Jakarta, Propertyandthecity.com – Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem perumahan untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian layak. Salah satunya melalui Akad Massal KPR Sejahtera FLPP di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, pelaksanaan akad massal tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi berbagai pihak dalam ekosistem perumahan nasional.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini turut mendukung berbagai program pemerintah di sektor perumahan.
“Terima kasih kepada seluruh ekosistem perumahan yang terus bekerja sama mendukung berbagai program pemerintah sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Dari BP Tapera juga sudah disiapkan data penerima secara lengkap, by name by address, sehingga pelaksanaannya benar-benar siap,” kata Ara dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/7/26).
Ara juga mengapresiasi kinerja Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang terus mencatatkan peningkatan dalam penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Sepanjang 2025, penyaluran FLPP mencapai 278.868 unit rumah. Angka tersebut menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan program FLPP.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang dalam membuka akses kepemilikan rumah bagi MBR.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, pelaksanaan akad massal di Batang menjadi penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya digelar di Cileungsi pada September 2025 dengan 26.000 unit rumah subsidi dan Serang pada Desember 2025 sebanyak 50.030 unit.
“Momentum ini menjadi penyelenggaraan akad massal FLPP yang ketiga. Kami berharap pelaksanaan di Batang dapat berjalan lancar dan semakin memperkuat komitmen bersama dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi,” ujar Heru.
Akad massal ini kembali diselenggarakan dengan skala yang lebih besar dengan tema yang baru, yaitu akad massal dan serah terima kunci sebanyak 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan sebesar Rp880 miliar kepada sekitar 7.100 debitur.
BP Tapera menyebut pelaksanaan akad massal tersebut sekaligus menunjukkan pembiayaan rumah subsidi terus didorong agar semakin inklusif. Jangkauannya tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga masyarakat hingga wilayah pedesaan.



