Lie Min: Saat Tepat Beli Properti di Banten

Jika vaksin Covid-19 berhasil dan benar-benar diterapkan, tahun depan adalah pemulihan, kemudian properti bisa booming di 2022.

0
174
Kantor Marketing Gallery Modernland Cilejit dan properti banten
Kantor Marketing Gallery Modernland Cilejit. (Foto: Modernland)

ropertyandthecity.com, Jakarta – Hingga saat ini, pandemi Covid-19 masih menjadi hantu menakutkan bagi ragam sektor bisnis dalam negeri, termasuk properti. Namun demikian, selalu ada optimisme, dari para pengembang, termasuk broker properti akan potensi bisnis properti di tanah air.

Musababnya, antara lain kebutuhan akan hunian di Tanah Air yang masih sangat besar, dilihat dari angka backlog perumahan yang mencapai lebih dari 11 juta. Kemudian inovasi yang terus dilakukan pengembang termasuk perbankan dalam mensuport pembiayaan juga mendukung keyakinan tersebut.

Baca: Ini Alasan Konsumen Semakin Tertarik Beli Properti di Modernland Cilejit

Selanjutnya adalah keyakinan pada pemerintah dalam mengatasi persoalan pandemi Covid-19.

Lie Min, Ketua DPD AREBI Banten mengatakan, dari sekitar 100-an kantor AREBI Banten yang aktif, mereka masih tetap melakukan transaksi penjualan properti di tengah pandemi. Bahkan, beberapa kantor justru omzetnya lebih bagus dibandingkan sebelum pandemi.

“Ternyata jauh sebelum pandemi ini, mereka sudah bermain di media online, terutama di media sosial (medsos). Sehingga dengan kondisi saat ini, mereka sangat beruntung dari media online tersebut,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Untuk properti primer di Banten, kata Lie Min, juga terserap dengan sangat baik. Buktinya, beberapa developer sukses memasarkan produk-produknya (sold out), seperti ruko, juga hunian di Summarecon Serpong, Paramount Land, BSD City dan Alam Sutera.

Lebih lanjut, menurut Lie Min, saat ini pengembang juga tidak berani menjual properti dengan harga yang terlalu tinggi. Pengembang menyesuaikan dengan kondisi pandemi ini, baik dari segi harga, cara pembayaran maupun ukuran propertinya.

“Selama pandemi ini, para developer melakukan beberapa perubahan terhadap cara bayar dan juga meluncurkan promo-promo khusus. Inilah yang membuat pasar merespons cukup luar biasa,” katanya.

Misalnya, BSD City dan Paramount yang memasarkan ruko dengan ukuran yang lebih mini, dan harganya pun disesuaikan menjadi Rp1 miliaran. Inilah yang dianggap konsumen menjadi kesempatan terbaik beli properti di Serpong tersebut.

Baca: Minat Beli Rumah di Kota Podomoro Tenjo Sangat Tinggi

“Dulu sangat sulit beli ruko di Serpong dengan harga Rp1 miliar. Tapi sekarang mereka punya kesempatan untuk beli. Dan pasarnya rame banget, seperti di BSD City, kami ikut pasarkan ruko langsung habis dalam dua jam,” cerita Lie Min.

Demikian halnya properti sekunder di Banten, juga cukup menarik selama pandemi. Pasalnya, banyak yang dijual dengan ‘harga Covid-19’.

“Memang ada koreksi harga, dan lumayan besar, tergantung lokasi dan tergantung orang yang mau jual seberapa butuh. Secara rata-rata koreksinya bisa sampai 30 persen,” ungkapnya.

Saat Tepat Beli Properti

Dengan banyaknya peluang tersebut, Lie Min sepakat bahwa saat inilah waktu terbaik beli properti. Bagi konsumen yang punya tabungan cukup, kata dia, sebaiknya memilih properti sebagai instrumen investasi jangka panjang. Demikian halnya bagi pengguna langsung atau end user.

“Benar bawah saat ini adalah time to buy. Harga propertinya juga lagi rendah kemudian cara bayarnya juga lagi panjang-panjangnya, promosi lagi banyak sehingga ini adalah kesempatan terbaik,” ungkapnya.

Sementara bagi investor, saran Lie Min, baiknya untuk investasi jangka panjang. Jangan jangka pendek, menurut dia, risikonya lebih besar.

“Kita masih belum tahu kapan pandemi ini berakhir. Meskipun nanti ada vaksin, juga belum pasti kapan akan terlaksana, dan apakah langsung untuk seluruh penduduk di Indonesia. Tetapi kalau vaksin ini berhasil benar-benar diterapkan, saya pikir tahun depan 2021 adalah pemulihan, kemudian properti bisa booming di 2022,” urainya.

Banten, terutama di Serpong, Gading Serpong dan sekitarnya, hingga di kawasan-kawasan yang terintegrasi dengan transportasi massal atau transit oriented development (TOD), memiliki potensi yang sangat besar.

Dalam kondisi normal, kenaikan harga properti di kawasan tersebut berkisar minimal 20-30 persen per tahun. Artinya, jika beli properti saat sekarang kemudian akan menjualnya dalam waktu 2-3 tahun lagi, maka akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar.

“Saat ini yang juga sangat diminati konsumen adalah hunian di kawasan TOD atau dekat dengan stasiun KRL Commuter Line. Misalnya, Citra Maja Raya, Kota Podomoro Tenjo, Modernland Cilejit, termasuk di sekitar Parung Panjang juga lagi ramai,” ungkapnya.

Baca: Sinar Mas Land Rilis ImpresaHaus, Dilengkapi Rooftop “Post-Pandemic Design”

Dalam upaya mendorong pemulihan properti di Banten, AREBI Banten juga berencana akan kembali menggelar pameran properti.

AREBI Banten Expo yang diadakan setiap tahun tersebut, rencananya akan digelar secara virtual, menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Nantinya kami akan memberikan beberapa promo atau gimik-gimik khusus yang bekerjasama dengan para developer. AREBI Banten expo online ini rencananya kami selenggarakan di November mendatang,” pungkas Lie Min.