Top 5 This Week

Related Posts

Tren Properti Rumah Seken 2024: Denpasar, Jakarta, Dan Tangerang Dominasi Pertumbuhan Dan Paling Favorit

Pertumbuhan sektor properti (tren properti) di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2024 menghadirkan dinamika yang menarik dan menjanjikan. Sebuah laporan terbaru dari 99.co Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan dalam permintaan properti, dengan rumah dijual mencatat peningkatan sebesar 84,3% secara tahunan (year-on-year), dan rumah sewa tumbuh 42,7% pada periode yang sama. Lonjakan ini turut diikuti oleh kenaikan suplai properti sebesar 22,4% dan indeks harga yang naik tipis sebesar 1,6%.

baca juga,

Denpasar dan Bogor: Jawara Pertumbuhan Harga 

Jika melihat berdasarkan wilayah, pertumbuhan harga tertinggi terjadi di Denpasar, terutama di segmen rumah seken, dengan kenaikan mencapai 15,1%. Posisi selanjutnya oleh Makassar dengan pertumbuhan 13,4%, dan Bogor yang naik 6,8%. Denpasar dan Bogor secara konsisten memperlihatkan tren peningkatan harga dari bulan ke bulan sepanjang tahun ini, menjadikannya wilayah yang menarik untuk investasi.

Jakarta dan Tangerang: Magnet Pasar Rumah Seken 

Dari sisi permintaan, Jakarta dan Tangerang tetap menjadi pilihan utama bagi pemburu properti rumah seken. Tangerang memimpin dengan porsi permintaan sebesar 14%, berikutnya oleh Jakarta Selatan (11,8%), Jakarta Barat (10,5%), dan Jakarta Utara (7,8%). Kota Bandung dan Surabaya juga masuk dalam daftar populer dengan tingkat permintaan masing-masing sebesar 7,3% dan 4,6%.

Generasi Muda Mendominasi Pasar 

Pasar properti saat ini didominasi oleh pencari dari generasi muda berusia 25–34 tahun, yang menyumbang sekitar 31,7% dari total pencarian. Sebagian besar dari mereka bermukim di Jakarta (34,7%), disusul Surabaya (6,5%) dan Bandung (6,2%). Harga properti yang paling diminati berada di kisaran Rp1–3 miliar (35,1%), sementara rentang harga Rp400 juta–1 miliar menempati urutan kedua dengan 28,7% peminat.

Pergeseran Minat: Dari Sewa ke Kepemilikan 

Sejak awal tahun 2024, terjadi pergeseran signifikan dari tren menyewa ke membeli rumah. Pada Februari 2024 saja, permintaan rumah dijual melonjak hingga 78,6% dan terus mendominasi permintaan sepanjang tahun. Tren ini mengindikasikan bahwa banyak masyarakat mulai kembali fokus pada kepemilikan rumah setelah periode pandemi.

Efek Positif Kebijakan Pemerintah 

Kebijakan pemerintah juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan sektor properti. Pada tahun 2023, permintaan rumah primer meningkat sebesar 10,6% secara tahunan. Hingga September 2024, pertumbuhannya tercatat hingga 29%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tren Hunian Berbasis Akses Transportasi Publik 

Wilayah di sekitar pusat transportasi publik seperti stasiun kereta cepat dan LRT pun mengalami kenaikan permintaan yang signifikan. Sebagai contoh, di sekitar Stasiun Halim, terjadi lonjakan permintaan hingga 2,6 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, median harga properti di area tersebut relatif stagnan, sehingga memberikan peluang menarik bagi investasi jangka panjang.

Secara keseluruhan, dinamika sektor properti pada tahun 2024 memperlihatkan pertumbuhan positif baik dari sisi permintaan maupun suplai. Berbagai faktor seperti preferensi generasi muda, kebijakan pemerintah, hingga perkembangan infrastruktur transportasi menjadi katalis utama yang memengaruhi pasar ini. Dengan tren yang menjanjikan ini, prospek masa depan sektor properti di Indonesia tampaknya akan terus bersinar dalam beberapa tahun mendatang.

#pasarproperti, #hunianbekas, #pertumbuhanharga, #investasiproperti #bertitaproperti #news #propertyandthecity

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles