PASAR PROPERTI SUDAH TERLALU LAMA ‘TIDUR’

0
909
Pasar Porperti Indonesia
Ilustrasi - Pasar Porperti Indonesia

Pada tahun2017, Indonesia Property Watch sempatmerilis prediksi pasar properti akan berada dalam jalur recovery dan ready for takeoff. Namun rilis tersebut disertai dengan catatan bahwa pasar propertidalam tahun 2017 sampai 2018 sangat tergantung dari seberapa besar isu politikmengganggu pasar. Dalam perjalanannya dampak faktor stabilitas politik dalampemilihan presiden 2019 menyita energi yang cukup besar yang membuat pasarproperti dalam posisi landai nyaris stagnan.

Meskipundemikian bila dicermati lebih mendalam kondisi pasar properti sebagian telahpulih. Segmen menengah relatif tidak terlalu mengalami tekanan pada tahunpolitik. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap penjualan rumah diJabodebek-Banten, segmen harga rumah Rp300 juta sampai Rp1 miliar mengalamikenaikan penjualan 24,4 persen (qtq)pada Q4-2018 atau naik 1,2 persen (yoy)dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Penurunan tajam terjadi di segmenharga di atas Rp1 miliar yang jatuh 28,9 persen (qtq) atau turun 40,1 persen secara tahunan. Karenanya yang terjadilebih dikarenakan isu diluar siklus pasar properti itu sendiri. Pasar dalamkapasitas menunggu sampai stabilitas politik benar-benar dirasakan aman.

Prosespemilihan presiden yang relatif aman membuat pasar properti dirasakan bergeraknaik, segmen menengah dipastikan akan semakin bergairah. Selain itu harapandatang dari The Fed yang memangkas suku bunga acuannya 25 basis poin. Penurunanini seharusnya akan diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan yang akan memberikanangin segar bagi bisnis properti dan meningkatnya daya beli konsumen properti.Faktor lain yang mendukung pasar properti seperti pertumbuhan ekonomi daninflasi berada dalam posisi yang memberikan potensi untuk memberikanpertumbuhan pada sektor properti.

Karenanya pasarproperti yang sudah lama ‘tidur’ dan berada dalam grafik landai selama hampir 6tahun seharusnya akan benar-benar terbangun, paling tidak di akhir 2019 atauawal tahun 2020. Bila pertumbuhan benar terjadi, pasar properti akan berlaridalam dua tahun ke depan, meskipun diperkirakan kenaikan harga tidak akansetinggi yang terjadi pada periode 2009-2012.