Beranda Berita Properti Rumah Seken: Penurunan Transaksi Mayoritas di Zona Merah

Rumah Seken: Penurunan Transaksi Mayoritas di Zona Merah

Rumah seken juga ikut terpukul akibat dampak wabah Covid-19, khususnya di wilayah yang masuk zona merah. Rumah seken segmen menengah ke atas yang paling terpukul.

936
0
penipuan perumhan dan rumah seken juga Subsidi Bunga Pemerintah
Ilustrasi - Perumahan./ Foto: katadata.co.id

Propertyandthecity.com, Jakarta – Dampak wabah pandemi Covid-19 kini semua negara dunia harus siap-siap menghadapi kondisi ekonomi terburuk. IMF sendiri sudah mengatakan saat ini dunia sudah memasuki krisis ekonomi dan bisa lebih buruk lagi dari krisis tahun 2008.

Menurut Erwin Karya, Director Ray White Projects and Commercial, krisis ekonomi akibat wabah Covid-19 untuk global atau negara-negara barat bisa lebih buruk dibandingkan Global Financial Crisis (GFC) tahun 2008 dan tindakan The Fed menurunkan suku bunganya. “Jawabannya, ya krisis Corona lebih buruk dibandingkan GFC,” ujar Erwin Karya.

Baca: Di Tengah Pandemi Corona, SML Beri Keringanan Cara Bayar

Untuk Indonesia sendiri, lanjut Erwin, dampak GFC walaupun terasa tetapi pemulihannya relatif cepat, lebih cocok dibandingkan dengan krisis moneter 98, dimana rupiah terdepresiasi sampai 600 persen lebih, GDP minus 18 persen, dan BI rate 60 persen.

Sedangkan sekarang saat dilanda wabah Covid-19, fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih baik dan bank lebih prudent. Tetapi tentunya untuk bisa pulih pasca Covid-19, butuh stimulus pemerintah seperti yang dilakukan negara-negara lainnya. Justru itu Erwin menilai saat ini belum ada kebijakan yang menyentuh ke sektor properti kecuali penurunan BI rate yang diprediksi akan dipangkas lagi.

Terkait kecemasan banyak pihak Indonesia menuju krisis ekonomi seperti tahun 2008, menurut Erwin, kemungkinan itu ada dan bukan hanya Indonesia saja, tetapi negara lain juga yang kondisi hutangnya dalam dollar AS tinggi. Bagaimanapun dollar AS tetap ‘safe heaven’ bagi investor di tengah pandemi Covid-19. Sehingga berpotensi men-depresiasi mata uang negara terkait terhadap dollar AS.

Terkait sektor properti mana yang paling terpukul dengan kondisi sekarang, Erwin menilai properti primary terutama yang pasti terpukul. Harapan satu-satunya adalah pembelian properti oleh end user yang memang butuh untuk dipakai, atau investor yang mengejar secondary properti dengan harga koreksi “Covid-19”.

Baca: Hadapi Corona, Ini yang Dilakukan Intiland

Khusus untuk rumah seken diakui sudah terasa ada penurunan transaksi. Penurunan khususnya terjadi di mayoritas zona merah terdampak wabah Covid-19 seperti Jabodebatek dan daerah lainnya yang terdampak paling parah. “Rumah seken segmen menengah ke atas yang paling terpukul dengan kondisi sekarang,” ujar Erwin.

Walaupun demikian, lanjut Erwin, berapa persen penurunan harganya saat ini, baru akan terlihat di Bulan April dan bulan-bulan selanjutnya. Kecuali penjual yang terdesak harus menjual propertinya sekarang juga. Sementara saat ini kebanyakan penjual akan menahan barang dulu.

Baca: Corona Akan Membuat Berbagai Pihak Mereview Targetnya

Ada baiknya para broker properti dalam kondisi saat ini menurunkan cost dan kencangkan ikat pinggang. Menghubungi para client-client lama dan membangun kembali tali silaturahmi, lebih aktif menggunakan portal properti untuk promosi listingnya baik foto-foto yang terbaik, memanfaatkan video untuk virtual tour. (Hendaru)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini