Top 5 This Week

Related Posts

Skema KPR Subsidi 40 Tahun Dinilai Bisa Buka Akses Rumah bagi Generasi Muda

Jakarta, propertyandthecity.com — Pemerintah mulai membuka peluang skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan tenor hingga 40 tahun sebagai upaya memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya generasi muda.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia (PKP RI) menyebut skema tersebut disiapkan sebagai opsi tambahan agar cicilan rumah menjadi lebih ringan dan terjangkau.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mengatakan tenor panjang tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperbesar akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.

“KPR 40 tahun itu betul-betul arahan Presiden yang sangat pro-rakyat. Begitu kita bikin, bentuk cicilannya lebih rendah,” ujarnya dilansir dari antaranews, (28/05/2026).

Menurut Sri, skema tersebut bersifat opsional sehingga masyarakat tetap dapat memilih tenor sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, hingga 40 tahun.

Cicilan Disebut Bisa Turun Hingga Rp700 Ribuan

Pemerintah saat ini masih membahas skema tersebut bersama BP Tapera dan sektor perbankan sebelum nantinya dituangkan dalam regulasi resmi.

Sri mengatakan salah satu tujuan utama tenor panjang adalah memperkecil nilai cicilan bulanan agar lebih sesuai dengan kemampuan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Sekarang kita buka bahwa bisa sampai dengan 40 tahun. Dan itu dimungkinkan cicilannya sampai sekitar Rp700 ribu,” katanya.

Menurut dia, kebijakan tersebut diharapkan mampu membuka peluang masyarakat yang sebelumnya merasa tidak memiliki kemampuan membeli rumah.

Pemerintah Siapkan Simulasi dan Regulasi

Menteri PKP Maruarar Sirait sebelumnya menyatakan pemerintah masih melakukan simulasi dan menyiapkan berbagai aturan pendukung sebelum kebijakan tersebut diumumkan secara resmi.

Maruarar menegaskan tenor 40 tahun nantinya hanya menjadi pilihan tambahan dan bukan kewajiban bagi masyarakat.

Pemerintah tetap memberikan fleksibilitas tenor cicilan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing calon debitur.

Tenor Panjang Dinilai Bisa Jadi Pedang Bermata Dua

Di sisi lain, skema tenor panjang juga mulai memunculkan perdebatan di sektor properti dan perbankan.

Tenor yang semakin panjang memang dapat memperkecil cicilan bulanan, namun di saat bersamaan total bunga yang dibayar masyarakat juga akan semakin besar dalam jangka panjang.

Selain itu, tenor hingga 40 tahun berpotensi meningkatkan risiko kredit jangka panjang bagi sektor perbankan jika tidak diimbangi dengan kualitas pendapatan debitur yang stabil.

Di tengah harga rumah yang terus meningkat dan daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya, pemerintah tampaknya mulai mencari keseimbangan baru antara keterjangkauan cicilan dan kemampuan masyarakat untuk masuk ke pasar perumahan formal. (*)

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles