Saat ini, optimisme terhadap pasar perumahan nasional masih terjaga. Kebutuhan hunian yang terus tumbuh, didukung berkembangnya kawasan-kawasan residensial baru di berbagai wilayah, menjadi peluang bagi perbankan untuk meningkatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam beberapa tahun mendatang. Melihat prospek tersebut, PT Bank KB Indonesia Tbk. (KB Bank) terus memperkuat bisnis pembiayaan perumahan.
Baca juga, Paramount Land Luncurkan Victoria Central District, Kawasan Komersial Baru di Gading Serpong
Sepanjang 2025, KB Bank membukukan realisasi penyaluran KPR sebesar Rp1,21 triliun. Sementara hingga triwulan I-2026, realisasi penyaluran KPR tercatat sekitar Rp63,08 miliar.
Direktur Retail PT Bank KB Indonesia Tbk. (KB Bank) Robby Mondong mengatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan penyaluran KPR sebesar 25 persen pada 2026 dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebagai bagian dari strategi memperkuat bisnis ritel secara berkelanjutan.
“Di tahun 2026, KB Bank menargetkan pertumbuhan penyaluran KPR sebesar 25% dari tahun 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat bisnis ritel secara sehat dan berkelanjutan dan meningkatkan kontribusi portofolio pembiayaan konsumer,” ujar Robby kepada redaksi Majalah Property and the City akhir bulan lalu.
Menurut Robby, target pertumbuhan tersebut akan didukung melalui penguatan strategi pemasaran, perluasan kerja sama dengan developer dan agen properti, serta pengembangan layanan dan proses bisnis yang lebih efektif dan terintegrasi.
“Namun pertumbuhan 25 persen ini tetap memperhatikan perkembangan market dan kondisi ekonomi secara nasional serta fokus pada kualitas kredit,” katanya.Dari sisi komposisi penyaluran, portofolio KPR subsidi KB Bank hingga kuartal I-2026 disebut masih menunjukkan tren yang relatif stabil. Saat ini, perseroan memprioritaskan pengelolaan dan optimalisasi portofolio eksisting yang berasal dari penyaluran program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada periode sebelumnya.
“KB Bank akan terus melakukan pemantauan dan pengelolaan portofolio tersebut secara prudent, sejalan dengan strategi bisnis dan kondisi pasar,” tutur Robby.
Ia menambahkan, perseroan menyambut baik berbagai inisiatif pemerintah dalam mendorong akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. Meski demikian, saat ini KB Bank masih melakukan kajian internal terkait peluang partisipasi dalam berbagai program pembiayaan perumahan.
“Saat ini, Bank masih melakukan kajian internal terkait potensi partisipasi dalam program tersebut, termasuk skema pembiayaan yang sesuai dengan strategi dan profil risiko KB Bank,” ucapnya.
Menurut dia, KB Bank pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan bisnis dan kondisi industri.
“KB Bank pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan, dan akan terus melihat peluang kontribusi yang dapat dilakukan secara selektif dan prudent, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan bisnis dan kondisi industri,” katanya.
Dalam hal wilayah penyaluran, kontribusi terbesar KPR KB Bank masih berasal dari kawasan Jabodetabek, Bandung, Jawa Tengah, Makassar, Denpasar, dan Palembang. Penyaluran tersebut tersebar melalui 23 Mortgage Centre yang saat ini telah beroperasi di berbagai wilayah.
“Ke depan, strategi ekspansi pasar akan tetap difokuskan pada wilayah dengan potensi pertumbuhan properti yang positif, termasuk pengembangan Mortgage Centre di sejumlah kota satelit yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan hunian dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Robby.
Selain ekspansi wilayah, KB Bank juga mengarahkan strategi pengembangan produk KPR pada pasar sekunder, termasuk layanan takeover bagi nasabah dengan profil risiko yang baik.
Untuk segmen pembeli rumah pertama atau first-time homebuyers, perseroan ekspansi ke pasar primer terutama di wilayah kota satelit yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan hunian berkelanjutan.
“Wilayah tersebut umumnya menawarkan harga properti yang lebih kompetitif sesuai dengan kebutuhan pembeli rumah pertama. Sedangkan proyek hunian di pusat kota cenderung menyasar segmen menengah hingga atas,” jelasnya.
Di tengah tekanan suku bunga dan kenaikan harga properti, KB Bank memastikan kualitas kredit tetap menjadi fokus utama. Perseroan menerapkan strategi pertumbuhan selektif melalui penguatan underwriting hingga monitoring kualitas portofolio secara berkelanjutan.
“KB Bank tetap menerapkan strategi pertumbuhan selektif melalui penguatan underwriting, borrower screening, manajemen risiko yang disiplin, serta monitoring kualitas portfolio secara berkelanjutan,” jelas Robby.
Di sisi lain, KB Bank juga terus memperkuat transformasi digital guna meningkatkan kualitas layanan pembiayaan, termasuk layanan KPR. Perseroan tengah mempersiapkan pengembangan ekosistem layanan berbasis digital yang terintegrasi melalui penguatan platform dan infrastruktur teknologi internal.
“Dalam hal inovasi dan integrasi teknologi digital, KB Bank sedang mempersiapkan pengembangan ekosistem layanan berbasis digital yang terintegrasi melalui penguatan platform dan infrastruktur teknologi internal, termasuk melalui pengembangan New Generation Banking System (NGBS),” ujarnya.
Ke depan, implementasi platform digital tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pengajuan KPR hingga pemantauan status aplikasi secara real time melalui sistem e-tracking.
“Ke depan, implementasi platform digital tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi nasabah maupun mitra bisnis dalam proses pengajuan KPR, monitoring status aplikasi (e-tracking), hingga percepatan proses persetujuan kredit secara lebih efektif dan transparan,” tutur Robby.
Ia menambahkan, pengembangan digital tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan Service Level Agreement (SLA) melalui proses yang lebih terstandardisasi, terukur, dan terintegrasi antar unit kerja.
“Dalam roadmap transformasi digital tersebut, KB Star Mortgage juga diproyeksikan akan mengambil peran strategis sebagai bagian dari pengembangan ekosistem e-platform KPR Bank, sehingga dapat mendukung proses layanan yang lebih seamless, customer-oriented, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar ke depan,” katanya.



