Beranda Berita Properti Tekanan Geopolitik, Arus Digitalisasi, Perubahan Iklim, dan Risiko Pandemik Menjadi Tantangan Perekonomian...

Tekanan Geopolitik, Arus Digitalisasi, Perubahan Iklim, dan Risiko Pandemik Menjadi Tantangan Perekonomian Dunia

14
0

Jakarta, Propertyandthecity.com – BCI Central kembali menyelenggarakan acara tahunan BCI Breakfast Briefing “Indonesia Construction Market Outlook 2024” di Hotel Bidakara, Jakarta pada Kamis, 30 November 2023. Acara ini merilis laporan tahunan BCI Indonesia Construction Market Outlook 2023. Bertajuk “The Influence of 2024 on Construction Industry”, acara ini mengundang para tamu pembicara: Fithra Faisal PhD (Co-Founder Nex Policy), Ir. Agus Ahyar MSc. (Direktur Sarana Prasarana Dasar Otorita IKN, dan Mohammad Salman, ST, IAI (Senior Project Architect MAP Architects & Engineers Indonesia).

Perekonomian global di tahun 2024 diperkirakan masih akan diwarnai dengan ketidakpastian. Tekanan geopolitik, arus digitalisasi, perubahan iklim, dan resiko pandemik menjadi beberapa tantangan yang dihadapi perekonomian dunia. Ketidakstabilan keuangan dengan pelambatan pertumbuhan ekonomi pada negara-negara maju dengan keuangan terkuat, seperti Eropa, Cina, hingga Amerika Serikat masih akan terjadi di 2024.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan masih akan meningkat di tengah risiko perlambatan ekonomi global akibat dinamika kondisi dunia. Pertumbuhan ekonomi dan inflasi Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di antara negara-negara G20 dan ASEAN. Tahun 2024 juga akan menjadi sangat penting dengan adanya Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2024 atau Pilpres 2024. Pemilu diperkirakan juga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.

Tahun ini, proyek-proyek terkait pembangunan ibu kota baru Nusantara (IKN) berjalan mengikuti jadwal agar selesai tepat waktu. Pergerakan proyek ini memberikan dampak pada pasar konstruksi.

BCI Central melalui National Research Manager, Cahyono Siswanto, menyampaikan “Presentasi mengenai Indonesia Construction Market Outlook 2024 yang menunjukkan bahwa total pasar proyek konstruksi (proyek Gedung dan Sipil, tidak termasuk Migas) pada tahun 2024 diperkirakan tumbuh sebesar 4,68% dibandingkan tahun 2023. Total pasar konstruksi Indonesia diperkirakan mencapai Rp349,16 triliun pada tahun 2024, dimana 44.68% di sektor sipil dan 55.32% di sektor bangunan.”

Kegiatan sektor sipil (termasuk Infrastruktur, Transportasi dan Utilitas) meningkat pada tahun 2024, naik sebesar 4,05% dibandingkan tahun 2023 dengan nilai Rp 156 triliun. Proyek sipil yang menjadi tulang punggung pada tahun 2024 adalah jalan & jembatan, bendungan, pelabuhan & pekerjaan sipil, dan pembangkit listrik. Sektor bangunan diperkirakan meningkat 5.2% pada tahun 2024 mencapai Rp193.15 triliun. Kategori proyek Perumahan dan Industri diharapkan menjadi kontributor terbesar terhadap total nilai konstruksi bangunan pada tahun 2024 dengan porsi masing-masing sebesar 28,68% dan 22,47%.

Prospek pasar ini diharapkan dapat memberikan gambaran optimis konstruksi Indonesia satu tahun ke depan, sehingga dapat memberikan business confidence bagi pelaku konstruksi Indonesia.

Fithra Faisal menyampaikan kondisi makroekonomi Indonesia, dan bagaimana ekonomi Indonesia di tahun 2024, optimis di melambatnya ekonomi. Sedangkan Ir. Agus Ahyar MSc, menyampaikan potensi, konsep, perkembangan dan investasi Kawasan IKN. Arsitek senior MAP Architects & Engineers Indonesia, Mohammad Salman menyampaikan tren arsitektur kawasan industri.

Acara BCI Breakfast Briefing ini dihadiri oleh 180 orang peserta para pelaku industri konstruksi, asosiasi arsitektur dan konstruksi, developer, arsitek, konsultan, building material manufacturing, suppliers, instansi keuangan dan bank.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini