Home Berita Properti Sanny Iskandar: Belum Ada Industri yang “Gulung Tikar”

Sanny Iskandar: Belum Ada Industri yang “Gulung Tikar”

Sanny Iskandar memastikan belum ada industri yang gulung tikar di kawasan industri akibat wabah Covid-19. Yang ada baru tahap penurunan produksi di industri padat karya.

996
0
sanny iskandar
Sanny Iskandar, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia. /Foto: dokpri

Propertyandthecity.com, Jakarta – Di tengah kabar suram akibat wabah pandemik Covid-19, munculnya gelombang PHK yang nyaris setiap hari dan tutupnya pabrik-pabrik, kabar cukup menggembirakan datang dari Sanny Iskandar, Ketua Umum HKI (Himpunan Kawasan Industri Indonesia).

Menurutnya, hingga saat ini untuk di kawasan industri belum ada industri yang “gulung tikar” atas adanya dampak pandemik Covid-19. Yang terjadi beberapa perusahaan sudah ada yang memitigasi operasional pabrik dengan efisiensi karyawan dan penurunan produksi. Ada yang meliburkan karyawan karena memang bahan baku untuk produksi tidak tersedia dan pangsa pasarnya juga turun.

Baca: Lukas Bong: Properti Sekunder Turun Lebih dari 50 Persen

Sanny mengakui industri kecil dan menengah memang yang paling terdampak akibat wabah pandemik Covid-19. Saat ini penurunan produksi banyak terjadi di industri padat karya seperti industri furniture, alas kaki atau sepatu dan garmen.

Menurut Sanny, pandemi Covid-19 bukan hanya menyebabkan krisis ekonomi tetapi lebih luas lagi krisis kesehatan di seluruh bagian dunia yang berpengaruh pada kelesuan ekonomi secara global. Diakui kondisi saat ini bisa dikatakan ada resesi atau pelambatan ekonomi yang terjadi secara luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Ada beberapa data yang bisa dijadikan rujukan yang mengarah dunia mengalami pelambatan ekonomi. JP Morgan, misalnya, memprediksi ekonomi dunia minus 1,1 persen di 2020 dan IMF memprediksi ekonomi dunia minus 3 persen di 2020.

Mengutip riset dari Moody’s, lanjut Sanny Iskandar, industri yang paling terkena dampak wabah Covid-19 terbagi menjadi 3 bagian. Pertama, yang paling terkena dampak cukup tinggi yaitu industri seperti garment, otomotif dan komponen, produk konsumer, pariwisata, transportasi termasuk maskapai penerbangan, hingga pengiriman.

Kedua, yang terkena dampak secara moderat adalah industri makanan dan minuman, kimia, media, logam dan tambang, minyak dan gas, properti, agrikultur hingga perusahaan teknologi hardware.

Baca: Hadapi Corona, ERA Indonesia Keluarkan Sejumlah Langkah Penting

“Sementara yang terkena dampak agak minim adalah industri-industri seperti konstruksi, peralatan rumah tangga, farmasi, pengemasan, ritel makanan hingga telekomunikasi,” ujar Sanny yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi.

Sanny tidak membantah sejak awal pandemi ini muncul di Indonesia, perusahaan industri dan kawasan industri khususnya mendapatkan dukungan dari Kementerian Perindustrian untuk tetap dapat beroperasional. Dimulai dari adanya Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 yang memperbolehkan industri dan kawasan industri tetap beroperasi dengan tetap memperhatikan protokol keamanan Covid-19.

Kemudian SE Menperin No 7 /2020 yang mensyaratkan perusahaan industri dan kawasan industri mendaftarkan ke SIINas untuk mendapatkan izin operasional dan mobilitas selama pandemi ini berlangsung. Aturan yang paling baru dikeluarkan oleh Menteri Perindustrian pada tanggal 24 April 2020 yaitu Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 dimana industri dan kawasan industri yang telah memiliki izin operasional dan mobilitas wajib memiliki Standar Operasional Prosedur pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 dan laporan secara berkala di akun SIINas.

Adapun dukungan tersebut dimaksudkan karena sektor industri manufaktur adalah salah satu penyumbang terbesar dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di tahun lalu. Kontribusi yang diberikan dari industri ini pada PDB 2019 tercatat 19,62 persen.

Baca: Penjualan Produk Sharp Tumbuh 155% di Tengah Pandemi Corona

“Strategi masing-masing adalah membenahi dan menyusun program-program improvement dalam rangka meningkatkan performa internal manajemen dan keunggulan komparatif,” ujar Ketua Apindo Nasional Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi ini. (Hendaru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here