Serang, propertyandthecity.com — Di tengah lonjakan permintaan hunian dan infrastruktur di Banten, kesenjangan keterampilan tenaga konstruksi masih menjadi tantangan. Meski teknologi material terus berkembang, kualitas hasil pekerjaan di lapangan kerap terganjal penguasaan teknik yang belum memadai.
Penggagas industri mortar instan di Indonesia, David AL, menilai percepatan inovasi material perlu dibarengi peningkatan kompetensi teknis. “Pasar konstruksi bergerak cepat, sementara di lapangan masih ada gap keterampilan. Tanpa penguasaan teknik yang tepat, teknologi hanya akan menjadi potensi yang tidak terpakai,” ujarnya dalam keterangan resminya yang diterima propertyandthecity.com, (12/08/2025).
Menjawab tantangan itu, Demix bekerja sama dengan IKI Bangunan menggelar pelatihan teknis bagi kontraktor dan aplikator lokal di Serang pada Minggu, 10 Agustus 2025. Berbeda dari pelatihan teoritis, program ini dirancang berbasis praktik langsung di lapangan.
Peserta mempelajari teknik pemasangan bata ringan yang efisien, metode pemasangan keramik tanpa bongkar lantai lama, pemasangan homogeneous tile berukuran besar tanpa risiko retak, hingga penerapan pelapis kedap air untuk mencegah kebocoran.
Baca Juga: Tekan Harga Rumah, Maruarar Usul E-Catalog dan Sentralisasi Bahan Bangunan
Presiden Direktur PT Demix Sarana Industri Indonesia, Fitria Novita, menegaskan bahwa keterampilan teknis adalah kunci keberhasilan proyek di tengah tingginya permintaan pasar. “Teknologi hanya akan bermanfaat jika SDM di lapangan menguasainya,” kata Fitria.
Selain praktik, peserta juga mengunjungi IKI Bangunan — salah satu pusat distribusi material terbesar di Banten. Pemiliknya, James, menyebut toko ini dirancang sebagai pusat edukasi dan kolaborasi, bukan sekadar tempat belanja.

“Kalau semua pelaku konstruksi saling terhubung, kualitas pekerjaan di lapangan pasti ikut naik,” ujarnya.
Bagi kontraktor lokal seperti Supri dari Pandeglang, pelatihan ini memberi perspektif baru. “Biasanya kami hanya tahu cara pakai dari pengalaman. Di sini kami belajar teknik yang benar dan bagaimana menghindari kesalahan yang bisa bikin proyek rugi,” katanya.
Demix dan IKI Bangunan berencana menjadikan program pelatihan ini agenda rutin untuk mendorong kualitas tenaga konstruksi di Banten, menciptakan pembangunan yang lebih efisien dan berstandar tinggi. (*)





















