Top 5 This Week

Related Posts

WePadl: Lapangan Padel Sekaligus Tempat Nongkrong Nyaman Di Jakarta Selatan

WePadl bukan sekadar tempat bermain padel. Di sini, olahraga berpadu dengan suasana santai ala cafe, tempat orang bisa berbincang, menikmati kopi, dan merasakan vibe khas Jakarta Selatan. Proyek hasil kolaborasi Greenwoods Group dengan PADL Sport ini dirancang sebagai ruang bagi siapa pun yang ingin berolahraga, bersantai, dan membangun koneksi dalam suasana yang nyaman.

Baca Juga, Kolaborasi Global Bersama Mitsubishi dan Samty, Vasanta Group Bangun Ekosistem Hunian Modern Shila at Sawangan

“Awalnya lahan ini punya beberapa konsep, salah satunya untuk dibangun hotel. Tapi bisnis hotel mulai menghadapi tantangan, jadi kami mencari ide baru,” ujar CEO and Founder Greenwoods Group Okie Imanto, saat ditemui tim Majalah Synergy Indonesia di WePadl Pondok Indah, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Sebelum menjadi WePadl, lokasi tersebut pernah disewa oleh salah satu merek SPBU asing yang sudah tidak beroperasi lagi di Indonesia.

“Waktu itu tren padel mulai naik. Saya dan beberapa tetangga yang tinggal dekat sini mulai rutin bermain. Saat itu, lapangan di Jakarta Selatan baru ada di Cilandak, Kemang pun belum ada,” katanya.

Melihat potensi pasar, Okie dan tim mempelajari industri ini hampir satu tahun sebelum membangun WePadl. “Kami yakin ini punya prospek jangka panjang. Tapi dari awal, kami tidak ingin sekadar lapangan olahraga. Konsepnya juga sebagai tempat hangout dan komunitas,” ungkapnya.

Untuk memperkuat konsep tersebut, Greenwoods menggandeng PISON, brand F&B yang sebelumnya bekerja sama dalam proyek di Ubud, Bali.

“Kami ingin WePadl jadi tempat nyaman untuk nongkrong. Ada area indoor ber- AC, semi-outdoor, hingga cafe. Jadi setelah main, bisa lanjut ngopi, ngobrol, atau meeting santai,” jelasnya.

Konsep ini terbukti efektif. WePadl kini menjadi ruang bagi komunitas yang ingin berolahraga sambil bersosialisasi.

“Banyak yang datang bukan hanya untuk main, tapi juga untuk networking. Bahkan sering ngobrol soal usaha atau bisnis di sini,” ujarnya.

Salah satu pengunjung, Yustita, mengaku rutin bermain di WePadl karena suasananya menyenangkan dan mudah dijangkau dari rumah.

“Saya mulai bermain padel sekitar satu tahun yang lalu. Hal yang saya suka adalah bisa membakar kalori sambil tetap bekerja, dan bermain dengan teman-teman dekat. Aspek sosialnya juga terasa. Lapangannya bagus dan lokasinya dekat, jadi sangat mudah untuk datang ke sini,” ceritanya.

Dari sisi bisnis, Okie menyebut persiapan matang sangat penting. “Saat menyusun business plan, belum banyak yang tahu seperti apa industri padel. Di Jakarta Selatan waktu itu baru dua lapangan yang beroperasi. Kami belajar dari beberapa klub di Bali untuk menghitung biaya, ukuran lapangan, dan potensi pendapatan,” katanya.

Pemilihan lokasi WePadl pun bukan tanpa alasan. Area yang dipilih berada di kawasan strategis yang mudah dijangkau sekaligus memiliki potensi pasar yang kuat.

“Dekat dengan Jakarta International School (JIS), jadi komunitas ekspatriat bisa main. Tapi kami juga mengajak komunitas lokal agar tempat ini lebih berkelanjutan,” ungkapnya.

Strategi bisnis juga menjadi kunci keberhasilan WePadl. Greenwoods Group semula berencana menyewa lahan, namun akhirnya beralih ke sistem revenue sharing bersama pemilik tanah.

“Sewa jangka panjang terlalu berisiko. Dengan revenue sharing, lebih fleksibel dan aman,” jelasnya.

Keputusan itu terbukti tepat. WePadl langsung mendapat sambutan luar biasa, dengan tingkat okupansi yang mencapai lebih dari 95 persen sejak awal pembukaan.

“Banyak orang sampai kesulitan mendapat slot main,” katanya.

Meskipun kini banyak lapangan padel baru bermunculan, Okie memastikan WePadl tetap diminati.

“Kami sempat khawatir ketika banyak tempat baru buka, tapi okupansi tetap di atas 90 persen. Harga sewa juga masih bisa naik sedikit dibanding prediksi awal,” ujarnya.

Tak hanya mengandalkan sewa lapangan dan F&B, WePadl juga membangun ekosistem yang lebih luas lewat berbagai aktivitas komunitas dan kerja sama dengan berbagai brand.

“Kami sering mengadakan kompetisi antarkomunitas, event mingguan untuk ibu-ibu yang disponsori produk kecantikan, hingga acara networking. Jadi peluang kolaborasi cukup besar,” katanya.

Menurut Okie, keberhasilan WePadl tidak lepas dari karakter olahraga padel itu sendiri yang memiliki daya tarik unik dan mudah diterima berbagai kalangan.

“Olahraga ini mudah dipelajari, fleksibel, bisa dimainkan santai atau kompetitif. Orang yang baru pegang raket pun bisa langsung main. Lapangannya berpagar kaca, bola tetap memantul, jadi permainan selalu berjalan,” ungkapnya.

Melihat tren yang terus berkembang, Okie optimistis olahraga padel akan terus tumbuh di Indonesia.

“Sekarang banyak lapangan baru, tapi jumlah pemain juga bertambah. Selama pertumbuhan itu seimbang, bisnisnya tetap menjanjikan,” katanya.

Dengan suasana hijau dan desain tropis yang terinspirasi dari keindahan Bali, WePadl bukan sekadar fasilitas olahraga. Tempat ini menjadi ruang sosial baru di Jakarta Selatan, di mana aktivitas fisik, pertemanan, dan gaya hidup sehat berjalan berdampingan dalam suasana santai dan menyenangkan bagi komunitas urban. • [Tentya Richyadie]

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles