Top 5 This Week

Related Posts

The People’s Choice 2026 Perketat Penilaian, Gunakan Polling, FGD hingga Deteksi Buzzer

Jakarta, propertyandthecity.com — The People’s Choice 2026 memperluas cakupan penilaian industri properti dengan melibatkan seluruh ekosistem, mulai dari developer, proyek hunian, material bangunan, home appliances, perbankan, hingga sektor pendukung lainnya.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, pendekatan tersebut dibuat agar penghargaan tidak hanya berfokus pada satu jenis produk atau satu kelompok pelaku usaha.

“Di The People’s Choice itu tidak hanya developer atau proyek housing. Kita ada building material, home appliance, perbankan, dan semua industri terkait,” ujar Ali dalam konferensi pers The People’s Choice 2026 di Ballroom Hotel Raffles Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurut dia, tujuan utamanya adalah membentuk ekosistem industri properti yang saling terhubung, tetapi tetap menempatkan kualitas sebagai dasar utama.

Ali menilai proyek maupun merek yang masuk dalam ekosistem tersebut harus mampu menunjukkan keunggulan dan kredibilitas di mata konsumen.

Kredibilitas Makin Penting

Senior Commercial Advisor Rumah123 Maria Herwati Manik mengatakan, konsumen properti saat ini tidak lagi hanya mempertimbangkan harga dan lokasi.

Menurut dia, proses pengambilan keputusan telah menjadi lebih panjang karena konsumen juga memperhatikan unsur yang ada di dalam produk, termasuk material bangunan, perlengkapan rumah, hingga reputasi developer.

“Kalau kita bicara top of mind, pasti relate dengan consumer. Sekarang orang membeli properti bukan hanya melihat harga atau lokasi, tetapi juga unsur-unsur di dalamnya,” ujar Maria.

Ia mengatakan kekuatan merek pada akhirnya sangat berkaitan dengan tingkat kepercayaan. Dalam konteks developer, konsumen tidak hanya menilai proyek yang ditawarkan, tetapi juga kredibilitas perusahaan di belakangnya.

“Artinya, tadi trust. Di sini juga trust dari developer. Karena itu, yang mendasari kami untuk The People’s Choice adalah kredibilitas,” katanya.

Maria menambahkan, posisi top of mind tidak seharusnya hanya muncul karena popularitas sesaat.

Menurut dia, merek yang kuat harus mampu mempertahankan relevansi dan kepercayaan dalam jangka panjang.

“Top of mind itu bukan sekadar musiman. Orang membeli properti butuh pertimbangan yang lebih panjang. Jadi brand sustainability itu sangat penting,” ujarnya.

Bukan Lagi Hanya Polling

Ali menjelaskan, sistem penilaian The People’s Choice pada dua penyelenggaraan sebelumnya lebih banyak bertumpu pada polling konsumen.

Namun, metode tersebut kemudian dievaluasi setelah muncul berbagai masukan mengenai validitas hasil dan kemungkinan adanya mobilisasi suara.

“Tahun ini kami membuat satu sistem yang lebih komprehensif, tidak hanya polling, tapi juga menggabungkan dengan focus group discussion atau FGD,” kata Ali.

FGD dilakukan sebelum proses polling.

Tahap tersebut digunakan untuk menilai apakah merek atau proyek yang masuk dalam daftar awal benar-benar layak menjadi nominasi.

Ali mengatakan peserta FGD melibatkan tokoh asosiasi, komunitas, dan konsumen.

“Yang masuk banyak, tapi kita lihat dulu melalui FGD, apakah ini benar-benar layak sebagai nominasi,” ujarnya.

Ada Survei Material Bangunan

Selain FGD, IPW juga melakukan survei langsung ke proyek perumahan. Survei tersebut digunakan untuk melihat merek material bangunan yang benar-benar digunakan di lapangan.

“Kami terjun ke proyek perumahan dan tanya bahan bangunan yang dipakai itu apa. Ini menjadi referensi ketika nanti hasil polling keluar,” ujar Ali.

Baca Juga: Realisasi FLPP Tinggi, Mengapa Belum Cukup Atasi Backlog Rumah? Ini Kata Pengamat

Pendekatan tersebut menjadi salah satu pembeda dibandingkan sistem sebelumnya karena penilaian tidak hanya bergantung pada persepsi konsumen.

Data penggunaan material di proyek juga dimanfaatkan sebagai referensi untuk melihat apakah sebuah merek benar-benar memiliki keberadaan di pasar.

Suara Konsumen Dicek Ulang

Proses verifikasi juga dilakukan setelah polling berlangsung. Ali mengatakan tim teknologi Rumah123 melakukan pemeriksaan terhadap suara konsumen untuk mengurangi risiko manipulasi.

“Jangan sampai ada buzzer atau penggelembungan suara. Itu pasti tidak,” kata Ali.

Ia menambahkan, sistem tahun ini menggunakan teknologi untuk mendeteksi pola suara yang dianggap tidak wajar.

“Kita juga sampai menggunakan AI untuk mendeteksi apakah ada indikasi buzzer. Jangan sampai nanti hasilnya tidak credible,” ujarnya.

Merek atau proyek yang terindikasi melakukan manipulasi suara dapat mengalami pengurangan nilai bahkan diskualifikasi.

“Kalau ada beberapa yang kita indikasi, kita kurangi nilainya atau kita diskualifikasi. Tahun ini memang lebih ketat,” kata Ali.

Penilaian Berubah Setelah Evaluasi Dua Tahun

Ali mengatakan perubahan metode tidak muncul tanpa alasan. Pada penyelenggaraan pertama dan kedua, terdapat masukan mengenai hasil polling yang dinilai perlu diperiksa lebih dalam.

“Tahun pertama dan kedua banyak masukan. Ada yang bilang, kok hasilnya seperti ini, ada indikasi buzzer. Waktu itu belum bisa dideteksi terlalu ketat,” ujarnya.

Karena itu, penyelenggaraan tahun ketiga dijadikan momentum untuk melakukan transformasi sistem.

Perubahan tersebut mencakup penambahan FGD, survei lapangan, validasi suara, hingga penggunaan teknologi untuk menjaga kredibilitas hasil.

Ali mengatakan seluruh proses tersebut diarahkan untuk menjaga independensi dan profesionalitas penilaian.

Ekosistem Jadi Fokus Utama

The People’s Choice 2026 juga menempatkan kolaborasi antarpelaku industri sebagai salah satu tema utama. Ali menilai industri properti tidak bisa lagi dilihat hanya dari sisi pengembang.

Produk properti merupakan hasil dari banyak unsur, mulai dari pembiayaan, material, peralatan rumah, desain, hingga layanan purnajual.

Karena itu, penghargaan diarahkan untuk memberi gambaran yang lebih utuh mengenai ekosistem properti yang dinilai berkualitas oleh konsumen.

Namun, cakupan yang semakin luas juga membuat metodologi penilaian harus semakin transparan.

Semakin banyak kategori dan pemain yang terlibat, semakin penting bagi penyelenggara untuk menjelaskan bobot polling, FGD, survei lapangan, dan validasi suara secara jelas.

Dengan mekanisme yang lebih ketat, The People’s Choice 2026 berupaya mengubah penghargaan berbasis popularitas menjadi instrumen yang lebih kredibel dalam membaca kepercayaan konsumen terhadap industri properti. (*)

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles