Beranda Property Entrepreneur ROADMAP STRATEGI PENGEMBANGAN PERUSAHAAN

ROADMAP STRATEGI PENGEMBANGAN PERUSAHAAN

0
pengembangan perusahaan

Dalam dunia bisnis, banyak perusahaan yang pada awal berdirinya dapat berkembang dengan baik. Bahkan beberapa perusahaan memperlihatkan perkembangan yang sangat menjanjikan, sehingga sering dipuji-puji. Namun kemudian perusahaan tersebut gagal berkembang dan mati. Namun banyak juga perusahaan yang berhasil berkembang menjadi perusahaan besar.

Bagaimana peta jalan perusahaan bisa berkembang menjadi besar? Ada beberapa tahapan yang bisa menjadi semacam gambaran bagaimana perusahaan dapat berkembang menjadi besar.

baca juga, HARGA JATUH? JANGAN SALAHKAN PROPERTINYA

MATRIKS ANSOFF

Matriks Ansoff adalah suatu kerangka dalam menggambarkan strategi pengembangan perusahaan berdasarkan kepada produk atau pasar. Dalam Matriks Ansoff, pengembangan usaha bisa dikategorikan ke dalam 4 kuadran berdasarkan produk dan pasar, yang digambarkan dalam matriks berikut ini:

Adapun strategi pengembangan bisnis menurut Ansoff, bisa dikategorikan menjadi:

1. Market Penetration: pengembangan usaha dengan berfokus kepada pengembangan produk yang sudah ada di pasar yang sudah ada. Artinya perusahaan mengintensifkan upaya untuk menaikkan pangsa pasar yang sudah ada dengan produk yang sudah ada. Strategi ini dilakukan apabila sumber daya perusahaan relatif terbatas dan peluang meraih pangsa pasar tambahan masih terbuka. Promosi penjualan dan diskon dilakukan dalam penetrasi pasar, karena itu strategi ini harus dilakukan dengan efisien karena akan menggerus profitabilitas.

2. Produk Development: pengambangan usaha dengan mengembangkan produk baru pada pasar yang sudah ada. Umpama; perusahaan pakaian memutuskan menjual alat rumah tangga kepada pelanggan yang sudah membeli produk mereka sebelumnya. Dibutuhkan kejelian dalam membaca kebutuhan konsumen eksisting dan kemampuan perusahaan memproduksi produk yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Resiko kegagalan bisa terjadi akibat kesalahan membaca kebutuhan konsumen yang sudah ada, dan hal ini bisa berakibat fatal kepada perusahaan

3. Market Development: penjual memutuskan melakukan ekspansi pasar dengan menjual produk yang sudah ada kepada pasar yang baru.
Umpama; penjual pakaian di Jakarta menjual pakaian kepada konsumen baru di Sumatera. Dalam hal ini, kemampuan penguasaan rantai
pasok menjadi penting. Selain itu, perusahaan harus memperhitungkan biaya marketing untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang baru

4. Diversifikasi : yaitu pengembangan usaha dengan mengembangkan produk baru kepada konsumen yang baru. Umpama; perusahaan properti perumahan memutuskan untuk masuk ke bisnis hotel atau resort.

Adapun diversifikasi usaha ini bisa dibagi menjadi 2, yaitu:

• Diversifikasi bisnis terkait: yaitu mengembangkan usaha ke bisnis yang masih terkait bisnis yang sudah ada, Contoh; perusahaan properti perumahan mengambangkan bisnis hotel atau resort

• Diversifikasi bisnis tidak terkait atau biasa disebut dengan konglomerasi: yaitu mengembangkan usaha ke bisnis yang tidak ada hubungan dengan bisnis saat ini. Contoh; perusahaan property mengembangkan usaha baru di telekomunikasi.

STRATEGI INTEGRASI

Apabila perusahaan mampu berkembang dan kemudian memiliki kapabilitas dan sumber daya yang mendukung. Perusahaan dapat mengembangkan usaha secara integratif, yaitu menguasai bisnis dalam rangkaian supply chain perusahaan. Strategi ini dilakukan karena
perusahaan ingin berkembang secara lebih cepat berada pada tahap lompatan menjadi perusahaan yang besar. Strategi ini perlu dilakukan dengan hati-hati, karena strategi ini membutuhkan sumber daya dan kapabilitas perusahaan yang mumpuni. Diperlukan koordinasi dan pengawasan yang kuat agar strategi ini bisa berhasil dengan baik. Strategi ini bisa di bagi menjadi :

• Integrasi ke Depan (forward integration): yaitu memasuki bisnis yang mendekati sisi hilir atau konsumen. Contoh; developer mendirikan perusahaan agen penjualan.

• Integrasi ke Belakang (backward integration): yaitu memasuki bisnis yang mendekati sisi supply atau hulu. Contoh, perusahaan developer membeli saham perusahaan penjual bahan bangunan atau juga pabrik semen. Pengembangan Organik: yaitu mengembangkan usaha dengan cara menggunakan sumber daya sendiri. Cara ini berjalan dengan lambat karena proses pengembangan produk dan pasar dengan mengandalkan kekuatan perusahaan itu sendiri.

Pengembangan Inorganik: yaitu mengembangkan usaha dengan cara mengakuisisi, merger atau joint venture. Yaitu dengan menggunakan dan memaksimalakan sumber daya eksternal yang bisa dimiliki perusahaan. Strategi ini dilakukan, karena perusahaan besar dituntut untuk berkembang secara lebih cepat dan dapat mengurangi resiko kegagalan, dibanding mengembangkan usaha dengan kemampuan sendiri.

KESIMPULAN.

Secara umum, peta jalan pengembangan perusahaan dapat digambarkan sebagai berikut:

Pada saat awal pengembangan, ketika sumber daya dan kapabilitas perusahaan masih terbatas, maka pengembangan usaha yang dilakukan adalah melalui strategi penetrasi pasar, pengembangan produk baru serta pengembangan pasar yang baru.

Tahap berikutnya, ketika perusahaan sudah memiliki sumber daya dan kapabilitas yang lebih banyak, maka perusahaan bisa mengembangkan usaha dengan cara diversifikasi, yaitu mengembangkan usaha-usaha baru, baik melalui usaha yang terkait atau yang tidak terkait sama sekali dengan usaha yang sedang berjalan.

Pada tahap pengembangan usaha berikutnya, dimana perusahaan dituntut melakukan pengembangan usaha yang lebih ekspansif secara cepat, maka perusahaan bisa melakukan strategi pengembangan secara inorganik, yaitu melalui cara merger, akuisisi dan joint venture.

Yang perlu diperhatikan, pada setiap tahapan pengembangan menuntut perusahaan untuk mengembangkan kapabilitas dan sumber daya yang berbeda. Karena itu, banyak perusahaan yang gagal mengembangkan usahanya pada tahap yang lebih lanjut. Diperlukan kejelian dalam menganalisis kondisi lingkungan eksternal dan memahami kondisi internal agar mampu mencapai hasil yang paling optimal dalam pengembangan usaha perusahaan.

DR. Joni Phangestu MM.
Akademisi PPM School of Management CEO Grow Consulting | + posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini