atau ruang bekerja yang membuat fungsi hunian ini semakin lengkap.

“Dengan konsep ini tangga bukan hanya area sirkulasi tapi juga menjadi bagian penting yang meningkatkan kualitas ruang dalam rumah,” tambahnya.

Jangan Dipaksakan

ruang dapur dengan view taman belakang. [Foto: Andr. Putri]

Terkait tren desain rumah 2026, Henry mengaku rumah gaya American Modern beraksen Art Deco bakal menjadi salah satu desain favorit konsumen Indonesia. Sentuhannya dinilai tidak membosankan, bahkan cenderung abadi. Asalkan gaya ini diterapkan pada lahan yang memadai dan memperhatikan estetika serta kenyamanan penghuninya.

“Jangan memaksakan rumah ukuran kecil seperti 60 meter persegi dikasih desain American modern klasik. Rumah itu kan tempat santai dan beristirahat, jadi fungsi dan estetikanya harus nyambung. 

Meski demikian, ia menambahkan, saat ini konsumen Indonesia sudah pintar memilih produk properti yang sesuai dengan kebutuhannya. Termasuk desain menjadi pertimbangan meski bukan yang utama.

Angsuran Mulai Rp8 Jutaan

Tahap pertama dipasarkan terbatas, 54 unit hunian. Untuk tipe terkecil (lebar 6×12), cicilannya mulai Rp8 jutaan per bulan dengan setoran uang muka minimal 5 persen di awal. 

Ferry John Sihombing, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, mengatakan, setiap unit Mimosa dilengkapi fitur istimewa berupa AC di ruang tidur utama, smart door lock, dan free IPKL 6 bulan. Penghuni juga bisa menikmati ruang terbuka hijau seperti green corner, pocket garden, dan playground anak.

Pasar Modern Petals sudah beroperasi, menjual kebutuhan bahan pokok untuk keseharian penghuni Paramount Petals. Lokasinya persis di seberang klaster Mimosa. [Foto: Andr Putri]

Menariknya, klaster Mimosa posisinya berseberangan dengan Pasar Modern Petals, salah satu fasilitas utama dalam mendukung konsep one-stop living di kawasan. Pasar tertata, bersih, dan nyaman, menyediakan kebutuhan pokok penghuni dan warga sekitar. 

Periode penjualan berlangsung hingga akhir Juli 2026, di mana konsumen dapat memanfaatkan promo Early Bird yang menarik. Tersedia berbagai cara pembayaran, dari Supercash, KPR DP 5% 3x, KPR DP 10% 10x, Tunai Bertahap DP 15% 1x Tenor 60x, dan Tunai Bertahap Tanpa DP 36x dan 60x. 

“Kami mengundang masyarakat untuk datang dan merasakan suasana kota mandiri ini dan membuktikan komitmen pembangunan yang telah diwujudkan oleh Paramount Petals,” jelas Ferry.

Peluncuran ini bersamaan dengan selesainya akses tol langsung Jakarta-Tangerang KM 25 yang kini berada pada tahap Pra Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi. Akses tol langsung ini akan membuka aksesibilitas baru menuju Paramount Petals, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan memangkas kemacetan arteri Bitung secara signifikan hingga 10-15%. 

Akses tol ini akan memperluas konektivitas dan mempermudah mobilitas menuju berbagai destinasi penting, yakni 15 menit menuju Gading Serpong, 20 menit menuju Jakarta Barat, dan 30 menit menuju Bandara International Soekarno Hatta. “Klaster Mimosa adalah hunian paling terdekat dengan gerbang tol langsung ini, sangat strategis dan dekat kemana-mana,” tutup Ferry.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles