Beranda Secondary Market MILENIAL DAN ZILENIAL SIAP PUNYA RUMAH? BERIKUT HAL YANG HARUS DIKETAHUI SEBELUM...

MILENIAL DAN ZILENIAL SIAP PUNYA RUMAH? BERIKUT HAL YANG HARUS DIKETAHUI SEBELUM MEMBELI RUMAH

Di usia 40, pada umumnya kemampuan finansial kamu cenderung lebih stabil. Tabungan yang lebih dari cukup dan segala kebutuhan yang sudah mulai terpenuhi membuatmu lebih mudah mengatur keuangan. Oleh karena itu, pilihan KPR dengan tenor singkat dinilai lebih sesuai untukmu yang berusia 40-an. Walau jumlah DP dan cicilan tergolong besar, semuanya bisa dilunasi dengan lebih cepat karena kamu telah memiliki modal yang cukup.

5
0
milenial

Membeli rumah seakan sudah menjadi momok yang menakutkan untuk para kaum milenial saat ini. Harga tanah yang semakin naik dan
penghasilan yang cenderung stagnan menjadikan rumah seolah menjadi hal yang susah sekali untuk dicapai para kaum milenial ini.

baca juga, MILENIAL DAN ZILENIAL MAKIN SADAR GREEN DEVELOPMENT

Namun, seperti dilansir di cnbcindonesia. com, perencana keuangan, Kennedy Handersen mengatakan bahwa dengan strategi yang tepat, impian untuk memiliki rumah di usia muda bahkan sebelum usia 30 tahun, bisa saja tercapai. Jangan takut untuk beli rumah mulai dari
sekarang, berapa pun usiamu, 20-an, 30-an, atau bahkan sudah menginjak usia 40-an. Namun ternyata, beda usia, beda pula hal yang perlu
dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Satu hal yang harus disadari, dari tahun ke tahun, harga rumah terus merangkak naik.

Jika terus ditunda dan harganya semakin tak terjangkau, lalu kapan belinya ya? Kamu yang baru menginjak usia 20-an dan cukup secara finansial, tidak ada salahnya mulai investasi tempat tinggal sedini mungkin. Bila sudah menginjak usia 30- an dan 40-an, tentu ada hal lain yang harus diperhitungkan sebelum beli rumah. Namun perlu dicatat, apa yang dibutuhkan orang berusia 20-an tentu akan berbeda dengan mereka yang telah berusia 40-an.

Kata perencana keuangan, Ligwina Hananto, jika pada umur 40-an kita belum punya rumah, boleh dibilang itu ‘lampu merah’. Sebab, salah satu parameter kesiapan masa tua adalah memiliki rumah untuk dihuni saat sudah tidak produktif lagi atau masa pensiun.

Bayangkan saja, misalnya kamu baru mencicil rumah di usia 40 tahun dengan tenor selama 15 tahun. Artinya, cicilan KPR baru selesai ketika
kamu memasuki masa pensiun, yaitu usia 55 tahun. Tentu akan memberatkan kita, karena pada usia tersebut seharusnya kita beristirahat
dan bermain dengan cucu.

Cara penanganan untuk memiliki rumah di usia 20 – 30 awal dan 30 akhir hingga 40 ke atas tentu berbeda, karena kebutuhan dan kemampuan ratarata sangatlah berbeda. Dilansir dari rumah123, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan jika kaum zilenial berencana memiliki rumah
pertamanya, diantaranya.

baca juga, SUMMARECON BANDUNG: GENERASI MILENIAL DAN ZILENIAL MERUPAKAN PASAR YANG MENJANJIKAN

1. Menabung
Menabung tentu menjadi hal yang pertama kali harus dilakukan untuk bisa membeli rumah sebelum umur 30. Selalu sisihkan uang minimal 30% untuk menabung kepentingan rumah. Paksakan untuk menabung.

2. Kurangi Gaya Hidup Hedon
Gaya hidup kaum zilenial juga menjadi sorotan sebagai penyebab susahnya membeli rumah. Kurangi gaya hidup konsumtif seperti nongkrong di kafe, makan di mall atau nonton konser dan lain sebagainya. Uang kecil yang kamu keluarkan untuk itu kalau dihitung-hitung dalam setahun jumlahnya bisa besar sekali.

3. Riset Properti di Daerah Sub-Urban
Properti properti di kota ‘satelit’ seperti misalnya Bekasi, Depok, Cibubur dan lain sebagainya tentu memiliki harga tanah dan rumah yang cenderung tidak terlalu tinggi. Mulailah riset dengan mencari secara intensif program cicilan dan rumah yang mereka tawarkan.

4. Mencari Pekerjaan Sampingan
Jika penghasilanmu dirasa kurang mencukupi target membeli rumah. Sebaiknya carilah pekerjaan sampingan yang dapat mendukung keuanganmu tersebut. Di era modern dan digital seperti ini. Banyak pekerjaan sampingan yang bisa kamu akses dari berbagai situs pencari dan situs lowongan kerja freelance.

Namun jika Anda berusia 30 akhir hingga 40-an, baru mau memulai membeli rumah, terdapat juga cara-cara atau persiapan khusus di usia tersebut. Dilansir dari 99.co ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya.

1. Fokus pada Gaya Hidup, Bukan Usia
Pembeli rumah memiliki keluarga memiliki kondisi gaya hidup yang berbeda-beda. Jumlah anak yang dimiliki pun ternyata dapat berpengaruh pada keputusan seseorang saat akan membeli rumah. Oleh karena itu saat memutuskan untuk beli rumah, sesuaikanlah dengan kondisi kamu saat ini. Jika di saat itu, anak-anak masih tinggal bersama, maka pilihlah rumah dengan ukuran yang lebih besar. Namun sebaliknya, pilihlah rumah yang mungil dan tetap nyaman ditinggali jika anak-anak sudah tidak serumah.

2. Pilih KPR dengan Tenor Singkat
Memutuskan untuk beli rumah di usia 40- an? Di usia ini, pada umumnya kemampuan finansial kamu cenderung lebih stabil. Tabungan yang lebih dari cukup dan segala kebutuhan yang sudah mulai terpenuhi membuatmu lebih mudah mengatur keuangan. Oleh karena itu, pilihan KPR dengan tenor singkat dinilai lebih sesuai untukmu yang berusia 40-an. Walau jumlah DP dan cicilan tergolong besar, semuanya bisa dilunasi dengan lebih cepat karena kamu telah memiliki modal yang cukup.

3. Beli Rumah Sebagai Investasi
Di usia yang hampir menginjak masa tidak produktif, sebagian orang mungkin sudah mampu untuk membeli rumah kedua. Jika Kamu berada pada posisi ini, pertimbangkanlah untuk membeli rumah kedua sebagai investasi properti. Kamu bisa memanfaatkan rumah kedua tersebut sebagai kontrakan, kos-kosan, atau menyewakannya untuk tempat usaha. Kamu pun bisa mendapatkan active income dari rumah tersebut.

4. Tidak Over Renovasi
Membeli rumah bekas merupakan salah satu solusi untuk bisa mendapatkan hunian murah dengan ukuran lebih besar. Namun begitu, sedikit renovasi perlu dilakukan agar kamu dan keluarga bisa tinggal dengan nyaman. Jangan melakukan over renovasi pada rumah yang akan dibeli tersebut, sebab jika dijual lagi nantinya, pembeli tidak akan menilai harga bangunan melainkan harga rumah rata-rata yang ada. Maka dari itu, prioritaskan renovasi untuk hal-hal penting dan diperlukan saja.

Pada intinya sesuaikan budget anda dengan rumah yang akan Anda beli, jangan memaksakan jika setelah dihitung-hitung malah memberatkan
Anda. Sesuaikan harga rumah, pendapatan dan cicilan per-bulannya. Pada akhirnya kita harus bijak memilih, menghitung, dan menentukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini