Beranda Berita Properti Terapkan Konsep Keberlanjutan, SIG Lakukan Dekarbonisasi dan Transisi Energi Hijau untuk Operasional...

Terapkan Konsep Keberlanjutan, SIG Lakukan Dekarbonisasi dan Transisi Energi Hijau untuk Operasional Pabrik-Pabrik di Tuban

4
0
Terapkan Konsep Keberlanjutan, SIG Lakukan Dekarbonisasi dan Transisi Energi Hijau untuk Operasional Pabrik-Pabrik di Tuban
Terapkan Konsep Keberlanjutan, SIG Lakukan Dekarbonisasi dan Transisi Energi Hijau untuk Operasional Pabrik-Pabrik di Tuban

Propertyandthecity – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus menggenjot mnerapkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dalam operasionalnya dalam rangka menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Salah satu anak usaha SIG yang turut mendukung penerapan keberlanjutan itu adalah PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI).

Energi tenaga surya dijadikan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan oleh SBI di Pabrik Tuban, Jawa Timur.

Letak geografis Indonesia yang berada di sepanjang garis khatulistiwa dengan iradiasi energi matahari rata-rata sekitar 4,80 kWh/m2/hari, merupakan potensi yang sangat besar untuk pemanfaatan energi alternatif tenaga matahari. Pabrik Tuban sendiri berada pada posisi geografis dengan iradiasi energi matahari di atas rata-rata nasional sekitar 5,4 kWh/m2/hari.

Peluang ini meyakinkan SBI menjalin kerja sama dengan PT Energi Mitra Indika Tenaga Surya, untuk memulai pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang terhubung ke jaringan listrik yang ada (On-Grid Connected Rooftop PV System) pada sepuluh atap bangunan dengan kapasitas terpasang 6,39 MWp.

Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo dalam kunjungannya ke proyek PLTS ini menyatakan bahwa ini adalah strategi menggantikan energi yang habis ke energi yang tiada habisnya.

“Selain pemanfaatan bahan bakar alternatif untuk substitusi batubara pada proses produksi semen, peningkatan produk yang ramah lingkungan dan peningkatan efisiensi penggunaan energi listrik dan energi termal, penggunaan energi tenaga surya ini juga merupakan wujud konkret komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan.”

“Selagi mencapai operasional yang lebih efisien, proyek ini berkontribusi pada dekarbonisasi yang telah dicanangkan SIG untuk mendukung komitmen pemerintah untuk mengurangi dampak pemanasan global,” tambahnya.

Harapan Penerapan PLTS

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, saat ini, konstruksi pemasangan panel surya sudah selesai dilakukan di salah satu bangunan yaitu di gedung kantor utama Pabrik Tuban, dan dilanjutkan pemasangan di sembilan bangunan lainnya.

Proyek pemasangan PLTS Atap ini diharapkan rampung seluruhnya dan beroperasi pada kuartal III tahun 2024, untuk meningkatkan penggunaan EBT dan mendukung tercapainya target SIG pada penurunan intensitas emisi GRK cakupan 2 sebesar 23,9% pada 2030 (baseline 2019) sebagaimana tertuang dalam Sustainability Road Map SIG.

“Penggunaan energi tenaga surya di SBI Pabrik Tuban ini semakin menegaskan komitmen SIG dalam transisi energi menuju EBT yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat dalam mendorong efisiensi pada biaya operasional Perusahaan, serta menjadi kontribusi positif dalam mendukung pemerintah mencapai target Net Zero Emission pada 2060,” Vita Mahreyni.

Sebagai upaya percepatan penurunan intensitas emisi GRK cakupan 2, SIG telah menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam Pengembangan Pembangkit Energi Terbarukan pada September 2023.

Baca Juga: CATATAN AWAL TAHUN BISNIS PROPERTI DI TANAH AIR 2024

Melalui kerja sama ini, SIG memperoleh dukungan dalam upaya transisi energi hijau melalui sumber EBT untuk memenuhi kebutuhan listrik di area-area operasional SIG.

SIG juga tengah menjajaki inisiatif untuk penurunan intensitas emisi GRK cakupan 3, atau emisi yang berasal dari rantai pasok perusahaan yang ditimbulkan oleh sumber-sumber yang tidak secara langsung dimiliki atau dikendalikan oleh Perusahaan.

Dalam lingkup penurunan intensitas emisi GRK cakupan 3, SIG menyasar fasilitas transportasi karyawan (employee commuting), serta aktivitas inbound logistic dan outbound logistic.

“Penggunaan kendaraan listrik merupakan upaya extra mile SIG untuk dekarbonisasi dari kendaraan operasional yang menyebabkan pencemaran udara, serta mengurangi penggunaan energi fosil untuk menjaga lingkungan tetap lestari,” ujar Vita Mahreyni. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini