Top 5 This Week

Related Posts

STRATEGI BARU PEMERINTAH CHINA ATASI SEKTOR PROPERTI YANG LESU

Tiga kota terbesar di China baru-baru ini mengumumkan pelonggaran aturan bagi pembeli rumah, sebagai bagian dari strategi pemerintah China untuk mendukung sektor properti yang mengalami tekanan serta memulihkan kepercayaan pasar.

baca juga, Komitmen Terhadap Good Corporate Governance, Solusi Bangun Indonesia Raih Penghargaan di IICD 2024

Mengutip Bloomberg, Senin (30/9/2024), kota Guangzhou menjadi yang pertama menghapus semua pembatasan terkait pembelian properti. Pemerintah setempat menyatakan tidak lagi akan meninjau kelayakan pembeli rumah dan tidak membatasi jumlah properti yang bisa dimiliki.

Sementara itu, Shanghai dan Shenzhen juga mengambil langkah serupa dengan melonggarkan aturan. Kedua kota ini akan memperbolehkan lebih banyak orang membeli rumah di wilayah pinggiran kota dan meningkatkan jumlah properti yang dapat dibeli. Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Shanghai, sebagai pusat keuangan China, dan Shenzhen, yang dikenal dengan industri teknologinya, menurunkan rasio uang muka minimum untuk rumah pertama dan kedua masing-masing menjadi 15% dan 20%, sebagai upaya untuk mendorong peningkatan permintaan di pasar properti.

Pada akhir September ini, China meluncurkan paket stimulus terbesar untuk menghidupkan kembali pasar properti yang lesu. Salah satu langkah utamanya adalah menurunkan biaya pinjaman hipotek sebesar US$5,3 triliun, serta mengurangi persyaratan uang muka untuk pembelian rumah kedua, pada level terendah dalam sejarah. Langkah ini diambil untuk mendorong peningkatan permintaan properti dan mendukung stabilitas ekonomi di tengah tantangan yang sedang dihadapi sektor tersebut.

Para pemimpin terkemuka China juga berjanji untuk mengambil tindakan guna menghentikan tren pelemahan di pasar properti. Arahan dari pemerintah pusat, termasuk mendorong kota-kota untuk merevisi peraturan pembelian rumah, membuka jalan bagi kotakota terbesar di China untuk menerapkan kebijakan pelonggaran.

Bank sentral China, People’s Bank of China (PBOC) pada Minggu (29/9/2024) menyatakan bahwa pihaknya akan meminta bank-bank di negara itu untuk menurunkan suku bunga hipotek untuk kredit rumah yang telah ada sebelum 31 Oktober.

Bank-bank komersial harus secara bertahap menurunkan suku bunga KPR yang ada menjadi setidaknya 30 basis poin di bawah Loan Prime Rate (LPR), suku bunga acuan bank sentral untuk KPR. Hal itu diperkirakan akan memangkas suku bunga KPR yang ada rata-rata hingga sekitar 50 basis poin.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles