Apakah hotel jenis ini akan menjadi tren ke depan?
Kami melihat bahwa pandemi telah berhasil menggeser tren perilaku masyarakat dalam berlibur. Wisata outdoor yang menawarkan keindahan alam sangat diminati masyarakat, seiring dengan shifting behavior yang dirasakan masyarakat tak sedikit juga jumlah perusahaan yang menerapkan hybrid working. Kini bekerja bisa dimana saja, dan beberapa perusahaan memperbolehkan karyawan bekerja tidak dari kantor. Tidak sedikit dari customers kami juga bekerja sembari stay dan healing di Bobocabin. Wellness tourism sudah diprediksi turut menjadi tren yang dapat dinantikan masyarakat. Data dari Expedia bahkan menunjukkan bahwa 41% wisatawan menantikan perjalanan wisata yang dapat memberikan dampak positif terhadap aspek wellness dan kesehatan mereka.



Sementara kami memprediksi bahwa kapsul masih menjadi pilihan bagi milenial yang sering melakukan business travel maupun staycation untuk akomodasi ketika mereka travelling di kota-kota besar. Konsep yang simple, easy to access dengan lokasi yang strategis, standarisasi kebersihan akomodasi kami, ditambah lagi dengan sentuhan teknologi, masih menjadi andalan milenial dan smart business travelers.
Mungkin bisa diceritakan sedikit apa suka duka bisnis perhotelan di Indonesia?
Suka duka akan selalu ada dalam menjalankan sebuah bisnis. Perjalanan Bobobox sangat diuji ketika pandemi Covid-19 di tahun 2021. Saya yakin semua hotelier juga merasakan hal yang sama seperti yang kami rasakan. Semua interaksi secara langsung sangat dibatasi dan occupancy rate kami sempat mengalami drop dalam beberapa bulan di awal pandemi. Tanpa patah semangat, kami mengambil kesempatan ini untuk terus melakukan iterasi produk kami. Membuat plan yang lebih visioner ke depannya, dengan melakukan beberapa improvement di Bobobox hotel sampai menghadirkan konsep wellness & nature tourism hingga lahirlah Bobocabin di tahun 2021. Hal yang paling membahagiakan bagi kami adalah kami mampu bertahan bersama dalam satu tim. Puji Tuhan! Ketika banyak company melakukan perampingan organisasi saat pandemi, kami mampu bertahan tanpa melakukan layoff karyawan.
Dari pengalaman bapak, apa yang paling membahagiakan di bisnis perhotelan?
Bagi kami, pengalaman yang paling membahagiakan ketika kami bisa mendukung perkembangan industri pariwisata di Indonesia dan dapat membuka lapangan pekerjaan. Belajar dari pengalaman di masa pandemi Covid-19, hingga dapat melihat industri perhotelan dapat bangkit di hari ini, menjadi kepuasan tersendiri bagi kami karena telah ikut berpartisipasi dalam menjadi pahlawan investasi. Tentunya keberhasilan kami tidak bisa kami lakukan tanpa support dari Kemenparekraf, business partner kami, customers kami, dan investor kami yang selalu percaya dan terus support langkah kami dari awal hingga hari ini.
Saat pandemi, seberapa besar imbasnya pada bisnis perhotelan di perusahaan bapak? Apa yang dilakukan?
Pandemi Covid-19 telah berimbas ke berbagai aspek ekonomi masyarakat, khususnya sektor pariwisata. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dari Januari hingga September 2021, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tercatat hanya 1,19 juta kunjungan atau menurun 67% dari tahun sebelumnya. Kami pun turut merasakan imbas dari pandemi seperti industri perhotelan lainnya. Seperti yang saya
sampaikan sebelumnya, kami tak hanya berdiam saja, kami terus berinovasi untuk bisa survive, justru kami melihat ini sebagai peluang untuk terus kreatif.
Di saat pandemi Covid-19 pada tahun 2021, banyak bisnis perhotelan gulung tikar. Kami justru launching produk terbaru kami yaitu Bobocabin. Berbeda dengan hotel kapsul kami, Bobocabin hadir dengan konsep back to nature. Konsep ini sangat diterima baik masyarakat, dimana pasca pandemi Covid-19 orang sudah mulai jenuh dan ingin merasakan kembali sentuhan alam. Saat ini, Bobocabin sudah memiliki 8 cabang di Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, dan Jawa Tengah. Tak berhenti di sini, kami masih sangat berambisi untuk berkontribusi memajukan pariwisata Indonesia dengan melakukan ekspansi di bagian Indonesia lainnya, dan tidak menutup kemungkinan untuk ekspansi ke
international market.
Berdasarkan catatan kami, Bobobox bahkan melakukan ekspansi saat pandemi? Apa yang menjadi pertimbangan?
Sebagai salah satu pelaku usaha di ekosistem pariwisata, kami menyadari pentingnya mendukung upaya pemerintah dalam memaksimalkan potensi pariwisata Indonesia. Guna mencapai hal tersebut, kami menghadirkan Bobocabin yang saat ini telah dibuka di berbagai lokasi seperti Cikole, Ranca Upas, Danau Toba, termasuk Bali. Diharapkan melalui konsep elevated camping yang kami usung, konsumen dapat merasakan pengalaman menginap yang mengesankan dan Bobocabin pun dapat berperan aktif untuk menopang program-program yang telah dicanangkan
pemerintah.
Sejak pertama kali diperkenalkan di Ranca Upas, Jawa Barat, masyarakat kian menunjukkan kepercayaan mereka terhadap Bobocabin, sejalan dengan popularitas Bobocabin di media sosial yang terus meningkat. Selama beroperasi, Bobocabin konsisten mencatatkan tingkat hunian di atas 90% dengan skor NPS di atas 80. Sementara itu, Bobocabin juga kian dicintai masyarakat dengan lebih dari 200.000 pengikut organik di Instagram.





















